ihklas

Pejuang Dari Gunung Hejo

Pejuang Gunung Hejo

PEJUANG DARI GUNUNG HEJO

Suatu hari di Desa Gunung Hejo, Purwakarta. Desau angin menyapa rimbunan pohon karet. Suaranya gemerisik, ditingkahi bunyi riang beberapa bocah yang tengah bermain petak umpet. Tak jauh dari bocah-bocah itu, di sebuah rumah sederhana, Djudju Djunaedi (65) tengah sibuk memasukan beberapa majalah dan buku bekas ke tas kain sandang yang berwarna hitam lusuh.

Usai membenahi barang-barang tersebut, ia lantas meraih topi bisbol-nya dan mengenakan sepasang sepatu usang berwarna hitam. Setelah pamit kepada sang istri, Heni Saeni, lelaki itu bergegas keluar dan dengan langkah pasti memulai aktivitas mulianya: mengajak orang-orang kampung untuk membaca.

Begitulah kiprah Bah Udju (panggilan akrab orang Gunung Hejo kepada Djudju Djunaedi) dalam mengisi hari-harinya. Laiknya petugas perpustakaan keliling profesional, Abah Udju tanpa mengenal rasa lelah terus mengajak orang-orang kampung di Gunung Hejo dan sekitarnya untuk mencintai buku dan gandrung membaca. Apa yang menyebabkan ia bersikeras melaksanakan aktivitasnya yang pernah dicibir orang sebagai “perbuatan aneh dan gila” itu?
(lebih…)