Kakek…Untuk apa Tuhan menghadirkanku di dunia ini?

Sang Cucu:
Kakek…Untuk apa Tuhan menghadirkanku di dunia ini?

Sang Kakek (Bawa Muhaiyaddeen):

Tuhan telah mengajarimu segala sesuatu. Segalanya telah tertulis di dalam dirimu. Sebelum kau datang kemari, Dia berkata kepadamu, “Aku mengirimmu ke sekolah bernama dunia. Ia hanyalah tempat sementara. Kau harus pergi ke sana untuk sementara waktu untuk belajar mengenai sejarah-Ku, sejarahmu, dan sejarah lainnya. Kau harus mengerti siapa yang menciptakan segala sesuatu, siapa yang bertanggungjawab terhadap segala sesuatu, siapa Penjaga yang menjaga dirimu, dan apa milikmu yang sesungguhnya. Ketika kau telah belajar dan mengerti semua sejarah-sejarah ini, kau akan menyadari siapa dirimu dan siapakah Dia yang kau butuhkan, Sang Kebenaran, Dia Yang Maha Hidup.”

“Setelah kau mempelajari hal-hal ini semua, kau harus melewati suatu ujian. Lalu kau bisa membawa apa yang menjadi milikmu dan kembali ke sini. Tapi pertama, pergilah ke sekolah dan belajar. Lalu kembalilah.”

Tuhan mengatakan ini kepadamu dan kemudian mengirimmu ke sini. Sekarang adalah tugasmu untuk menemukan-Nya, untuk mengenal dirimu, dan untuk mengetahui apa kekayaanmu yang sejati. Itulah mengapa kau harus datang kemari. Maka, jadikan kebijaksanaanmu sebagai gunting dan periksalah milikmu dengan baik, potonglah apa-apa yang buruk. Dia telah memberikan segalanya kepadamu, tetapi kau harus memotong semua gambar yang kau ambil dengan kamera fotomu sendiri dan simpanlah hanya rol yang baik, itulah yang kau bawa menuju Penjagamu. Sambungkan semuanya dan singkirkan hal lainnya.

*********

Foto oleh brother /\ltus

26 comments

  1. tuh kan diiii…seperti yang aku bilang, apapun level pendidikan, formal or informal, dari orok sampe sakaratul maut tetep aja dinamakan ‘sekolah’😛
    tapi bersekolah yang kepala sekolahnya adalah Tuhan memang agak berat dibanding sekolah2 laen. maksudku sering aku nggak peduli dgn ‘nilai’ yang sedang aku dapatkan sekarang ato sama sekali aku nggak punya target punya nilai bagus😀
    dan dengan pede nya kalo aku dapet suatu musibah, aku selalu bilang bahwa aku sedang menghadapi ujian dari Tuhan. padahal ujian itu kan untuk hamba2Nya yang selalu ‘rajin belajar’, bukan yang males belajar seperti diriku. itu sih namanya Tuhan lagi ngasih aku peringatan. masak tukang bolos, nggak pernah ngerjain pe er, nilai kuis jelek kok mau ikut ujian? hihihi… aku sok tau ya?😀

  2. Sang Cucu: Kakek…Untuk apa Tuhan menghadirkanku di dunia ini? Untuk beribadah kepada Allah sahaja, apapun bentuk wujudnya.

    Pertanyaan menarik, akhi! Secara sayapun pernah mengalami pertanyaan itu, dan saya jawab sendiri lewat perenungan. Bahkan anak saya pun pernah nanya –saat usianya belumlah genap 3 tahun–, di mana Allah?

    Duh Allah, malunya diri ini pada-Mu. Maafkan aku, wahai Rabb

    ========================================================================

    Anak kecil bertanya hal-hal tentang eksistensi diri adalah hal yang wajar, karena jiwa mereka masih bersih dan belum terisi oleh doktrin-doktrin yang menutup qolbu. Mudah-mudahan para orang tua menjaga anak-anak mereka agar tumbuh dengan baik.

    Terima kasih mas Adi

  3. Uhhhgg…kenapa Tuhan harus mengujiku…??. Untuk apa Tuhan mengujiku..??. Bukankah Tuhan yang katanya Maha Tahu, Maha Melihat..??, lalu mengapa harus ada UJIAN bagi manusia..??. Untuk menentukan KELULUSAN dan KEGAGALAN kah…?? Klu misalkan kita GAGAL, Tuhan mo apain kita yah..??.

    Salam kenal Mas.
    Nice Blog

    =========================================================================

    Wah ini pertanyaannya bukan untuk saya, tapi untuk Tuhan. Silahkan langsung ditanyakan kepada-Nya🙂

    Salam kenal Santri Gundhul
    wah…ngak perlu beli shampo nih😀

  4. Indah dan berbahagianya manusia yang menyadari bahwa dirinya adalah hamba dan Allah adalah Robb-nya, dan semua gerak kehidupannya semata-mata untuk mencari keridhoannya..

    Salam takzhim pada Syeikh M.R. Bawa Muhaiyaddeen.

  5. bagus…
    assalamualaikum…salam damai dari saya,seseorang yang sedang belajar mengenal kehambaan dirinya, untuk mengenal Tuhan-nya…

    =======================================================================

    Wa alaikum salam
    Salam🙂

  6. kakek, jika gunting-ku masih tumpul, lantas dimana harus kupercayakan gunting ini kuasah? mungkin ada bagian buruk yang tak tergunting habis. Selama aku mencari tempat yang tepat untuk mengasah gunting ini, biar kupinjam gunting kebijaksanaan sahabat-sahabatku yang kupercaya lebih tajam daripada gunting milik-ku…

    nice reminder @ nice blog,
    Salaam🙂

    ========================================================================
    🙂

    A lovely words from a lovely heart.
    Thank you celine untuk kata-katamu.
    Jika guntingmu lebih tajam, izinkan aku untuk meminjamnya darimu🙂

    Wa alaikum salam

  7. Aku mati sebagai mineral dan menjadi tumbuhan,
    Aku mati sebagai tumbuhan dan muncul sebagai hewan,
    Aku mati sebagai hewan dan aku menjadi Insan,
    Mengapa aku mesti takut? Bilakah aku menjadi rendah karena
    kematian?
    Namun sekali lagi aku akan mati sebagai Insan, untuk membumbung
    Bersama para malaikat yang direstui; bahkan dari tingkat malaikat pun
    Aku harus wafat: Segala akan binasa kecuali Tuhan.
    Ketika jiwa malaikatku telah kukorbankan,
    Aku akan menjadi sesuatu yang tak pernah terperikan oleh pikiran.
    Oh, biarkanlah aku tiada! Karena Ketiadaan
    Membisikkan nada dalam telinga. “Sesungguhnya kepada-Nya-lah
    kita kembali.

    Rumi – Masnawi 3

    Barangkali….

    Manusia memang akan berkali-kali “sekolah” di dunia ini
    karena begitu banyak yang musti kita pelajari
    sampai akhirnya bisa “naek kelas”
    tak ada istilah kegagalan dan hukuman
    karena semua adalah proses evolusi pencerahan jiwa
    sampai akhirnya pada Nya kita kembali

    barangkali memang begitu….

  8. wah..udah lama ga mampir kesini tambah mantab aja pren.

    ========================================================================

    Aku juga sudah lama tidak berkunjung ke blog mas. But thank you so much sudah berkunjung ke sini🙂

  9. Nyari buku bawa dimana sih bro? Ndak nemu nemu nih.

    ========================================================================

    Mas Dana, infonya sudah aku kirim ke mailnya ya🙂

  10. wah ada juga rupanya kisah garis menggaris dan gunting menggunting.
    Tuh buktinya ada foto yg di garis lalu digunting, cuma kaki doang yg nampak.
    Boleh lah, asalkan garisnya ga bengkok dan ga menggunting dlm lipatan.
    Hmm..kira2 tuh kaki buat nopang apa ya??
    Sayang juga kalo cuma kliatan kaki tp ruas dada, tangan, leher dan kpala ga pernah kliatan he3…🙂

    ================

    Aduhh….ini artinya apa ya? Mohon di share mas jika berkenan🙂

  11. Saya pernah melihat tulisan Hadist Qudsi di tayangan adzan salah satu TV swasta , kalau gak salah tangkap intinya Allah SWT rindu ingin dikenal karena itulah Allah SWT menciptakan manusia. Tapi sayang nya ketika terlahir manusia lupa pada Tuhan nya. Nah tugas manusia adalah untuk kembali mengenal Tuhan dengan mengenal dirinya.
    Di pilem “Sarah Connors the Cronicles” (Terminator):
    dibawah patung dewa Apollo terdapat tulisan
    ‘ orang yang mengenal diri nya akan mengenal dewa – dewa dan alam semesta ‘

    ==============

    Sebagaimana pesan Socrates “Kenalilah Dirimu”

  12. Jangan tanyakan untuk apa kita dihadirkan didunia ini, karena kita akan jatuh.
    Pada saat kedamaian ada di lubuk hati kita, renungkan dari mana sumbernya.
    Pada saat kita marah, dendam, benci , sakit hati, iri,dengki rasakan apakah hati kita damai.
    Pada saat kita Tenang, senyum, sabar, tulus, tidak sombong, disitulah kita akan tahu untuk apa kita dihadirkan.

    Jangan tanyakan untuk apa kita dihadirkan, karena guru sejati kita adalah hati kita.

    Hati kita yang akan membuka takbir itu semua. Kita bisa merasakan, tapi kita mudah lupa pada saat apa kita damai.

  13. numpang izin saya up-load di blog saya… ga kena royalti, kan? tq b4, may God reward you with sumting good.

    ===============

    Silahkan. Terima kasih untuk doanya. Semoga dikabulkan untukmu. amin

  14. Duh ini pikiran gw banget, tapi bahasanya bagus banget..pengen nyampein ke orang2 lewat blog ku jd boleh ya di copas? ^^
    Aku percaya kita mmg sedang belajar disini, jadi kalo orang bilang “sedang dikasih ujian/ cobaan”, aku prefer bilang sedang dikasih pembelajaran..cuz Tuhan Maha Mengetahui ga mungkin nguji2/ nyoba2..kita hidup untuk kebaikan kita sendiri, utk dapat lebih mengenal diri kita dan sehingga lebih mengenal-Nya..
    Untuk kata “ujian” dalam kalimat diatas :”Setelah kau mempelajari hal-hal ini semua, kau harus melewati suatu ujian.”, menurutku itu lebih kepada dikasih test untuk diri kita sendiri (maksudnya, misalnya kaya kita sedang ngerjain test :”whats your aura colour?”, kan dikasih pertanyaan macam2, sperti:”apakah kamu suka ini?suka itu? dsb..”, trus kan akhirnya dikasih tau kalo warna aura kita apa lah gitu warnanya ceritanya, jadi kita tau warnanya, ceritanya..) .. jadi nanti kita tau dimana tempat yang paling cocok untuk diri kita..(kasian kan kalo setan yg terbuat dari api masuk surga yg sejuk ntar kedinginan, hihi)

    ===================

    Anggi terima kasih untuk silahturahminya🙂
    Silahkan di copas.
    Bagi saya sendiri, setiap hal yang terjadi adalah tempat untuk belajar. Ada sesuatu yang harus diambil dari sana. Mudah-mudahan Tuhan membimbing kita agar bisa belajar dengan baik. amin🙂

    *Jangan lupa linknya🙂

  15. saya sangat kagum dengan postingnya..

    Itulah tujuan kita didunia, untuk mengetahui dimana lautnya,
    bagaimana cara menyelamnya untuk mendapatkan mutiara dari cangkangnya, apa itu mutiara dan mengenal mutiaranya..

    =================

    Bawa Muhaiyaddeen memiliki kemampuan menyederhanakan kiasan-kiasan kehidupan sehingga mudah dipahami bagi siapapun.

  16. ketika daun jatuh dari ranting dan turun kehulu sungai.
    mengalir bersama air tanpa mampu berkelit. biarkan. kalaupun toh air membawamu terhenti apada pokok pohon yg melintang disungai pun, biarkan, atau….. ketika daun terhimpit antar bebatuan,….. .biarkan. ikuti arus. air tak pernah ingkar sunnah. ikuti air itu.
    semoga arus air berbaik hati membawa mu muara, dan akhirnya bersatu
    dengan laut. yang mana segala sesuatu akan berkumpul. yang bening akan berkumpul dg laut, yang sampah akan terpinggirkan di pantai.
    duh GUSTI…..parengaken dalem saget marek dumateng PANJENENGAN.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s