Nabi Dan Pengemis Buta

589485984_small.jpgDi sudut pasar Madinah Al-Munawarah terdapat seorang pengemis Yahudi buta, yang tiap hari apabila ada orang yang mendekatinya , ia selalu berkata “Wahai saudaraku, jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya kalian akan dipengaruhinya”. Tetapi setiap pagi Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawa makanan, dan tanpa berkata sepatah kata Rasulullah SAW menyuapi makanan yang dibawanya kepada pengemis itu, walaupun pengemis itu selalu berpesan agar tidak mendekati orang yang bernama Muhammad. Rasulullah SAW melakukannya hingga Beliau wafat. Setelah kewafatan Rasulullah tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu.

Suatu hari Abubakar r.a berkunjung ke rumah anaknya Aisyah r.ha. Beliau bertanya kepada anaknya, “anakku adakah sunnah kekasihku yang belum aku kerjakan”, Aisyah r.ha menjawab, “Wahai ayah, engkau adalah seorang ahli sunnah hampir tidak ada satu sunnahpun yang belum ayah lakukan kecuali satu sunnah saja”. “Apakah itu?”, tanya Abubakar r.a. Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi ke ujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang berada di sana”, kata Aisyah r.ha.

Keesokan harinya Abubakar r.a. pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikan kepada pengemis itu. Abubakar r.a mendatangi pengemis itu dan memberikan makanan itu kepadanya. Ketika Abubakar r.a. mulai menyuapinya, si pengemis marah sambil berteriak, “siapakah kamu ?”Abubakar r.a menjawab, “aku orang yang biasa”. “Bukan! Engkau bukan orang yang biasa menyuapiku!”, jawab si pengemis buta itu. “Apabila orang yang sering menyuapiku datang kepadaku, tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu ia menghaluskan makanannya sehingga aku tidak susah mengunyahnya”, kata pengemis buta itu.

Abubakar r.a. tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu, “Aku memang bukan orang yang biasa datang padamu, aku adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah SAW.”

Setelah pengemis itu mendengar cerita Abubakar r.a., ia begitu terharu hingga meneteskan air mata, kemudian berkata, “Benarkah demikian? Selama ini aku selalu menghina dan memfitnahnya, namun ia tidak pernah memarahiku sedikitpun, ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, sungguh ia begitu mulia.” Pengemis Yahudi buta itu pun akhirnya bersyahadat dihadapan Abubakar r.a.

***

Ya Nabi, sungguh Engkaulah teladan yang sempurna.

Yaa Nabi sallam alaika
Yaa Rasul sallam alaika
Yaa Habib salam alaika
Sholawatullah alaika

*********

Kisah di atas diambil dari almihrab.com

20 comments

  1. shollallohu ‘ala muhammad… shollalohu ‘alaihi wa sallim…

    sungguh menggetarkan kalbu🙂, smg kami bisa mengikuti suri teladan engkau ya Rasul.

    =======================================================================

    Amin

  2. assalamu’alaikum
    Allah, begitu mulia akhlak Rasul-Mu. Maka kepada siapa aku ini mengambil teladan, kalau bukan kepada Baginda Rasul, Muhammad SAW.
    Syuqron Akhi, Wassalamu’alaikum

    ========================================================================

    Wa alaikum salam🙂

  3. semoga teladan ini bisa kita ambil , di tengah degradasi iman dan perpecahan antara sesama umat islam
    nyok tebarkan ukuwah dan tali silaturahmi

    ========================================================================

    Nyok!🙂
    Mari pemuda Indonesia, kita kuatkan kembali akar persaudaraan kita!

  4. Ud Yahudi, buta, tua lagi! Dr sini aja udah cukup bukti ini adalah teladan ketulusan Nabi dalam menolong orang lain – tidak pilih kasih ato selera. Saya yaqin tak ada sedikitpun maksud Nabi untuk mem-prospek apalagi memaksakan kehendak/keyakinannya ke pengemis buta itu.
    Ada yg belum pernah denger teladan inikah?

    ========================================================================

    “Ud Yahudi, buta, tua lagi!” —> Mari kita peluk dia dengan seluruh cinta yang kita miliki🙂

  5. Kapan kita bisa meneladaninya ya?

    ========================================================================

    Ya Allah, berikan kami bimbingan dan kekuatan untuk meneladani para utusan-Mu. amin🙂

  6. Mengingatmu…
    Hati terasa rindu

    Mencoba meniru lakumu,
    Sungguh terasa berat dan aku tak mampu,

    Sungguh malu rasa hatiku,
    Namun tak dapat kusimpan rasa itu..

    Ku rindu engkau Ya Rasullah…

  7. sungguh mulia akhlakmu ya rasulullah menyadarkanku akan diriku seorang pemarah…mudah2an saya bisa mencontoh mu memiliki sifat penyabar dan ikhlas

  8. hiks,hiks, sya jg t’ haru dg cerita ini.tp jg bangga, dan ayolah qt instropeksi diri qt masing2…belajar mengikuti teladan sang uswatun hasanah.. Abu Bkar r.a aja ampe menitikkan air mata ya…gorgeous.

  9. Ya habiballoh…Yaa Rosulalloh… betapa hati ini bagaikan butir debu di kakimu…akhlakmu yang paling agung…sinari hati ini dengan ahklakmu…dengan tarbiyahmu Yaa Rosulalloh…

  10. y Allah
    betapa rahmat dan kasih sayang-Mu teramat luas,
    sudilah kiranya Engkau menyampaikan salam shalawat kami kepada suri tauladan dan junjungan kami
    ‘Nabi Besar Muhammad saw’
    yang begitu mulia akhlak dan perangainya…….

    trimaksih jg bwt yg dah nlis blog ini
    mga mjd amalan yg tak terputus dan mjd amalan yg memberatkan timbangan di akhirat kelak

    Ass wrwb bwat smua saudara2 seiman di seluruh penjuru dunia

  11. Ya Rosulullah, Engkau begitu mulia..
    Sholawat keatasmu ya Rosul..
    Ya Allah aku ingin bertemu Rosul-Mu..ijinkan ya Allah,amiin..
    dalam mimpi atau dalam Syurga nanti, tp aq begitu malu..
    Ya Allah..berikanlah petunjuk dan karuniaMu, amiin..

    ==========

    Amin.

  12. membaca cerita-cerita tentang akhlak Nabi selalu membuatku lupa akan artis favoritku, lupa akan cewek pujaanku, lupa akan tokoh idolaku, dan lupa akan orang-orang yang kupuja kucintai.Cuma Nabi yang layak kucinta…cuma Nabi yang layak kurindu…Oh Nabi, kunjungilah aku dalam tidurku…Oh Nabi,bukan nama pacarku yang kusebut saat aku mau tidur.Bukan nama temanku yang kusebut dalam doaku.Bukan nama artis yang kutulis dalam buku-bukuku.Bukan nama orang lain yang kusebut setelah selesai wudlu. Dan bukan nama siapa-siapa yang kuingat saat aku mabuk oleh lagu-lagu sholawat. Kecuali namamu…namamu ya rosul… Oh Nabi,semoga engkau berkenan mendekap tubuh penuh lumpur ini di hari kiamat esok…

    ===================

    Amin.
    Terima kasih mas atas komentarnya.

  13. bener2 rasanya pengin nangis membaca kisah di atas. bukan seperti yg lain yg membalas kejahatan dg kejahatan. alangkah mulia hatimu ya rasulullah. mudah2n kami dpt mengikuti sunnahmu. amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s