Tak Lagi Berenang Menuju Sekolah

•10 Desember, 2009 • & Komentar

Kompas, 6 September 2008
Penulis: Elok Dyah Messwati
Sumber Artikel: The World Bank

Kompas/Elok Dyah Messwati / Kompas Images Anak-anak di Dusun Laihiding, Desa Kiritana, Kecamatan Pandawai, Kabupaten Sumba Timur, kini tak perlu berenang lagi untuk mencapai sekolahnya di SD Bidi Praing Desa Kiritana. Kini mereka mendayung sampan yang merupakan bantuan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Generasi.

Anak-anak di Dusun Laihiding, Desa Kiritana, Kecamatan Pandawai, Kabupaten Sumba Timur, kini tak perlu berenang lagi untuk mencapai sekolahnya di SD Bidi Praing Desa Kiritana. Kini mereka mendayung sampan yang merupakan bantuan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Generasi.

Hari masih pagi. Matahari mulai menyinari punggung Gunung Waturumbing yang gundul. Air Sungai Kambaniru memantulkan bayangan punggung gunung itu. Di seberang sungai beberapa siswa SD dari Dusun Laihiding keluar dari jalan setapak menuju tepi sungai.

Dari sana mereka kemudian menaiki sampan, menyeberangi sungai. Seorang anak yang duduk di belakang mengayuh dayung menyeberangi sungai selebar kira-kira 10 meter.

Setelah sampan tiba beberapa siswa turun. Seorang di antaranya tetap di atas sampan, ia mengayuh dayung kembali ke seberang sungai menjemput teman-temannya yang lain. Mereka naik perahu secara bergantian.

Begitu terus beberapa kali. Mereka bergantian menaiki sampan menuju sekolah mereka di Sekolah Dasar Negeri Bidi Praing, Desa Kiritana, Kecamatan Pandawai, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur. Lanjutkan membaca ‘Tak Lagi Berenang Menuju Sekolah’

Barisan Kemanusiaan Imam Prasodjo

•1 Desember, 2009 • & Komentar

Assalamualaikum para sahabat :-) Terima kasih atas silahturahminya. Mulai saat ini dan seterusnya, blog ini akan mencoba menampilkan profil-profil mereka yang mendedikasikan hidupnya untuk kemanusiaan. Semoga membawa manfaat bagi kita semua. Wassalamualaikum.

=======================================================

Barisan Kemanusiaan Imam Prasodjo

Sumber artikel: www.alifmagz.com

Bentuk kebahagiaan sosiolog yang satu ini mungkin berbeda dari kebanyakan orang. Hal itu yang mendorongnya untuk terjun langsung di berbagai kegiatan kemanusiaan. Tak hanya sekedar menolong orang, namun merancang kegiatan dengan sistem yang baik sehingga dapat berkesinambungan.

Rumah DR. Imam Budidarmawan Prasodjo yang merupakan rumah almarhum mertuanya, Prof. DR. Miriam Budiarjo di jalan Proklamasi memang besar. Namun terlihat sesak dengan banyaknya tumpukkan kardus. Penghuninya tak hanya keluarga sosiolog senior ini saja, tampak juga beberapa relawan keluar masuk rumah tersebut dengan bebasnya. Entah bagaimana si empunya rumah mempertahankan privacy-nya, tapi sepertinya tidak ada yang merasa dirugikan dengan keadaan tersebut.

Kegiatan sosial sosiolog berkacamata di berbagai LSM dan yayasan lebih besar porsinya dibanding kegiatannya dalam menjalankan profesi menjadi dosen sosiologi untuk mahasiswa S1 dan S2 di FISIP UI. Kiprahnya di Yayasan Nurani Dunia telah menorehkan catatan panjang hasil yang dapat dinikmati oleh masyarakat banyak. Seperti dibangun dan direnovasinya sekitar 25 sekolah di daerah miskin atau rawan konflik, membuka beberapa perpustakaan, antara lain di wilayah Kampung Melayu, Kapuk, Kampung Bonang, hingga ke Bantul-Yogyakarta, dan Banjarnegara-Jawa Tengah. Program pembangunan rumah seperti di Aceh dan Yogyakarta, serta bekerjasama dengan WHO mengelola program pengelolaan air bersih di Madura dan banyak lagi.
Lanjutkan membaca ‘Barisan Kemanusiaan Imam Prasodjo’

Sahabat Sejati

•4 November, 2009 • & Komentar

Seseorang berkata kepada Junaid, “Sahabat sejati sangatlah jarang saat ini. Di mana aku dapat menemukan seorang sahabat sejati?”

Junaid menjawab, “Jika kau menginginkan seorang sahabat yang memelihara dirimu dan menanggung bebanmu, maka yang demikian sangatlah jarang. Namun, jika kau menginginkan seorang sahabat sejati yang bersedia kau tanggung beban dan penderitaannya, maka begitu banyak yang dapat aku perkenalkan kepadamu.”

-=-=-=-=-=-=-=-

Abul Qosim al-Junaid bin Muhammad al-Khazzaz an-Nihawandi adalah seorang sufi terkemuka, guru al-Hallaj. Ia adalah putra seorang pedagang kaya raya, keponakan sufi terkenal as-Shaqati dan teman karib sufi masyur Muhasibhi. Junaid meninggal pada tahun 910 di Baghdad.

:: Kisah diambil dari buku Hati Diri & Jiwa. Psikologi Sufi untuk Transformasi. Robert Frager Ph.D (Sheikh Ragib al-Jerahi)

Pohon Dan Buahnya

•4 November, 2009 • & Komentar

Oleh Muhammad Raheem Bawa Muhaiyaddeen
(diterjemahkan oleh Dimas Tandayu dan Herry Mardian).

SEORANG MURID bertanya pada Bawa Muhaiyaddeen, “Bisakah Guru menjelaskan kondisi spiritualku, di mana aku sedang berada saat ini?”

Sang Guru menjawab, “Sebuah benih haruslah ditanam di saat yang tepat. Ketika ia mulai tumbuh, akarnya menyelusup jauh ke dalam tanah, memeluk dari semua penjuru. Segera benihnya tumbuh menjadi sebuah pohon. Seiring perjalanan waktu, pohonnya akan semakin membesar, lalu berbunga dan berbuah. Tatkala berbuah, buahnya tampak tidak lagi memiliki ikatan dengan tanah. Walaupun pohonnya terikat ke tanah, namun buahnya justru terhubung kepada manusia dan seluruh makhluk hidup. Lanjutkan membaca ‘Pohon Dan Buahnya’

Doa Untuk Puteraku

•4 November, 2009 • & Komentar

Tuhanku …
Bentuklah puteraku menjadi manusia yang cukup kuat untuk mengetahui kelemahannya
Dan, berani menghadapi dirinya sendiri saat dalam ketakutan
Manusia yang bangga dan tabah dalam kekalahan
Tetap jujur dan rendah hati dalam kemenangan
Bentuklah puteraku menjadi manusia yang berhasrat mewujudkan cita-citanya
dan tidak hanya tenggelam dalam angan-angannya saja
Seorang putera yang sadar bahwa mengenal Engkau dan dirinya sendiri adalah landasan segala ilmu pengetahuan Lanjutkan membaca ‘Doa Untuk Puteraku’

Cinta

•28 Juni, 2009 • & Komentar

cinta sang surya

Bahkan hingga detik ini,
tak pernah Sang Matahari berkata pada bumi

“Kau berhutang budi padaku”

Saksikanlah apa yang terjadi dengan cinta yang demikian:
Seluruh penjuru langit terang karenanya.

- Hafiz (1315 – 1390)

*********

:: Terima kasih kepada kakanda Herry yang membantu menyempurnakan terjemahan puisi di atas.

:: Foto di atas diambil dari NASA International Space Station. Ukuran Penuh & 1024

Tentang Pendidikan

•28 Juni, 2009 • & Komentar

Orang-orang yang mengendalikan tali kekang nafsunya dari yang diharamkan berarti keberaniannya telah melampaui tokoh-tokoh perkasa seperti Rustam dan Samson.

Budak hawa nafsu adalah musuh yang paling mengerikan bagimu.

Jiwa raga kita bagaikan kota, yang mengandung kebaikan dan kejahatan. Kau adalah rajanya dan Akal adalah menterimu yang bijaksana.

Di kota itu, orang-orang yang keras kepala memperdagangkan ketamakan dan kebakhilan mereka. Tawakkal dan sederhana adalah warga yang harum dan bijak. Nafsu dan menyia-nyiakan waktu adalah pencuri dan pencopet.

Bila raja mengasihi orang jahat, bagaimana orang bijaksana bisa merasa tenteram?

Nafsu jahat, iri hati, dan kebencian bersatu padu dalam dirimu seperti darah dalam pembuluhnya. Jika musuh-musuhmu ini memperoleh kekuatan, mereka akan melawan perintah dan nasehatmu. Tak akan mereka melawan bila melihat betapa kerasnya Akal.

Para perampok dan bajingan tak akan berkeliaran jika patroli polisi memadai.

Penguasa yang tidak menghukum orang jahat berarti kalah dari musuh negara itu.

Tak banyak yang akan kubicarakan tentang ini; sepatah kata sudah cukup bagi orang yang suka berbuat dari apa yang sudah dibacanya.

- Sa’di (1184 – 1292)

*********

Dikutip dari:

Sastra Sufi, Sebuah Antologi. Karya Abdul Hadi W.M.

Pohon Kehidupan

•28 April, 2009 • & Komentar

Pohon yang tak perlu berjuang
untuk mendapatkan air dan cahaya mentari,
tapi tegak berdiri di alam terbuka
dan selalu tersirami oleh hujan,
tak pernah menjadi raja hutan
namun tumbuh dan mati dalam kelapukan.
Kayu yang kokoh tidaklah tumbuh dengan mudah,
semakin kencang anginnya, semakin kuat pohonnya.

*********

:: Foto Towering Tree Karya ekillian

Kepakan Sayap-Sayap Burung

•26 April, 2009 • & Komentar

“Tidakkah mereka memperhatikan burung-burung yang dimudahkan terbang di angkasa bebas. Tidak ada yang menahannya selain daripada Allah. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang beriman.” (QS 16:79)

Terbang Mengelilingi Jagat Raya [Episode Three]

•26 April, 2009 • & Komentar

Ya Tuhan, jadikan perjalanan ini sebagai zikir kami kepada-Mu. amin

Mari Sahabatku, kita terbang mengelilingi cakrawala semesta-Nya.

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang (QS 1:1)

jagat-raya1

Lanjutkan membaca ‘Terbang Mengelilingi Jagat Raya [Episode Three]‘