header image
 

Pesan Dari Sang Sheikh

Sheikh Muslihuddin Sa’di bertutur:

Aku tidak mampu mengucapkan terima kasih kepada Sahabatku
Karena aku tidak tahu kata pujian yang pantas untuk-Nya

Setiap rambut di tubuhku adalah pemberian dari-Nya
Bagaimana caranya aku berterimakasih untuk setiap rambut yang dianugerahkan oleh-Nya?

Puji bagi Tuhan Sang Pemberi
Yang menciptakan manusia dari ketiadaan
Siapakah yang mampu menggambarkan kemurahan-Nya?
Karena pujian untuk-Nya terbenam dalam keagungan-Nya

Sang Pencipta menciptakan seorang manusia dari tanah liat
Lalu meniupkan ruh, kebijaksanaan, akal dan hati

Sejak masa kanak-kanak hingga batas usia senja
Lihatlah bahwa Dia memberimu rezki, dari jalan yang tidak disangka-sangka!

Ketika Tuhan menciptakanmu dalam keadaan suci, maka tetaplah suci
Karena sungguh merupakan azab jika engkau pergi ke tanah kubur dalam keadaan bernoda

Senantiasalah engkau bersihkan debu sifat kotor dari cermin hati
Karena ia tidak akan mengkilap saat kerusakan melahap

Bukankah pada awalnya engkau adalah air dari benih manusia?
Jika engkau manusia, usirlah kesombongan dari kepalamu
Lanjutkan membaca ‘Pesan Dari Sang Sheikh’

Kedamaian Hati Adalah Kedamaian Sejati

Seorang Raja mengadakan sayembara dan akan memberi hadiah berlimpah kepada siapa saja yang bisa melukis tentang kedamaian. Ada banyak seniman dan pelukis yang berusaha keras untuk memenangkan lomba tersebut.

Ketika sayembara telah usai, sang Raja berkeliling melihat-lihat hasil karya mereka. Hanya ada dua buah lukisan yang paling disukainya. Tapi, sang Raja harus memilih satu diantara keduanya.

Lukisan pertama menggambarkan sebuah telaga yang tenang. Permukaan telaganya bagaikan cermin sempurna yang mematulkan kedamaian gunung- gunung yang menjulang tenang disekitarnya. Di atasnya terpampang langit biru dengan awan putih berarak-arak. Semua yang memandang lukisan ini akan berpendapat, inilah lukisan terbaik mengenai kedamaian.

Lukisan kedua menggambarkan pegunungan juga. Namun tampak kasar dan gundul. Di atasnya terlukis langit yang gelap dan merah menandakan turunnya hujan badai, sedangkan tampak kilat menyambar-nyambar liar. Di sisi gunung ada air terjun deras yang berbuih-buih, sama sekali tidak menampakkan ketenangan dan kedamaian.

Tapi, sang Raja melihat sesuatu yang menarik, di balik air terjun itu tumbuh semak-semak kecil diatas sela-sela batu. Di dalam semak-semak itu seekor induk burung pipit meletakkan sarangnya. Jadi, ditengah-tengah riuh rendahnya air terjun, seekor induk pipit sedang mengerami telurnya dengan damai. Benar-benar damai.

Lukisan manakah yang memenangkan lomba?

Sang Raja memilih lukisan nomor dua.

“Wahai Raja, kenapa Raja memilih lukisan nomor dua?”

Sang Raja menjawab, “Kedamaian bukan berarti kau harus berada di tempat yang tanpa keributan, kesulitan atau pun pekerjaan yang keras dan sibuk. Kedamaian adalah hati yang tenang dan damai, meskipun kau berada di tengah-tengah keributan luar biasa.”

“Kedamaian hati adalah kedamaian sejati.”

Bercengkerama Dengan Anak-Anak

Kita harus membuat hati anak-anak kita benar-benar suci. Kemanapun mereka pergi bermain, dimanapun mereka berada kita harus memastikan bahwa mereka tumbuh dengan hati yang suci. Pelajaran yang kita ajarkan kepada mereka, cara yang kita sampaikan bergantung pada apa yang kita lakukan karena mereka meniru tingkah laku kita. Mereka mencoba meniru kata-kata yang kita ucapkan layaknya burung beo, mereka mencoba melakukan apa yang kita lakukan. Jika kita marah, seorang anak akan mengekspresikan kemarahannya melalui caranya sendiri. Anak-anak belajar dari apa yang kita ajarkan kepada mereka dan setelah mereka dewasa mereka akan mengajarkannya kepada anaknya, begitulah seterusnya. Kita adalah guru, kita adalah guru bagi kehidupan anak kita sejak ia lahir hingga akhir waktu. Apapun yang kita ajarkan pada anak-anak itulah yang akan ia ajarkan kepada orang lain, anak-anak meniru apa yang ia lihat. Jika kita bisa menghadirkan perkataan yang baik, perkataan yang membangun, perkataan yang indah, perkataan yang dipenuhi oleh belas kasih, perkataan yang dipenuhi oleh kearifan kepada anak-anak, mereka akan tumbuh di jalan kebenaran. Dan jika kita ingin melakukan hal ini, kita sendiri harus bertransformasi terlebih dahulu. Ini adalah pelajaran yang terbaik bagi seorang anak.

- Sheikh Bawa Muhaiyaddeen

*********

Foto diambil dari sini

Saya Malu Menjadi Muslim Yang Bodoh

Sumber artikel dari www.islamicity.com

Penerjemah artikel: Dimas Tandayu

Judul asli: Pentingnya Mencari Ilmu Pengetahuan Oleh Dr. Habib Siddiqui, Philadelphia, Amerika Serikat.

***

Abu Rayhan al-Biruni adalah seorang ilmuwan besar, fisikawan, astronom, sosiolog, sastrawan, sejarawan dan matematikawan yang nilainya tidak pernah diketahui. Dia dipertimbangkan sebagai bapak dari unified field theory (teori segala sesuatu -pen) oleh peraih penghargaan Nobel Profesor Abdus Salam. Abu Rayhan al-Biruni hidup hampir seribu tahun yang lalu dan sezaman dengan Ibn Sina (Avicenna) dan Sultan Mahmoud Ghazni.

Pada saat menjelang akhir hayatnya, Biruni dikunjungi oleh tetangganya yang merupakan ahli fiqih. Abu Rayhan masih dalam keadaan sadar, dan tatkala melihat sang ahli fiqih, dia bertanya kepadanya tentang hukum waris dan beberapa hal yang berhubungan dengannya. Sang ahli fiqih terkesima melihat seseorang yang sekarat masih tertarik dengan persoalan-persoalan tersebut. Abu Rayhan berkata, “Aku ingin bertanya kepadamu: mana yang lebih baik, meninggal dengan ilmu atau meninggal tanpanya?” Sang ahli fiqih menjawab, “Tentu saja lebih baik mengetahui dan kemudian meninggal.” Abu Rayhan berkata, “Untuk itulah aku menanyakan pertanyaanku yang pertama.” Beberapa saat setelah sang ahli fiqih tiba dirumahnya, tangisan duka mengatakan kepadanya bahwa Abu Rayhan telah meninggal dunia. (Murtaza Mutahhari: Khutbah Keagamaan)

——————————————————————————————————————————————————————-

Sebuah Ilustrasi pergerakan fase bulan dari buku karya Abu Rayhan al-Biruni

[Sumber: Wikipedia]

——————————————————————————————————————————————————————- Lanjutkan membaca ‘Saya Malu Menjadi Muslim Yang Bodoh’

Nabi Dan Pengemis Buta

589485984_small.jpgDi sudut pasar Madinah Al-Munawarah terdapat seorang pengemis Yahudi buta, yang tiap hari apabila ada orang yang mendekatinya , ia selalu berkata “Wahai saudaraku, jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya kalian akan dipengaruhinya”. Tetapi setiap pagi Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawa makanan, dan tanpa berkata sepatah kata Rasulullah SAW menyuapi makanan yang dibawanya kepada pengemis itu, walaupun pengemis itu selalu berpesan agar tidak mendekati orang yang bernama Muhammad. Rasulullah SAW melakukannya hingga Beliau wafat. Setelah kewafatan Rasulullah tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu. Lanjutkan membaca ‘Nabi Dan Pengemis Buta’

Perjalanan Menuju Kesejatian

676555.jpg

“Aku akan berjalan ribuan kilometer bersama kepalsuan, sampai aku bisa menemukan satu langkah yang benar dan sejati.”

- Sheikh Abul Qasim Al-Junaid

*********

:: Sheikh Abul Qasim al-Junaid bin Muhammad al-Khazzaz an-Nihawandi adalah seorang sheikh sufi pada abad ke delapan.

Diri Kita Tatkala Di Dalam Perut Ibunda

Para sahabat yang aku cintai, kali ini kita akan memundurkan waktu sejenak dan melihat apa yang terjadi pada diri kita tatkala kita berada di dalam rahim ibunda kita. Sungguh begitu Agungnya Sang Ilahi membentuk, menjaga dan memelihara diri kita. Kasih Sayang-Nya meliputi seluruh alam semesta. Sungguh Engkau-lah Tuhan kami Yang Maha Pengasih.

Sahabatku, foto-foto di bawah ini memperlihatkan proses apa saja yang terjadi pada sang janin hingga pada akhirnya ia menjadi seorang manusia. Prosesnya dijelaskan secara bertahap dimulai dari minggu ke 8. Mari Sahabatku kita mulai perjalanan ini.

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”

“Dialah yang membentuk kamu dalam rahim sebagaimana dikehendaki-Nya.

Tak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS 3:6)

1small.jpg
Lanjutkan membaca ‘Diri Kita Tatkala Di Dalam Perut Ibunda’

Dari Dalam Ke Luar

4893284.jpg

Seorang Bijak berkata:

“Anakku, jika kau ingin membuat perubahan dalam hidupmu, mulailah dari dirimu sendiri. Bukan orangtuamu, bukan temanmu, bukan pula sahabatmu. Semua perubahan dimulai dari dirimu sendiri. Dari dalam ke luar, bukan dari luar ke dalam.

Anakku, ketika aku masih kecil dan bebas, dan imajinasiku tidak ada batasnya, aku mengimpikan untuk mengubah dunia; Lanjutkan membaca ‘Dari Dalam Ke Luar’

Waktu Adalah Anugerah-Nya

83984934.jpg

Posting ini saya dedikasikan untuk diri saya dan para sahabat pengunjung blog yang sedang berusaha untuk memanfaatkan waktu sebaik mungkin, karena waktu adalah Anugerah dari Sang Pemilik Waktu.

Untuk mengetahui nilai Satu Tahun,
Tanyakan pada seorang siswa yang gagal
dalam ujian kenaikannya.

Untuk mengetahui nilai Satu Bulan,
Tanyakan pada seorang Ibu yang melahirkan
bayi prematur.

Lanjutkan membaca ‘Waktu Adalah Anugerah-Nya’

Who Am I??? [Episode Two]

89384928.jpg

******

Where was I?
Allah, where was I before?
Where was I?
What place have I come to?
What will I do here?
Where did I live before?
Allah, where am I?
What must I do now?

How will I see You in this world?
Where are You?
Where are You?
In What place will I see You, O God, O Allah?
Will I see You in the world?
Will I see You in the body?
Will I see You in the next world?
Will I see You in my wisdom?
Will I know You and see You in all lives?

Who created me?
Who sent me down and place me here?
Who made me of earth?
Who dwells hidden within me,
Causing me to do everything I do?
Who, Allahu, who?

How will I know?
How will I understand You?
And where will I reach You?

***

“O Allah, help me to know You, to remember You, to love You, and to worship You in the best of manner”

Amin O Lord Of The Universe

*********

:: Who Am I??? [Episode One]

:: Kartun karya Chris Madden