Bercengkerama Dengan Anak-Anak

Kita harus membuat hati anak-anak kita benar-benar suci. Kemanapun mereka pergi bermain, dimanapun mereka berada kita harus memastikan bahwa mereka tumbuh dengan hati yang suci. Pelajaran yang kita ajarkan kepada mereka, cara yang kita sampaikan bergantung pada apa yang kita lakukan karena mereka meniru tingkah laku kita. Mereka mencoba meniru kata-kata yang kita ucapkan layaknya burung beo, mereka mencoba melakukan apa yang kita lakukan. Jika kita marah, seorang anak akan mengekspresikan kemarahannya melalui caranya sendiri. Anak-anak belajar dari apa yang kita ajarkan kepada mereka dan setelah mereka dewasa mereka akan mengajarkannya kepada anaknya, begitulah seterusnya. Kita adalah guru, kita adalah guru bagi kehidupan anak kita sejak ia lahir hingga akhir waktu. Apapun yang kita ajarkan pada anak-anak itulah yang akan ia ajarkan kepada orang lain, anak-anak meniru apa yang ia lihat. Jika kita bisa menghadirkan perkataan yang baik, perkataan yang membangun, perkataan yang indah, perkataan yang dipenuhi oleh belas kasih, perkataan yang dipenuhi oleh kearifan kepada anak-anak, mereka akan tumbuh di jalan kebenaran. Dan jika kita ingin melakukan hal ini, kita sendiri harus bertransformasi terlebih dahulu. Ini adalah pelajaran yang terbaik bagi seorang anak.

– Muhammad Raheem Bawa Muhaiyaddeen

*********

Foto diambil dari sini

7 comments

  1. Assalamu’alaikum
    Benarlah firman Allah, bahwa setiap anak terlahir dalam keadaan fitrah. Lingkungan pertama bagi dia adalah orang tuanya; maka benarlah pula ajaran Islam, agar suara pertama yang diperdengarkan kepadanya adalah suara adzan dan iqomah. Suara yang tidak lain agar membesarkan Allah semata; tiada ilah selain Dia dan Muhammad adalah Rasul Allah. Suara yang menyerunya agar mendirikan sholat; dan kepada kebahagiaan dan kemenangan sejatinya.

    Amma ba’du…afahukmul jahillyati yabghuun?
    Wassalamu’alaikum wr wbr (syukron, ya akhuna)

  2. Ya Allah,

    Indah nian sikap dan kata yg lahir dari hati yg bersih penuh kasih.
    Semoga Engkau Ya Allah, bersedia menganugerahkannya kepada kami dalam upaya kami yg acap kali tertatih…

    Thaks Mas Dimas,
    Semoga Allah SWT membalas dengan balasan terbaik

    Wassalam

    ========================================================================

    Salut kepada mereka yang setiap sikap dan tutur katanya muncul dari lubuk hati yang paling dalam.

    Ya Rabb, bimbing kami dalam membersihkan hati kami. amin

    Thanks juga untuk mas Rozy,
    Semoga Allah SWT membalas dengan balasan yang terbaik.

    Wa alaikum salam

  3. Yup! absolutely agree..
    sayangnya, banyak faktor juga yg bisa “mengkontaminasi” mereka. Aku suka prihatin kalo ada anak kecil nyanyi lagu2 ‘dewasa’, kayaknya belom wt-nya aja..
    Rasanya, menjaga kepolosan anak2 yg tumbuh jaman skr lebih susah deh *pesimis*

    ========================================================================

    Teman saya punya keponakan usia 4 tahun, nonton dangdut sama pembantunya, eeee malah akhirnya ponakannya bisa nyanyi dangdut. Saya geleng-geleng kepala mendengarnya. Memang zaman sekarang, tantangan sebagai orang tua begitu tinggi. Tetapi apapun yang terjadi kita harus terus berusaha untuk menjaga dan memberikan yang terbaik bagi anak-anak kita *optimis*😉

  4. JazakallahuKhair..Ku rindukan bayi diriku..Aku selalu bertukar..
    LaaHaulawalaQuwwatailla Billah..
    Kpd sahabat2 yg putih bersih..ku ingin menjejaki kalian..

  5. huehehehe…anak2 kan memang peniru sejati. yang ditiru yaaaa orang2 yang paling deket dengannya (baca : ortu). mana anak2 sekarang pinter2. pengalamanku sendiri, aku membiasakan untuk berkata jujur sama anakku dengan harapan anakku juga bisa ngomong jujur. lama2 karna kebiasaan, aku juga akhirnya bisa berkata jujur dengan orang lain. tapi kadang bingung juga sih, menghadapi anak2 jaman sekarang saking pinternya dia meniru, misal lagi jalan2 si anak minta mainan trus aku bilang : “ibu lagi nggak punya uang, minggu depan aja ya…(memang dalam kondisi bokek)”
    trus suatu waktu si ibu minta ke pembantu belikan anak es krim, tapi pulang2 si anak malah beli coklat, si ibu tanya :”lho kan ibu tadi kasih uang sama si mbak buat beliin adek es krim, kok malah adek beli coklat?”
    trus si anak bilang : “adek lagi nggak punya uang, minggu depan aja ya…”
    arrrggghhh….dan ini bener2 terjadi pada anakku hehehe…

    =========================================================================

    hahahaha
    Nik ponakanmu lucu bener sih. Tapi anak-anak memang begitu. Apa aja ditiru. Ponakanku akibat kebanyakan nonton kartun inggris, dia jadi bisa berbicara bahasa inggris tanpa ada yang mengajari. Kalo positif sih bagus, tapi kita harus menjaga mereka dari hal-hal yang tidak baik bagi mereka.

  6. anak adalah investasi dunia akhirat.
    di dunia ia kelak akah merawat orang tuanya jika mereka telah tua, lemah dan jompo.
    di akhirat, doa anak-anak yang sholeh mengiringi kehidupan orangtuanya di alam sana
    jagalah, rawatlah bimbinglah anak-anak kita

    ===========================

    Betapa indah. Terima kasih sudah berbagi🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s