Bergeraklah

Suatu hari seorang murid yang melakukan sebuah perjalanan untuk bertemu seorang Guru Bijaksana, terhenti langkahnya setelah sebuah sungai besar membentang di hadapannya. Dengan ratapan putus asa, berjam-jam lamanya ia termenung mencari tahu bagaimana caranya agar ia bisa sampai di seberang sungai. Tepat sesaat sebelum ia menyerah dan memutuskan untuk menyudahi perjalanannya, ia melihat Sang Guru berdiri di sisi seberang sungai. Langsung saja ia berteriak pada Sang Guru “Wahai Guru! Bisakah Guru memberitahuku bagaimana caranya untuk sampai ke seberang sungai?”

Sang Guru diam sejenak kemudian menyahut balik “Anakku, kau masih berdiri di seberang sungai.”

15 comments

  1. wow, emang dikit ngk paham sih , tapi bisa diambil kesimpulan, meskipun kau melihat resiko yang ada didepan kamu, LAKUKAN dan BERANI MENCOBA adalh hal yang utama

    ================

    Bagi saya sendiri kisah di atas bersifat dinamik, memiliki makna akhir yang berbeda-beda sesuai dengan pengalaman hidup orang yang membacanya. Apa yang terlihat bagi saya dalam kisah di atas adalah, terkadang ketika kita mencoba untuk melewati sebuah rintangan, kita sudah kalah terlebih dahulu dengan ketakutan yang maraungi pikiran kita. Begitu takutnya kita sampai kita lupa untuk melangkahkan kaki ini. Itulah mengapa Sang Guru di seberang sungai menyahut “Anakku, kau masih berdiri di seberang sungai.” Agar sang murid menyadari bahwa yang pertama kali dia butuhkan untuk menyeberangi sungai besar tersebut adalah menggerakkan kakinya terlebih dahulu.

    Terima kasih mas Agus sudah berbagi ke saya🙂

  2. Suatu hari, seorang saleh yang hidupnya jauh dari laku maksiat dan amat sempurna hatinya, berdoa kepada Tuhan. “Ya Allah, ampunilah dosaku,panjangkanlah umurku,tambahkanlah ilmuku,luaskanlah rizkiku,dan sunyikanlah hidupku dari segala masalah”. Tiba-tiba terdengarlah suara yang mengatakan, “Akan KUkabulkan semua permintaanmu,wahai hambaku,tapi tidak untuk yang terakhir…

    ============

    Karena yang terakhir adalah alat dari-Nya yang digunakan untuk ‘membuka’ empat hal yang di depan.

  3. Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan, ‘Kami telah beriman’, sedang mereka tidak duji lagi?
    (Q.S. Al-Ankabuut [29]: 2)

    yupe, bener dim, hadapi dan nikmatilah skenarioNya..🙂..
    Bismillah..

    ========================

    Bismillah…

  4. si mrid memamg bego, jelas jelas dia sudah di seberang sungai….jadi mau kemana lagi…..

    ============================

    Tapi niatnya untuk belajar begitu besar🙂

  5. mmm…*mikir2 mode on*
    apapun itu, proses pmbljrn sll g mudah dan sll punya misteris tersendiri, seseorang sbnrnya kdg tidak mnydr bahwa dirinya tengah brd dlm proses atau dlm keberhasilan itu sendiri…*sotoy mode on*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s