Socrates yang terkenal bijak di masanya suatu hari didatangi seorang pemuda yang ingin menjadi arif seperti Socrates.

“Saya ingin mengetahui segala sesuatu yang bapak ketahui!” seru pemuda tersebut.

“Kalau memang begitu keinginanmu”, kata Socrates, “ayo ikut bapak ke sungai.”

Dengan penuh rasa ingin tahu, pemuda itu mengikuti Socrates menuju sungai yang ada di ujung kota. Sementara mereka duduk di tepi sungai, Socrates berucap,”Coba lihat baik-baik sungai ini, apa yang kamu lihat?”

“Saya tidak melihat apapun”, kata pemuda itu.

“Lihatlah lebih dekat lagi”, kata Socrates.

Ketika pemuda itu mencondongkan dirinya ke arah sungai, tiba-tiba Socrates menjenggut kepala pemuda itu dan memasukkannya ke dalam air sungai. Pemuda itu meronta-ronta, tetapi cengkraman Socrates yang kuat membuat kepalanya tetap terendam. Ketika kira-kira pemuda itu sudah tidak tahan lagi, barulah Socrates menariknya dan membaringkannya di tepi sungai.

Sambil terbatuk-batuk dengan nafas tersenggal, pemuda itu mengomel, “Bapak gila ya? Mau membunuh saya ya?

Ketika kepalamu terbenam tadi, apa yang paling kamu inginkan?” tanya Socrates.

“Ya sudah jelas aku ingin bernafas!” sentak pemuda itu.

“Jangan pernah keliru menganggap kearifan itu mudah didapatkan, anak muda”, kata Socrates.

“Kalau kamu memang bersungguh-sungguh ingin belajar kearifan sebagaimana kamu ingin bernafas barusan, baru cari bapak lagi ya.”

89898943.jpg

*********

:: Kisah di atas diambil dari buku: “7 Kebiasaan Remaja yang Sangat Efektif” Karya Sean Covey. Buku saya dulu ketika ABG…hehehe. Inilah buku pertama saya yang merubah cara pandang saya terhadap hidup.

:: Socrates adalah seorang filosof klasik yang hidup pada tahun 470SM – 339SM di Athens, Yunani.

:: Beberapa petuah dari Socrates:

– Kenalilah dirimu.

– Siapa yang bersyukur dengan yang sedikit dialah yang terkaya, karena bersyukur adalah esensi kekayaan.

– Berbohong tidak saja buruk bagi mereka, tetapi juga meracuni jiwa dengan keburukan.

– Iri hati adalah borok dari jiwa.

Menikahlah. Jika engkau mendapatkan istri yang baik, engkau akan bahagia; jika engkau mendapatkan yang buruk, engkau akan menjadi seorang filosof.

– Aku tidak mengetahui apapun kecuali fakta akan kebodohanku.

– Jika seorang manusia bangga atas kekayaannya, sepatutnya ia tidak dipuji hingga diketahui bagaimana ia menggunakan kekayaannya.

– Biarkan dia yang ingin merubah dunia, merubah dirinya terlebih dahulu.

– Kearifan sejati hadir pada diri kita masing-masing ketika kita menyadari bahwa betapa kecilnya pemahaman kita mengenai hidup, diri kita, dan dunia di sekeliling kita.

– Hidup yang belum teruji, bukanlah hidup yang bernilai.

– Kebijaksanaan bermula dari keingintahuan.

– Hanya ada satu kebaikan, yaitu ilmu, dan satu keburukan, yaitu kebodohan.

– Dia yang tidak bersyukur dengan apa yang dimilikinya, tidak akan pernah bersyukur dengan apa yang ingin dimilikinya.

– Ingatlah, tidak ada kondisi manusia yang menetap. Sehingga engkau tidak terlalu bergembira dalam kondisi bahagia maupun tidak terlalu bersedih dalam kondisi duka.

– Waktu keberangkatan telah tiba dan kita berjalan masing-masing; Aku mati, dan engkau hidup. Siapakah yang lebih baik? Hanya Tuhan yang mengetahui.

– Berbudi pekerti luhur adalah keindahan dari jiwa.

Iklan