Melihat beberapa sahabat (Suhu Dana Lingga, Ibu Evy, Chika) menulis posting mengenai rokok, akhirnya saya memutuskan untuk ikut serta bersama mereka bergabung untuk bersama-sama mengajak seluruh manusia untuk berhenti merokok!

Masih segar di dalam ingatan ketika dulu tatkala saya duduk di bangku SMA beranggapan bahwa dengan merokok saya akan bertransformasi menjadi pria gagah dan macho, akhirnya rokok pun selalu terselip di bibir ketika nongkrong bersama teman. Cukup lama juga proses penyedotan (baca: merokok) berlansung (seingat saya satu bulan) hingga pada akhirnya saya memutuskan untuk tidak lagi melakukan proses penyedotan. Memang pada awal-awal mencoba, harga diri terangkat! menjadi lebih macho dan gagah bagaikan koboi-koboi yang sedang menunggangi kuda atau juga kepercayaan diri meningkat layaknya seorang pembalap yang kekar nan jantan. Apalagi ditambah usia saya yang pada saat itu masih ABG, sedang mencari jati diri ke-lelakian, jadilah rokok menjadi salah satu alat utama untuk mendongkrak kejantanan diri agar tampil meyakinkan di hadapan para cewek-cewek….hahaha. Setelah proses penyedotan memasuki minggu ke-empat, tiba-tiba ketika merokok perenunganpun terjadi. Perenungan mencari jawaban apakah ada manfaat dari merokok. Untuk mendongkrak diri, terlebih bagi seorang ABG pada saat itu, rokok memang sangat berpengaruh, tetapi beruntunglah saya segara menyadari bahwa adalah kebodohan jika saya menyerahkan harga diri saya kepada rokok. Lagipula selama proses penyedotan saya tidak merasakan kenikmatan apapun (mungkin karena efek nikotin belum cukup kuat untuk mempengaruhi otak saya) akhirnya saya menyudahi perbuatan penyedotan ini. Inilah tahap awal yang kebanyakan terjadi pada remaja. Merokok untuk meningkatkan citra diri.

Tahap selanjutnya adalah tahap dimana seseorang sudah kecanduan terhadap rokok. Efek nikotin telah mencekram kuat otaknya sehingga kecanduan. Bagi remaja, tahap kecanduan bukanlah suatu masalah, karena efek dari merokok belum terlihat pada tubuhnya. Walaupun telah kecanduan para remaja tidak merasa dirugikan karena bagi mereka yang masih menganggap rokok dapat meningkatkan citra diri, rokok adalah suatu hal yang wajib. Pelan-pelan seiring usia bertambah, rokok sebagai pendongkrak citra diri sudah terlupakan dan digantikan dengan rokok sebagai kebutuhan karena sudah kecanduan. Pada tahap kecanduan umumnya para penyedot sudah mulai merasakan efek negatif dari merokok yang pelan-pelan menggangu kesehatan mereka. Karena kesehatan terganggu maka niat untuk berhenti pun muncul. Pada saat inilah dibutuhkan usaha yang gigih untuk berhenti dari cengkraman rokok. Beberapa ada yang berhasil dan mulai menjalani hidup baru tanpa merokok, tetapi ada juga yang tetap bersahabat dengan rokok walaupun jelas-jelas tubuhnya telah mengatakan kepada dirinya “Hei! rokok telah merusak fungsiku! Mengapa engkau begitu tega merusakku? Berpuluh-puluh tahun aku selalu melakukan tugasku demi engkau, lupakah engkau kepada tubuhmu ini?” Bersyukur bagi mereka yang mendengar suara jeritan tubuh dan kemudian berusaha untuk berhenti, tetapi bagi yang tetap tidak perduli, pelan-pelan rokok akan merongrong kesehatannya hingga tiba suatu saat dimana tubuh tidak mampu lagi menahan racun dari rokok dan akhirnya tubuh jatuh sakit. Jika sudah sakit, maka biaya yang dikeluarkan tidaklah kecil.

Setelah rokok menipu ketika dengan menjanjikan naiknya citra diri, kemudian menjadi kecanduan, rokok juga mempunyai wajah lain yaitu bisnis. Rokok dalam kalkulasi bisnis begitu menggiurkan karena seseorang yang telah kecanduan rokok tanpa diperintah tetap akan segigih mungkin mendapatkan rokok untuk meredakan kecanduannya. Jadi Cash Flow tetap mengalir kepada pembuat rokok. Saya melihat perusahaan rokok begitu gencar melakukan promosi kepada kawula muda kita saat ini. Perusahaan rokok menciptakan iklan-iklan yang menjanjikan peningkatan citra diri, dan “citra diri” inilah yang dicari para kawula muda. Jika kawula muda telah candu terhadap rokok, perusahaan rokok tidak perlu lagi mengeluarkan biaya besar untuk menjual rokok ketika pemuda-pemuda ini telah berubah menjadi pria tua, karena tatkala tua, rokok sudah menjadi kebutuhan akibat kecanduan sehingga mereka akan tetap menyisihkan sebagian uangnya untuk proses sedot-menyedot ini.

Sahabatku, bagi yang belum mencoba, please don’t try! It useless! You will not get any benefit from it! Bagi yang sedang berusaha untuk berhenti, doa saya selalu menyertaimu agar teguh dalam pendirian. Dan bagi pecandu berat, ayo pelan-pelan kita kurangi, luruskan niat, mantapkan langkah dan kuatkan tekad menuju hidup yang sehat. Sebagaimana sebuah sungai, jika kita menjaga kebersihannya, airnya menjadi penyejuk bagi dahaga kita. Sebaliknya jika kita mengotorinya, tidak saja aromanya yang bau, airnya yang kotor akan memicu timbulnya berbagai penyakit. Begitu juga rokok, tatkala seseorang merokok maka ia mencemari udara di sekitarnya dan mau tida mau perokok pasif terkena imbasnya. Lihat sekeliling kita, lihat istri kita, lihat anak kita, lihat ibu-ibu yang sedang mengandung pujaan hatinya. Tidakkah kita bahagia melihat mereka menghirup udara yang segar? Jika ya, lalu mengapa kita begitu tega mengotori udara yang mereka hirup?

Sahabatku, mari sejenak kita melihat gambar-gambar di bawah ini.

anti-smoking.jpg

Jangan sampai paru-paru kita menjadi asbak.

Upload gambar dari sini

———————————————————————-

105829259_f848c1905e_o_small.jpg

Tega! Masa mulut kita disamakan dengan knalpot bis!

Upload gambar dari sini

———————————————————————–

painted-celing-of-a-smoking-area-funeral-and-youre.gif

————————————————————————

arab-anti_small.jpg

Uangnya bisa dipakai untuk beli pisang goreng.

Upload gambar dari sini

———————————————————————–

1ciginfo1.gif

Ternyata sebatang rokok isinya gudang kimia!

————————————————————————

smoking271205_narrowweb1.jpg

Apapun jenisnya tetap tidak baik bagi kesehatan.

Upload gambar dari sini

——————————————————————-

smoke-children.jpg

[JANGAN SAMPAI ANAK-ANAK MENGHIRUP ASAP ROKOKMU]

Anak-anak yang terekspos oleh perokok mengalami penyakit yang kronis seperti pneumonia, infeksi gendang telinga dan serangan asma. Bayi yang terekspos oleh perokok mengalami resiko tinggi terhadap SIDS (Sindrom kematian tiba-tiba)

Upload gambar dari sini

———————————————————————

427389073_afb8a225c3_b_small.jpg

Rokok mencengkram jantung kita!

Upload gambar dari sini

——————————————————————–

SEMOGA BERMANFAAT

:: Silahkan meng-copy dan menyebarkan gambar-gambar di atas πŸ˜‰

Iklan