Pohon Kehidupan

Pohon yang tak perlu berjuang
untuk mendapatkan air dan cahaya mentari,
tapi tegak berdiri di alam terbuka
dan selalu tersirami oleh hujan,
tak pernah menjadi raja hutan
namun tumbuh dan mati dalam kelapukan.
Kayu yang kokoh tidaklah tumbuh dengan mudah,
semakin kencang anginnya, semakin kuat pohonnya.

*********

:: Foto Towering Tree Karya ekillian

15 comments

  1. ga ngerti maksudnya apa???bukannya klo manusia itu harus seperti air bukannya seperti pohon..
    klo kayak pohon ntar mati dong cz manusia itu sebaiknya seperti air yang bergerak terus agar menghidupkan…

    ======================

    Atas Rahmat dan Anugerah TUhan, Dia bisa menjadikan manusia seperti pohon yang memberikan keteduhan bagi apapun yang singgah kepadanya, Dia bisa menjadikan manusia bagaikan awan, yang menaungi manusia lain dari panasnya sinar matahari. Dia pun bisa menjadikan manusia seperti air, yang menghilangkan dahaga bagi yang haus. Dia bisa melakukan apapaun🙂

  2. kehidupan seperti layaknya sebuah pohon dikala iya semakin tegak berdiri dan menjulang keatas, semakin kenjang ia semakin banyak tantangan yang harus ia hadapi.
    Klw bleh tw nih buku yang biasax tentang sufi yang paling laris apa ya….. atw yang mas baca…. thanks inspirasinya…

    =========================

    Paling laris? mmmm..apa yah, saya tidak tahu🙂
    Coba aja jika ke toko buku, biasanya di bagian tasawuf, cari isinya yang berisi air yang kita cari.

    Terima kasih atas silahturahminya.

  3. kehidupan ini seperti roda yang berputar.. hmm… secara lahiriah betuuul… tetapi seharusnya yang lebih betuuul dan beneeer… hihihi.. *Narsis Mode ON*… hidup itu seperti pertumbuhan sebuah pohon.. dimulai dari benih.. menjadi batang… menjadi pohon.. belajar berbunga.. belajar berbuah.. berbuah banyak dan manis.. dan akhirnya menjadi pohon yang besaaaar… hmm.. terlalu panjang diceritakan perjalanan si benih itu untuk menjadi pohon besar berdaun rimbun dan berbuah banyaaaak… selalu berhasil mengatasi ujiannya dengan memegang teguh hirup teh keudah ngajinahan peurih jeung narimo… ngajinahan = ngaji diri menahan nafsu..
    Salam Sayang

    ==============================
    🙂
    Sungguh indah pohon itu. Ia menjadi tempat berteduh bagi burung-burung. Ketika bersemi, daunnya yang gugur menjadi pupuk. Daunya bermanfaat, batangnya bermanfaat. Belum lagi buahnya yang memberikan kesejukan bagi yang memakannya. Betapa indahnya🙂

  4. yayaya.. pohon itu tumbuh dalam Jiwa Jiwa yang Tenang.. dengan pupuk sabar.. ikhlas.. ridha.. tawakal dan syukur.. dalam tiket masuk laa hwala wala quwata..
    Salam Sayang..

    ========================

    Terima kasih Kang Boed untuk kalimat penyejuknya.
    Salam sayang juga🙂

  5. Kayu yang kokoh tidaklah tumbuh dengan mudah,
    semakin kencang anginnya, semakin kuat pohonnya.

    hemmm…

    Begitulah kak, perjuangan mencari “air” tuk hilangkan “dahaga jiwa” itu pun tak mudah, mungkin bgtulah cara Tuhan untuk membuat kita kamu tangguh.

    Anyway, ayo.. katanya mau ke Turki,
    & berjalan bersamaku memburu jejak2 Rumi..

    ==============

    Jalaluddin Rumi berpesan “Seek the water!”

    *Ingin sih ke Turki, tiketnya ongkosin yah

  6. *baru menyadari sesuatu*

    Lama gak berteduh di sini, itu header kapan nggantinya? perasaan dulu gambarnya long shot langit senja hari dihiasi cowok kurus org jongkok di ujungnya:mrgreen:
    Gpp, bagus yg ini Kak..

    =======================

    Wah blog ini sudah berganti header 3 kali loh dan itu sudah berlangsung setahun yang lalu🙂

  7. hmm… sungguh ruaaaaar biasaaa.. kekuatan penyerahan diri dalam tangis ketiada berdayaan dan sujud syukur… yang konsisten dilakukan setiap malam oleh insan hina.. menjadikan ALLAH sebagai sahabatnya setiap tengah malam.. dahsyaat.. luar biasa.. “The Invisible Hands”.. akan bekerja luar biasa.. merubah pribadi kita tanpa kita sadari..
    Salam Sayang

  8. Pohon yang besar memang tak perlu berjuang
    untuk mendapatkan air dan cahaya mentari
    namum untuk menjadi besar dia harus berjuang
    berjuang bertahan hidup dengan alam sekitarnya
    sampai takdir menentukan dia berakhir dimana

  9. Pohon yang tak perlu berjuang
    untuk mendapatkan air dan cahaya mentari,
    “manusia diciptakan sudah dipenuhi kebutuhan didunia, semua sudah dicukupkan oleh Tuhan”
    tapi tegak berdiri di alam terbuka
    “manusia lahir sendirian, hidup sendirian, matipun sendirian dan menanggung apa yg diperbuat dg keaadan sendirian”
    dan selalu tersirami oleh hujan,
    “tapi rahmat ALLAH selalu menyertainya dimanapun dia berada, belas kasih Tuhan selalu ada untuknya setiap saat”
    tak pernah menjadi raja hutan
    “manusia diciptakan untuk menghamba, bukan untuk berkuasa, karena hanyalah Dia yg seharusnya berkuasa”
    namun tumbuh dan mati dalam kelapukan.
    “manusia hidup karena pertolonganNYA, matipun karena pertolonganNYA, tak ada daya apapun yg termiliki, karena kita hanyalah sebuah jasad”
    Kayu yang kokoh tidaklah tumbuh dengan mudah,
    “Manusia yg kuat imannya, mereka mendapatkannya dengan cara yg sangat susah, selalu ada ujian dalam menghadapi itu semua, tapi semua itu tak lepas dari pertolonganNYA”
    semakin kencang anginnya, semakin kuat pohonnya.
    “semakin tebal keimanan seseorang dan semakin dekat dia dengan Tuhan maka ujian yg harus dijalani akan semakin sukar dan samar”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s