Alam Semesta Yang Tampak

•6 Agustus, 2012 • 13 Komentar

Hadiah yang begitu indah di bulan Ramadhan ini….Alhamdulillah Ya Allah.

Sebuah video “The Known Universe” membawa kita terbang dari pengunungan Himalaya melewati atmosfer bumi lalu menembus gelapnya ruang angkasa menuju beberapa saat setelah Ledakan Bing Bang. Semua bintang, planet, dan quasar dapat terlihat berkat “Atlas Digital Alam Semesta Empat Dimensi Terakurat”. Atlas Alam Semesta Digital ini dirawat (maintained) dan diperbarui (update) oleh astrophysicists di American Museum of Natural History. Continue reading ‘Alam Semesta Yang Tampak’

Jangan Sombong

•6 Agustus, 2012 • 5 Komentar

“Awal mulane menungso entuk ngelmu kuwi soko kuping.
Nanging siro ojo gumede sebab durung mesti iso ningali.
Wis ningali ojo gemede siro, sebab durung mesti ngerti.
Wis ngerti ojo gumede siro, sebab durung mesti bener.
Wis bener siro, durung tentu adil.
Wis adil siro, ojo gumede, sebab durung tentu bijaksono.
Wis bijaksono siro, durung mesti waskito.
Wis waskito siro ojo gumede sebab durung mesti manjing suwargo.
Wis manjing suwargo siro, durung mesti sing duwe suwargo.”
Continue reading ‘Jangan Sombong’

Kopi Kehidupan

•23 Mei, 2011 • 27 Komentar

Suatu hari, sebuah kelompok alumni universitas yang terdiri dari para sarjana sukses, berkumpul bersama untuk mengadakan acara reuni dengan mantan profesor mereka. Acara yang diadakan di kediaman sang profesor tersebut dihiasi hiruk pikuk dan canda tawa hingga tanpa mereka sadari pembicaraan berubah menjadi ajang curhat berisi keluh-kesah, stres dan kerasnya kehidupan.

Untuk menghangatkan suasana, sang profesor pergi ke dapur untuk meracik kopi. Sekembalinya dari dapur, ia membawa sebuah teko besar dan berbagai macam cangkir yang terbuat dari keramik, plastik, kaca, kristal dan beberapa cangkir murahan. Ia mempersilakan tamu-tamu beliau untuk menghidangkannya sendiri. Continue reading ‘Kopi Kehidupan’

Cara Anak Belajar

•23 Mei, 2011 • 3 Komentar

Jika seorang anak hidup dengan kritikan,
Ia belajar untuk menyalahkan.

Jika seorang anak hidup dengan permusuhan,
Ia belajar untuk berkelahi.

Continue reading ‘Cara Anak Belajar’

Pemuda Harus Seperti Rajawali

•23 Mei, 2011 • 11 Komentar

Sang Murid:

Guru, aku terjepit dengan berbagai masalah dan kesulitan hidup, Aku bingung, harus lari kemana?

Sang Guru:

Justru kehidupan semacam itulah yang harus kau tempuh. Kalau kau ingin menjadi Rajawali, maka kau harus membuat sangkar di puncak-puncak gunung, di pohon-pohon yang tinggi, sehingga setiap hari kau dihantam petir dan halilintar, dengan begitu kau berhak menjadi Rajawali.

Kalau kau takut pada tantangan, kau sembunyi saja di ketiak ibumu,
buatlah sangkar di semak-semak belukar, jadilah anak ayam atau burung pipit.

Pemuda harus seperti Rajawali, santapan paginya adalah petir dan halilintar!!!

–=O=–

Sumber: KlipingKehidupan.org

Dr. Ramnik Doshi

•24 Maret, 2010 • 18 Komentar

“Aku belum pernah sakit sejak 50 tahun terakhir ini. Tidak pernah demam, tidak pernah flu, diare, radang tenggorokan, tidak pernah sakit apapun. “Apa rahasianya? “Bersyukur dalam hidup.”

Dr. Ramnik Doshi

Pak berapa banyak operasi mata yang telah bapak lakukan?” seseorang bertanya padanya. “Kemarin siang bapak makan apa?” tanyanya kembali. Semuanya tertawa. Tentu saja kau tak akan bisa mengingat apa yang kau makan minggu lalu, karena itu tidaklah penting. Sama halnya bagi Dr. Doshi, jasa dan percapaiannya tidak perlu diperbincangkan.

Itulah jawaban dari seorang dokter tua berumur 89 tahun yang menjalankan sebuah rumah sakit mata “ajaib” yang telah berjalan selama lebih kurang 30 tahun, yang dapat membuatmu tercengang. Melihat pria sederhana ini dengan tubuhnya yang kecil, mengenakan kaos oblong, kita tidak akan mengira bahwa ia bertanggung jawab memberikan pengobatan mata kepada ribuan masyarakat miskin di pedesaan. Bertempat tinggal di sebuah desa terpencil di Gujarat, Dr. Ramnik Doshi telah bekerja keras menyediakan pengobatan mata secara gratis dan terjangkau bagi mereka yang tidak mampu dan membawa Dr. Doshi kepada pengenalan akan jati dirinya.

Terinspirasi oleh Ravishankar; seorang reformis pengikut Mahatma Gandhi, Dr. Doshi dan ketiga sahabat dokternya, melakukan ekperimen pertama mereka: sebuah mobil klinik untuk pengobatan mata di desa Petlad, dibantu oleh beberapa relawan. “Kendalanya adalah kami tidak memiliki cukup uang untuk fasilitas dan kebutuhan lainnya. Kami mencoba meminjam dari Bank, ‘Tolong pinjamkan kami 6000 rupees. Kami akan mengembalikannya walaupun kami tidak tahu bagaimana cara menghasilkan uang, tapi kami tetap akan melunasinya dalam enam bulan.’ Semua orang mengira kami gila hingga kami bertemu seorang penyandang dana yang juga merupakan seorang pengagum Ravishankar Maharaj,” ucap Dr. Doshi menceritakan awal mula perjalanan mereka. Continue reading ‘Dr. Ramnik Doshi’

Tak Lagi Berenang Menuju Sekolah

•10 Desember, 2009 • 8 Komentar

Kompas, 6 September 2008
Penulis: Elok Dyah Messwati
Sumber Artikel: The World Bank

Kompas/Elok Dyah Messwati / Kompas Images Anak-anak di Dusun Laihiding, Desa Kiritana, Kecamatan Pandawai, Kabupaten Sumba Timur, kini tak perlu berenang lagi untuk mencapai sekolahnya di SD Bidi Praing Desa Kiritana. Kini mereka mendayung sampan yang merupakan bantuan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Generasi.

Anak-anak di Dusun Laihiding, Desa Kiritana, Kecamatan Pandawai, Kabupaten Sumba Timur, kini tak perlu berenang lagi untuk mencapai sekolahnya di SD Bidi Praing Desa Kiritana. Kini mereka mendayung sampan yang merupakan bantuan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Generasi.

Hari masih pagi. Matahari mulai menyinari punggung Gunung Waturumbing yang gundul. Air Sungai Kambaniru memantulkan bayangan punggung gunung itu. Di seberang sungai beberapa siswa SD dari Dusun Laihiding keluar dari jalan setapak menuju tepi sungai.

Dari sana mereka kemudian menaiki sampan, menyeberangi sungai. Seorang anak yang duduk di belakang mengayuh dayung menyeberangi sungai selebar kira-kira 10 meter.

Setelah sampan tiba beberapa siswa turun. Seorang di antaranya tetap di atas sampan, ia mengayuh dayung kembali ke seberang sungai menjemput teman-temannya yang lain. Mereka naik perahu secara bergantian.

Begitu terus beberapa kali. Mereka bergantian menaiki sampan menuju sekolah mereka di Sekolah Dasar Negeri Bidi Praing, Desa Kiritana, Kecamatan Pandawai, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur. Continue reading ‘Tak Lagi Berenang Menuju Sekolah’

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 45 pengikut lainnya.