Profil

Pemuda Ini Merancang Sepatu Ajaib Yang Bisa Berubah Ukuran

Sumber Artikel: Pamarta.blogspot.com – Merangkum Inspirasi Kehidupan

Kenton Lee, seorang pemuda yang merancang sepatu yang bisa berubah ukuran sesuai kaki si pemakai, memiliki tujuan mulia agar anak-anak di negara tertinggal tidak lagi bermain tanpa sepatu. Orang tua juga tidak perlu dibebani dengan membeli sepatu baru karena sepatu ini bisa berubah ukuran lima kali lebih besar sejak pertama kali dipakai dan dengan jangka waktu lima tahun.

Agar sepatunya semakin banyak dikenal ia mengajak setiap orang untuk membeli sepatunya karena dengan membeli berarti Anda telah menyumbangkan satu pasang sepatu untuk anak-anak di negara tertinggal.

(lebih…)

Iklan

Lo Siaw Ging: Dokter Tanpa Tarif

foto dokter

Nama lengkapnya Lo Siaw Ging,  namun ia lebih dikenal dengan panggilan dokter Lo. Di Solo, Jawa Tengah, dokter keturunan Tionghoa berusia 78 tahun ini populer bukan hanya karena diagnosa dan obat yang diberikannya selalu tepat, tapi juga karena  ia tidak pernah meminta bayaran dari pasiennya.

Setiap hari, kecuali Minggu, puluhan pasien antre di ruang tunggu prakteknya. Mereka berasal dari berbagai kalangan, mulai tukang becak, pedagang kaki lima, buruh pabrik, karyawan swasta, pegawai negeri,hingga pengusaha.   Pasiennya tidak hanya datang dari Solo, tetapi juga kota-kota di sekitarnya, seperti Sukoharjo, Sragen, Karanganyar, Boyolali, Klaten, dan Wonogiri. (lebih…)

Barisan Kemanusiaan Imam Prasodjo

Assalamualaikum para sahabat 🙂 Terima kasih atas silahturahminya. Mulai saat ini dan seterusnya, blog ini akan mencoba menampilkan profil-profil mereka yang mendedikasikan hidupnya untuk kemanusiaan. Semoga membawa manfaat bagi kita semua. Wassalamualaikum.

=======================================================

Barisan Kemanusiaan Imam Prasodjo

Sumber artikel: www.alifmagz.com

Bentuk kebahagiaan sosiolog yang satu ini mungkin berbeda dari kebanyakan orang. Hal itu yang mendorongnya untuk terjun langsung di berbagai kegiatan kemanusiaan. Tak hanya sekedar menolong orang, namun merancang kegiatan dengan sistem yang baik sehingga dapat berkesinambungan.

Rumah DR. Imam Budidarmawan Prasodjo yang merupakan rumah almarhum mertuanya, Prof. DR. Miriam Budiarjo di jalan Proklamasi memang besar. Namun terlihat sesak dengan banyaknya tumpukkan kardus. Penghuninya tak hanya keluarga sosiolog senior ini saja, tampak juga beberapa relawan keluar masuk rumah tersebut dengan bebasnya. Entah bagaimana si empunya rumah mempertahankan privacy-nya, tapi sepertinya tidak ada yang merasa dirugikan dengan keadaan tersebut.

Kegiatan sosial sosiolog berkacamata di berbagai LSM dan yayasan lebih besar porsinya dibanding kegiatannya dalam menjalankan profesi menjadi dosen sosiologi untuk mahasiswa S1 dan S2 di FISIP UI. Kiprahnya di Yayasan Nurani Dunia telah menorehkan catatan panjang hasil yang dapat dinikmati oleh masyarakat banyak. Seperti dibangun dan direnovasinya sekitar 25 sekolah di daerah miskin atau rawan konflik, membuka beberapa perpustakaan, antara lain di wilayah Kampung Melayu, Kapuk, Kampung Bonang, hingga ke Bantul-Yogyakarta, dan Banjarnegara-Jawa Tengah. Program pembangunan rumah seperti di Aceh dan Yogyakarta, serta bekerjasama dengan WHO mengelola program pengelolaan air bersih di Madura dan banyak lagi.
(lebih…)