Sebuah Jam Di Gurun Sahara

jam-kecil.jpgAndaikan engkau berkenala di gurun dan menemukan sebuah jam tergeletak di pasir. Apakah yang akan engkau simpulkan? Apakah engkau berpikir bahwa jam ini terjatuh dari kantung seseorang? Atau engkau berpikir bahwa jam ini hadir di tempat ini dengan sendirinya?

Tentu saja setiap orang yang waras tidak akan mengatakan bahwa jam ini terbentuk dengan sendirinya. Suku cadang di dalam jam tidak mungkin terbentuk dengan sendirinya dari logam yang terkubur di dalam pasir. Jam tersebut haruslah ada penciptanya.

Jika sebuah jam mampu menunjukkan waktu dengan akurat, kita pasti mengira bahwa penciptanya sungguh cakap.

***

800px-sunrise-daytona-beach-fl_small.jpg

Hal lain apakah yang dapat menunjukkan ketepatan waktu? Pertimbangkan mengenai matahari terbit dan matahari tenggelam. Ketepatan waktu mereka begitu teratur sehingga para ilmuwan dapat memajang kapan waktu matahari terbit dan kapan waktu matahari tenggelam dengan keakuratan yang tinggi. Tetapi siapa yang mengatur kapan matahari terbit dan kapan matahari tenggelam? Jika sebuah jam tidak bisa bekerja tanpa ada penciptanya yang cakap, bagaimana mungkin matahari bisa terbit dengan waktu yang teratur? Bisakah ini terjadi dengan sendirinya?

***

Foto asli Matahari

matahari_small.jpg

Pertimbangkan juga bahwa kita dapat mengambil manfaat dari matahari karena ia berada pada jarak yang aman dari bumi, jarak yang rata-ratanya berkisar 143 juta km dari bumi. Jika matahari terlalu dekat ia akan membakar bumi, dan jika matahari terlalu jauh, bumi akan berubah menjadi planet es yang tidak akan mungkin untuk ditempati oleh manusia. Siapakah yang memutuskan untuk mengatur jarak aman ini? Bisakah ia terjadi dengan kebetulan?

Tanpa matahari, tumbuh-tumbuhan tidak akan hidup. Lalu binatang dan manusia akan kelaparan. Mataharikah yang memutuskan untuk hadir di sana bagi kita?

***

atas_small.jpg

Pancaran sinar matahari akan berbahaya bagi kita jika tidak ada lapisan pelindung ozon di atmosfer. Atmosfer yang mengelilingi bumi menjaga agar pancaran sinar ultraviolet tidak sampai kepada kita. Siapakah yang meletakkan lapisan pelindung yang mengelilingi kita tersebut?

Kita membutuhkan matahari. Kita membutuhkan energi dan cahayanya untuk melihat di siang hari. Tetapi kita juga membutuhkan matahari terbenam. Kita juga butuh istirahat dari cahaya matahari, kita butuh kehangatan malam dan kita butuh gelapnya malam agar kita dapat tidur. Siapakah yang mengatur proses ini untuk menyediakan kebutuhan kita?

Lebih jauh, kita menginginkan keindahan lebih dari sekedar matahari dan pelindung atmosfer. Pakaian kita memberikan kehangatan dan perlindungan, sehingga kita merancangnya agar terlihat indah. Mengetahui keindahan sebagai kebutuhan, Sang Perancang matahari terbit dan matahari tenggelam juga merancang pemandangan keduanya begitu menakjubkan.

Sang Pencipta yang memberikan kita cahaya, energi, perlindungan dan keindahan membuat manusia selayaknya bersyukur. Namun, tetap beberapa manusia yakin bahwa Tuhan tidak ada. Apakah yang mereka pikirkan jika mereka menemukan sebuah jam di padang pasir? Sebuah jam yang bekerja secara akurat? Sebuah jam yang dirancang dengan begitu indah? Apakah mereka akan menyimpulkan bahwa pencipta jam tersebut tidak ada?

*********

:: Foto jam diambil dari sini

:: Foto matahari terbit diambil dari sini

:: Foto atmosfer diambil dari sini

:: Merenungkan Matahari Terbenam

26 comments

  1. Terjadilah kehendakNya, kita mah cuma manut aja.😀

    =========================================================================

    Eh cepat kali kau komen! Baru aja diposting…hehehe.
    Kehendak-Nya adalah kesempurnaan.

  2. Sungguh sempurna dan adilnya ketentuan Allah SWT dan Dia pun Maha Indah🙂

    Ya Allah,
    bantulah kami memperbaiki dzikir kami, syukur kami dan memperbagus ibadah kami kepada-Mu…amin.

    ===========================================================================

    Kabulkanlah Wahai Tuhan kami.

  3. semoga orang yang belum mengenal Tuhan akan diberi petunjuk menuju cahaya-Nya

    =========================================================================

    Amin. Kabulkanlah ya Allah

  4. Tiada kesulitan bagi Allah untuk menciptakan dan mengatur itu semua
    Qun Faa Yaa Qun

    ========================================================================

    Segala Puji Bagi-Nya.

  5. Kok bisa ya kita punya nafas?
    Kok bisa ya kita punya jantung?
    Kok bisa ya kita punya otak?

    sehingga tanpa disadari kita bisa bernafas, berdetak dan memikir, tanpa perlu disuruh?
    anehnya disaat semuanya `berhenti`, jungkir balik kita berharap kesemuanya untuk dpt kembali lagi.

    ================

    Iya. Ketika sakit baru menyadari arti kesehatan.

  6. MARTABAT TUJUH
    Mengenai martabat pengujudan diri rahsia Allah S.W.t.atau di kenali juga Martabat Tujuh, itu terbahagi ia kepada 7 Alam;
    Ke tujuh-tujuh martabat atau alam ini terkandung ia di dalam surah -Al Ikhlas

    QulhuwallahuAhad – Ahdah
    Allahushomad – Wahdah
    Lamyalidd – Wahdiah
    Walamyuladd – Alam Roh (Alam Malakut)
    Walamyakullahu – Alam Misal (Alam Bapa)
    Kuffuan – Alam Ijsan
    Ahad> – Alam Insan
    Seperti FirmanNya lagi dalam Al- Quran

    [33] Setelah diketahui demikian maka tidaklah patut disamakan Allah Tuhan yang berkuasa mengawas tiap-tiap diri dan mengetahui akan apa yang telah diusahakan oleh diri-diri itu, (dengan makhluk yang tidak bersifat demikian). Dalam pada itu, mereka yang kafir telah menjadikan beberapa makhluk sebagai sekutu bagi Allah. Katakanlah (wahai Muhammad): Namakanlah kamu akan mereka (yang kamu sembah itu). Atau adakah kamu hendak memberi tahu kepada Allah akan apa yang tidak diketahuiNya di bumi? Atau adakah kamu menamakannya dengan kata-kata yang lahir (sedang pada hakikatnya tidak demikian)? Bahkan sebenarnya telah diperhiaskan oleh Iblis bagi orang-orang yang kafir itu akan kekufuran dan tipu daya mereka (terhadap Islam) dan mereka pula disekat oleh hawa nafsu mereka daripada menurut jalan yang benar dan (ingatlah) sesiapa yang disesatkan oleh Allah (dengan pilihannya yang salah) maka tidak ada sesiapapun yang dapat memberi hidayat petunjuk kepadanya.
    Surah Al-A’Rad Ayat:33
    ****************************@@@@***************************************

    NUR, MATA HATI DAN HATI
    ——————————————————————————–
    NUR-NUR ILAHI ADALAH KENDERAAN HATI DAN RAHSIA HATI. NUR ITU IALAH TENTERA HATI, SEBAGAIMANA KEGELAPAN ADALAH TENTERA NAFSU. JIKA ALLAH S.W.T MAHU MENOLONG HAMBA-NYA MAKA DIBANTU DENGAN TENTERA ANWAR (NUR-NUR) DAN DIHENTIKAN BEKALAN KEGELAPAN. NUR ITU BAGINYA MENERANGI (MEMBUKA TUTUPAN), MATA HATI ITU BAGINYA MENGHAKIMKAN DAN HATI ITU BAGINYA MENGHADAP ATAU MEMBELAKANG.
    —————————————————————————
    Allah s.w.t hanya boleh dikenal jika Dia sendiri mahu Dia dikenali. Jika Dia mahu memperkenalkan Diri-Nya kepada hamba-Nya maka hati hamba itu akan dipersiapkan dengan mengurniakannya warid. Hati hamba diterangi dengan Nur-Nya. Tidak mungkin mencapai Allah s.w.t tanpa dorongan yang kuat dari Nur-Nya. Nur-Nya adalah kenderaan bagi hati untuk sampai ke Hadrat-Nya. Hati adalah umpama badan dan roh adalah nyawanya. Roh pula berkait dengan Allah s.w.t dan perkaitan itu dinamakan as-Sir (Rahsia). Roh menjadi nyawa kepada hati dan Sir menjadi nyawa kepada roh. Boleh juga dikatakan bahawa hakikat kepada hati adalah roh dan hakikat kepada roh adalah Sir. Sir atau Rahsia yang sampai kepada Allah s.w.t dan Sir yang masuk ke Hadrat-Nya. Sir yang mengenal Allah s.w.t. Sir adalah hakikat kepada sekalian yang maujud.
    Nur Ilahi menerangi hati, roh dan Sir. Nur Ilahi membuka bidang hakikat-hakikat. Amal dan ilmu tidak mampu menyingkap rahsia hakikat-hakikat. Nur Ilahi yang berperanan menyingkap tabir hakikat. Orang yang mengambil hakikat dari buku-buku atau dari ucapan orang lain, bukanlah hakikat sebenar yang ditemuinya, tetapi hanyalah sangkaan dan khayalan semata-mata. Jika mahu mencapai hakikat perlulah mengamalkan wirid sebagai pembersih hati. Kemudian bersabar menanti sambil terus juga berwirid. Sekiranya Allah s.w.t kehendaki warid akan didatangkan-Nya kepada hati yang asyik dengan wirid itu. Itulah kejayaan yang besar boleh dicapai oleh seseorang hamba semasa hidupnya di dunia ini.

    Alam ini pada hakikatnya adalah gelap. Alam menjadi terang kerana ada kenyataan Allah s.w.t padanya. Misalkan kita berdiri di atas puncak sebuah bukit pada waktu malam yang gelap gelita. Apa yang dapat dilihat hanyalah kegelapan. Apabila hari siang, matahari menyinarkan sinarnya, kelihatanlah tumbuh-tumbuhan dan haiwan yang menghuni bukit itu. Kewujudan di atas bukit itu menjadi nyata kerana diterangi oleh cahaya matahari. Cahaya menzahirkan kewujudan dan gelap pula membungkusnya. Jika kegelapan hanya sedikit maka kewujudan kelihatan samar. Sekiranya kegelapan itu tebal maka kewujudan tidak kelihatan lagi. Hanya cahaya yang dapat menzahirkan kewujudan, kerana cahaya dapat menghalau kegelapan. Jika cahaya matahari dapat menghalau kegelapan yang menutupi benda-benda alam yang nyata, maka cahaya Nur Ilahi pula dapat menghalau kegelapan yang menutup hakikat-hakikat yang ghaib. Mata di kepala melihat benda-benda alam dan mata hati melihat kepada hakikat-hakikat. Banyaknya benda alam yang dilihat oleh mata kerana banyaknya cermin yang membalikkan cahaya matahari, sedangkan cahaya hanya satu jenis sahaja dan datangnya dari matahari yang satu jua. Begitu juga halnya pandangan mata hati. Mata hati melihat banyaknya hakikat kerana banyaknya cermin hakikat yang membalikkan cahaya Nur Ilahi, sedangkan Nur Ilahi datangnya dari nur yang satu yang bersumberkan Zat Yang Maha Esa.
    Kegelapan yang menutupi mata hati menyebabkan hati terpisah daripada kebenaran. Hatilah yang tertutup sedangkan kebenaran tidak tertutup. Dalil atau bukti yang dicari bukanlah untuk menyatakan kebenaran tetapi adalah untuk mengeluarkan hati dari lembah kegelapan kepada cahaya yang terang benderang bagi melihat kebenaran yang sememangnya tersedia ada, bukan mencari kebenaran baharu. Cahayalah yang menerangi atau membuka tutupan hati. Nur Ilahi adalah cahaya yang menerangi hati dan mengeluarkannya dari kegelapan serta membawanya menyaksikan sesuatu dalam keadaannya yang asli. Apabila Nur Ilahi sudah membuka tutupan dan cahaya terang telah bersinar maka mata hati dapat memandang kebenaran dan keaslian yang selama ini disembunyikan oleh alam nyata. Bertambah terang cahaya Nur Ilahi yang diterima oleh hati bertambah jelas kebenaran yang dapat dilihatnya. Pengetahuan yang diperolehi melalui pandangan mata hati yang bersuluhkan Nur Ilahi dinamakan ilmu laduni atau ilmu yang diterima dari Allah s.w.t secara langsung. Kekuatan ilmu yang diperolehi bergantung kepada kekuatan hati menerima cahaya Nur.
    Ilahi.
    Murid yang masih pada peringkat permulaan hatinya belum cukup bersih, maka cahaya Nur Ilahi yang diperolehinya tidak begitu terang. Oleh itu ilmu laduni yang diperolehinya masih belum mencapai peringkat yang halus-halus. Pada tahap ini hati boleh mengalami kekeliruan. Kadang-kadang hati menghadap kepada yang kurang benar dengan membelakangkan yang lebih benar. Orang yang pada peringkat ini perlu mendapatkan penjelasan daripada ahli makrifat yang lebih arif. Apabila hatinya semakin bersih cahaya Nur Ilahi semakin bersinar meneranginya dan dia mendapat ilmu yang lebih jelas. Lalu hatinya menghadap kepada yang lebih benar, sehinggalah dia menemui kebenaran hakiki.
    —————————————————————————————
    < /font ——————————————————————————–
    TERBUKA MATA HATI MEMPERLIHATKAN KEPADA KAMU AKAN HAMPIRNYA ALLAH S.W.T. PENYAKSIAN MATA HATI MEMPERLIHATKAN KEPADA KAMU AKAN KETIADAAN KAMU DI SAMPING WUJUD ALLAH S.W.T. PENYAKSIAN HAKIKI MATA HATI MEMPERLIHATKAN KEPADA KAMU HANYA ALLAH YANG WUJUD, TIDAK TERLIHAT LAGI KETIADAAN KAMU DAN WUJUD KAMU.
    Apabila hati sudah menjadi bersih maka hati akan menyinarkan cahayanya. Cahaya hati ini dinamakan Nur Kalbu. Ia akan menerangi akal lalu akal dapat memikirkan dan merenungi tentang hal-hal ketuhanan yang menguasai alam dan juga dirinya sendiri. Renungan akal terhadap dirinya sendiri membuatnya menyedari akan perjalanan hal-hal ketuhanan yang menguasai dirinya. Kesedaran ini membuatnya merasakan dengan mendalam betapa hampirnya Allah s.w.t dengannya. Lahirlah di dalam hati nuraninya perasaan bahawa Allah s.w.t sentiasa mengawasinya. Allah s.w.t melihat segala gerak-gerinya, mendengar pertuturannya dan mengetahui bisikan hatinya. Jadilah dia seorang Mukmin yang cermat dan berwaspada.

    Di antara sifat yang dimiliki oleh orang yang sampai kepada martabat Mukmin ialah:
    1: Cermat dalam pelaksanaan hukum Allah s.w.t.
    2: Hati tidak cenderung kepada harta, berasa cukup dengan apa yang ada dan tidak sayang membantu orang lain dengan harta yang dimilikinya.
    3: Bertaubat dengan sebenarnya (taubat nasuha) dan tidak kembali lagi kepada kejahatan.
    4: Rohaninya cukup kuat untuk menanggung kesusahan dengan sabar dan bertawakal kepada Allah s.w.t.
    5: Kehalusan kerohaniannya membuatnya berasa malu kepada Allah s.w.t dan merendah diri kepada-Nya.
    Orang Mukmin yang taat kepada Allah s.w.t, kuat melakukan ibadat, akan meningkatlah kekuatan rohaninya. Dia akan kuat melakukan tajrid iaitu menyerahkan urusan kehidupannya kepada Allah s.w.t. Dia tidak lagi khuatir terhadap sesuatu yang menimpanya, walaupun bala yang besar. Dia tidak lagi meletakkan pergantungan kepada sesama makhluk. Hatinya telah teguh dengan perasaan reda terhadap apa jua yang ditentukan Allah s.w.t untuknya. Bala tidak lagi menggugat imannya dan nikmat tidak lagi menggelincirkannya. Baginya bala dan nikmat adalah sama iaitu takdir yang Allah s.w.t tentukan untuknya. Apa yang Allah s.w.t takdirkan itulah yang paling baik. Orang yang seperti ini sentiasa di dalam penjagaan Allah s.w.t kerana dia telah menyerahkan dirinya kepada Allah s.w.t. Allah s.w.t kurniakan kepadanya keupayaan untuk melihat dengan mata hati dan bertindak melalui Petunjuk Laduni, tidak lagi melalui fikiran, kehendak diri sendiri atau angan-angan. Pandangan mata hati kepada hal ketuhanan memberi kesan kepada hatinya (kalbu). Dia mengalami suasana yang menyebabkan dia menafikan kewujudan dirinya dan diisbatkannya kepada Wujud Allah s.w.t. Suasana ini timbul akibat hakikat ketuhanan yang dialami oleh hati.. Dia berasa benar-benar akan keesaan Allah s.w.t bukan sekadar mempercayainya.

    hhahhaha
    Pengalaman tentang hakikat dikatakan memandang dengan mata hati. Mata hati melihat atau menyaksikan keesaan Allah s.w.t dan hati merasakan akan keadaan keesaan itu. Mata hati hanya melihat kepada Wujud Allah s.w.t, tidak lagi melihat kepada wujud dirinya. Orang yang di dalam suasana seperti ini telah berpisah dari sifat-sifat kemanusiaan. Dalam berkeadaan demikian dia tidak lagi mengendahkan peraturan masyarakat. Dia hanya mementingkan soal perhubungannya dengan Allah s.w.t. Soal duniawi seperti makan, minum, pakaian dan pergaulan tidak lagi mendapat perhatiannya. Kelakuannya boleh menyebabkan orang ramai menyangka dia sudah gila. Orang yang mencapai peringkat ini dikatakan mencapai makam tauhid sifat. Hatinya jelas merasakan bahawa tidak ada yang berkuasa melainkan Allah s.w.t dan segala sesuatu datangnya dari Allah s.w.t.
    Rohani manusia melalui beberapa peningkatan dalam proses mengenal Tuhan. Pada tahap pertama terbuka mata hati dan Nur Kalbu memancar menerangi akalnya. Seorang Mukmin yang akalnya diterangi Nur Kalbu akan melihat betapa hampirnya Allah s.w.t. Dia melihat dengan ilmunya dan mendapat keyakinan yang dinamakan ilmul yaqin. Ilmu berhenti di situ. Pada tahap keduanya mata hati yang terbuka sudah boleh melihat. Dia tidak lagi melihat dengan mata ilmu tetapi melihat dengan mata hati. Keupayaan mata hati memandang itu dinamakan kasyaf. Kasyaf melahirkan pengenalan atau makrifat. Seseorang yang berada di dalam makam makrifat dan mendapat keyakinan melalui kasyaf dikatakan memperolehi keyakinan yang dinamakan ainul yaqin. Pada tahap ainul yaqin makrifatnya ghaib dan dia juga ghaib dari dirinya sendiri. Maksud ghaib di sini adalah hilang perhatian dan kesedaran terhadap sesuatu perkara.. Beginilah hukum makrifat yang berlaku.

    ========================================

    Terima kasih pak Vicky atas penjelasannya.

    Artikel
    Struktur Insan dalam Al-Quran
    mungkin bisa melengkapi apa yang pak Vicky jelaskan.

  7. Ya Allah…. Ya Robb…terangilah hati hambaMu ini…,dan terangilah hati oarang-orang yang hamba sayangi….Amiiin.

  8. Bagus sekali artikel dan perumpamaan jam tsb.
    Tapi tahukah anda bahwa matahari tidak pernah terbit dan tenggelam ?
    Siang dan malam hanya karena perputaran bumi pada porosnya, ya kan
    Tapi kita semua telah memberi istilah yang salah itu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s