Dari Dalam Ke Luar

4893284.jpg

Seorang Bijak berkata:

“Anakku, jika kau ingin membuat perubahan dalam hidupmu, mulailah dari dirimu sendiri. Bukan orangtuamu, bukan temanmu, bukan pula sahabatmu. Semua perubahan dimulai dari dirimu sendiri. Dari dalam ke luar, bukan dari luar ke dalam.

Anakku, ketika aku masih kecil dan bebas, dan imajinasiku tidak ada batasnya, aku mengimpikan untuk mengubah dunia;

Ketika aku semakin dewasa dan semakin bijaksana, aku sadar bahwa dunia tak mungkin diubah.

Dan aku putuskan untuk mengurangi impianku sedikit dan hanya mengubah negeriku. Tetapi itupun tampaknya tidak mungkin.

Ketika aku memasuki usia senja, dalam suatu upaya terakhir, aku berusaha mengubah keluargaku sendiri, mereka yang paling dekat denganku, tetapi sayang, mereka tidak menggubrisku.

Dan sekarang tatkala ajalku mendekat, aku sadar bahwa kalau saja aku mengubah diriku terlebih dahulu, lalu dengan teladan mungkin aku bisa mempengaruhi keluargaku, dan dengan dorongan serta dukungan mereka mungkin aku bisa membuat negeriku menjadi lebih baik, dan siapa tahu, mungkin aku bisa mengubah dunia.

Ingat anakku,
Bukan dari luar ke dalam, tapi dari dalam ke luar!

12 comments

  1. Nice posting…
    Mengubah diri sendiri itu mang sangat sulit ya… seperti Hadist Rasulullah saw, “Kita kembali dari jihad terkecil menuju jihad terbesar, yakni jihad melawan hawa nafsu pada diri sendiri.” jihad terkecil (ketika itu Rasulullah mengalahkan musuhnya pada perang badar)
    ehmm…fotonya bagus🙂

    =========================================================================

    JIHAD AKBAR!!! Sebuah perjalanan penuh perjuangan. Perjalanan “Pulang Kampung” untuk menemukan DIRI SEJATI, menggapai Ridho Sang Ilahi.
    Ya Rabb, Bimbing kami dalam kembali menuju-Mu. amin

  2. Ibarat mengobati luka di tubuh, maka untuk mempercepat sembuhnya mestilah dilakukan pengobatan sejak dini dan bukan menunggunya hingga menjadi borok dan menyebar luas ke seluruh tubuh sehingga akhirnya semakin sulit untuk disembuhkan. Sebagaimana halnya dengan merubah kondisi negara yg rusak, semua tidak akan berjalan baik tanpa mengawalinya dari perbaikan diri pribadi dan keluarga, karena sesungguhnya sebuah negara itu pun tidak lain dibentuk dari kumpulan “Keluarga-keluarga” yg ada.

    Wallahu a’lam

    =========================================================================

    Sungguh sebuah mutiara yang begitu indah. Benar, kualitas sebuah bangsa bisa terlihat pada masyarakatnya, kualitas sebuah masyarakat bisa terlihat pada keluarga-keluarga yang ada di dalamnya dan kualitas sebuah keluarga terpantul dari setiap individu anggota keluarganya.

    Mari kita mulai dari diri sendiri. Mengingat kata Aa Gym “Mulai dari diri sendiri, mulai dari yang kecil dan mulai dari saat ini”

    Terima kasih sobat telah berbagi. Semoga Allah SWT selalu menjaga hatimu. amin🙂

  3. setuju… semua berawal dari diri sendiri…

    =========================================================================

    Mari kita awali dari diri sendiri🙂

  4. jika hati mulai menjauh dari Allah, maka hati juga mulai menjadi keras.
    ya?

    =========================================================================

    Para Guru Bijak berkata: “Jika cermin hati telah terkotori oleh debu, maka pantulan cahayanya akan tertutupi”

  5. Yah bener2….itu jg sebgaian dr yg aQ rasain slm ini…g aQ pungkiri, aQ pengen bgwt berubah dan perubahan itu hrs dimulai dr diriQ sendiri…g mudah mmg, tp mmg hrs di coba..🙂 Insya Allah deh…

    =========================================================================

    aku juga ingin berubah, tapi tetap saja kembali kepada kebiasaan yang lama. Seperti yang Sarah katakan perubahan itu memang tidaklah mudah,tapi mudah-mudahan kita bisa terus belajar untuk memperbaiki diri. Terima kasih Sarah🙂

  6. Mengubah diri bisa diibaratkan sebuah inner journey yang melelahkan. Diawali dgn pengenalan panca indera, emosi perasaan, akal pikiran, dan keinginan (nafsu) sampai pada hamparan kesucian hati (qalb) ketika sedikit demi sedikit keakuan (ego) mulai terkikis. Lambat laun akan terbit matahari kesadaran akan keberadaan diri sebagai hamba Allah sekaligus wakilNya untuk melaksanakan tugas unik semasa hidup di dunia. Indah dalam kata-kata, namun sulit dalam prakteknya🙂

  7. Allahumma arifni nafsi.. [Ya Allah…bantu hamba untuk mengenal diri ini..]

    =========================================================================

    Amin Ya Allah. Bantu kami ya Allah, Engkaulah Pembimbing Sejati. Jadikan Engkau sebagai Tujuan kami. amin

  8. asalamualikum.w.w cerita yg sangat bagus,tapi itu bagi orang awam,,dalam mengubah diri bulan hanya tekat yg harus kuat tapi juga usaha untuk mencapainya.dan jangan lupa ,semakin besar keinginan orang untuk berubah,semakin besar juga cobaannya..tapi kalo orang sudah mengenal dirinya pastilah dipelihara oleh ALLOH.dan perubahan yg anda inginkan pastilah mudah, mari saudaraku kita mecari ilmunya mengenal diri amin………salam

    ========================================================================

    Wa alaikum salam🙂
    Terima kasih mas Kafhi untuk nasehatnya🙂 Alhamdulillah mas Kafhi bisa berbagi.

    “mari saudaraku kita mecari ilmunya mengenal diri” —> Amin Ya Rabb. Wahai Rabb Yang Maha Mulia, bimbing kami dalam mengenal diri kami. amin

  9. Assalamualaikum..
    lam kenal…ga sengaja baca,alhamdullilah banyak hikmah yang bisa d petik. Mengenai perubahan diri adalah sesuatu yang sulit karena yang kita hadapi adalah emosi, ego dan nafsu diri kita sendiri.semua berawal dari sebuah niat. Insyaallah Allah akan memberikan petunjuk kepada hambanya yang mau menolong dirinya sendiri amin ya allah.

    ========================================================================

    Wa alaikum’salam.

    Mudah-mudahan Allah selalu menganugerahi kita kekuatan dalam perjalanan ini.

    “Insyaallah Allah akan memberikan petunjuk kepada hambanya yang mau menolong dirinya sendiri” Amin

  10. assalamualaikum .w.w
    dalam diri tiap manusia ada 2 nafsu,(amarah,luamah,sawiah,mudmainah), 3 diantaranya nafsu yg selalu menbawa manusia untuk berbuat yg tidak baik(segala macam hal yg jelek), dan cuma 1 yg selalu membawa manusia mengerjakan kebaikan, maka sanggupkah yg1 melawan yg 3….???
    di tahap itu keimanan di pertanyakan, apakah realita solat kita
    ada buktinya, salam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s