My Beloved Brothers & Sisters…Please Stop Smoking

Melihat beberapa sahabat (Suhu Dana Lingga, Ibu Evy, Chika) menulis posting mengenai rokok, akhirnya saya memutuskan untuk ikut serta bersama mereka bergabung untuk bersama-sama mengajak seluruh manusia untuk berhenti merokok!

Masih segar di dalam ingatan ketika dulu tatkala saya duduk di bangku SMA beranggapan bahwa dengan merokok saya akan bertransformasi menjadi pria gagah dan macho, akhirnya rokok pun selalu terselip di bibir ketika nongkrong bersama teman. Cukup lama juga proses penyedotan (baca: merokok) berlansung (seingat saya satu bulan) hingga pada akhirnya saya memutuskan untuk tidak lagi melakukan proses penyedotan. Memang pada awal-awal mencoba, harga diri terangkat! menjadi lebih macho dan gagah bagaikan koboi-koboi yang sedang menunggangi kuda atau juga kepercayaan diri meningkat layaknya seorang pembalap yang kekar nan jantan. Apalagi ditambah usia saya yang pada saat itu masih ABG, sedang mencari jati diri ke-lelakian, jadilah rokok menjadi salah satu alat utama untuk mendongkrak kejantanan diri agar tampil meyakinkan di hadapan para cewek-cewek….hahaha. Setelah proses penyedotan memasuki minggu ke-empat, tiba-tiba ketika merokok perenunganpun terjadi. Perenungan mencari jawaban apakah ada manfaat dari merokok. Untuk mendongkrak diri, terlebih bagi seorang ABG pada saat itu, rokok memang sangat berpengaruh, tetapi beruntunglah saya segara menyadari bahwa adalah kebodohan jika saya menyerahkan harga diri saya kepada rokok. Lagipula selama proses penyedotan saya tidak merasakan kenikmatan apapun (mungkin karena efek nikotin belum cukup kuat untuk mempengaruhi otak saya) akhirnya saya menyudahi perbuatan penyedotan ini. Inilah tahap awal yang kebanyakan terjadi pada remaja. Merokok untuk meningkatkan citra diri.

Tahap selanjutnya adalah tahap dimana seseorang sudah kecanduan terhadap rokok. Efek nikotin telah mencekram kuat otaknya sehingga kecanduan. Bagi remaja, tahap kecanduan bukanlah suatu masalah, karena efek dari merokok belum terlihat pada tubuhnya. Walaupun telah kecanduan para remaja tidak merasa dirugikan karena bagi mereka yang masih menganggap rokok dapat meningkatkan citra diri, rokok adalah suatu hal yang wajib. Pelan-pelan seiring usia bertambah, rokok sebagai pendongkrak citra diri sudah terlupakan dan digantikan dengan rokok sebagai kebutuhan karena sudah kecanduan. Pada tahap kecanduan umumnya para penyedot sudah mulai merasakan efek negatif dari merokok yang pelan-pelan menggangu kesehatan mereka. Karena kesehatan terganggu maka niat untuk berhenti pun muncul. Pada saat inilah dibutuhkan usaha yang gigih untuk berhenti dari cengkraman rokok. Beberapa ada yang berhasil dan mulai menjalani hidup baru tanpa merokok, tetapi ada juga yang tetap bersahabat dengan rokok walaupun jelas-jelas tubuhnya telah mengatakan kepada dirinya “Hei! rokok telah merusak fungsiku! Mengapa engkau begitu tega merusakku? Berpuluh-puluh tahun aku selalu melakukan tugasku demi engkau, lupakah engkau kepada tubuhmu ini?” Bersyukur bagi mereka yang mendengar suara jeritan tubuh dan kemudian berusaha untuk berhenti, tetapi bagi yang tetap tidak perduli, pelan-pelan rokok akan merongrong kesehatannya hingga tiba suatu saat dimana tubuh tidak mampu lagi menahan racun dari rokok dan akhirnya tubuh jatuh sakit. Jika sudah sakit, maka biaya yang dikeluarkan tidaklah kecil.

Setelah rokok menipu ketika dengan menjanjikan naiknya citra diri, kemudian menjadi kecanduan, rokok juga mempunyai wajah lain yaitu bisnis. Rokok dalam kalkulasi bisnis begitu menggiurkan karena seseorang yang telah kecanduan rokok tanpa diperintah tetap akan segigih mungkin mendapatkan rokok untuk meredakan kecanduannya. Jadi Cash Flow tetap mengalir kepada pembuat rokok. Saya melihat perusahaan rokok begitu gencar melakukan promosi kepada kawula muda kita saat ini. Perusahaan rokok menciptakan iklan-iklan yang menjanjikan peningkatan citra diri, dan “citra diri” inilah yang dicari para kawula muda. Jika kawula muda telah candu terhadap rokok, perusahaan rokok tidak perlu lagi mengeluarkan biaya besar untuk menjual rokok ketika pemuda-pemuda ini telah berubah menjadi pria tua, karena tatkala tua, rokok sudah menjadi kebutuhan akibat kecanduan sehingga mereka akan tetap menyisihkan sebagian uangnya untuk proses sedot-menyedot ini.

Sahabatku, bagi yang belum mencoba, please don’t try! It useless! You will not get any benefit from it! Bagi yang sedang berusaha untuk berhenti, doa saya selalu menyertaimu agar teguh dalam pendirian. Dan bagi pecandu berat, ayo pelan-pelan kita kurangi, luruskan niat, mantapkan langkah dan kuatkan tekad menuju hidup yang sehat. Sebagaimana sebuah sungai, jika kita menjaga kebersihannya, airnya menjadi penyejuk bagi dahaga kita. Sebaliknya jika kita mengotorinya, tidak saja aromanya yang bau, airnya yang kotor akan memicu timbulnya berbagai penyakit. Begitu juga rokok, tatkala seseorang merokok maka ia mencemari udara di sekitarnya dan mau tida mau perokok pasif terkena imbasnya. Lihat sekeliling kita, lihat istri kita, lihat anak kita, lihat ibu-ibu yang sedang mengandung pujaan hatinya. Tidakkah kita bahagia melihat mereka menghirup udara yang segar? Jika ya, lalu mengapa kita begitu tega mengotori udara yang mereka hirup?

Sahabatku, mari sejenak kita melihat gambar-gambar di bawah ini.

anti-smoking.jpg

Jangan sampai paru-paru kita menjadi asbak.

Upload gambar dari sini

———————————————————————-

105829259_f848c1905e_o_small.jpg

Tega! Masa mulut kita disamakan dengan knalpot bis!

Upload gambar dari sini

———————————————————————–

painted-celing-of-a-smoking-area-funeral-and-youre.gif

————————————————————————

arab-anti_small.jpg

Uangnya bisa dipakai untuk beli pisang goreng.

Upload gambar dari sini

———————————————————————–

1ciginfo1.gif

Ternyata sebatang rokok isinya gudang kimia!

————————————————————————

smoking271205_narrowweb1.jpg

Apapun jenisnya tetap tidak baik bagi kesehatan.

Upload gambar dari sini

——————————————————————-

smoke-children.jpg

[JANGAN SAMPAI ANAK-ANAK MENGHIRUP ASAP ROKOKMU]

Anak-anak yang terekspos oleh perokok mengalami penyakit yang kronis seperti pneumonia, infeksi gendang telinga dan serangan asma. Bayi yang terekspos oleh perokok mengalami resiko tinggi terhadap SIDS (Sindrom kematian tiba-tiba)

Upload gambar dari sini

———————————————————————

427389073_afb8a225c3_b_small.jpg

Rokok mencengkram jantung kita!

Upload gambar dari sini

——————————————————————–

SEMOGA BERMANFAAT

:: Silahkan meng-copy dan menyebarkan gambar-gambar di atas😉

31 comments

  1. saya merokok karena ingin merokok
    bukan untuk gagah-gagahan apalagi menggagahi

    merusak kesehatan? bikin mulut bau? ya saya tahu
    makasih sudah mengingatkan🙂 but not today…

    ==========================================================================

    Benar kang, keputusan ada di tangan kita.

  2. Walah, radar caplang emang topcer dalam urasan rokok merokok ini.🙄

    Kalo ajakan saya sih, manfaatkanlah kecanduan rokok itu untuk melatih diri mengendalikan nafsu. Sepertinya kan kurang keren kalo kita yang di kendalikan nafsu.😀

    ==========================================================================

    Yang berat itu adalah mengendalikan nafsu. Pantaslah jika mas Dana mengatakannya dengan Berjuang!🙂

  3. kayaknya rada sulit membuat para pecandu rokok untuk berhenti kecuali mereka kena “sesuatu” yang bisa membuat mereka berhenti total. baru-baru ini om saya kena serangan jantung karena merokok padahal anaknya akan segera melangsungkan pernikahan. setelah dipasang ring di jantungnya dan diberi peringatan oleh dokter apabila terus merokok akan memperburuk keadaan, barulah beliau berhenti. agak telat, tapi untunglah beliau benar-benar berhenti total karena beliau masih ingin diberi kesempatan untuk melihat anaknya berdiri dipelaminan. alhamdulillah sekarang beliau sudah terlihat lebih segar. saya sebagai keponakan terus mensupport beliau agar tidak kembali ke jalan “rokok” tersebut.

    mungkin kalau ada yang mengalami seperti ini, barulah mereka berhenti total. tapi apakah mesti kena “sesuatu” dulu baru berhenti?

    ===========================================================================

    Alhamdulillah jika beliau bisa berhenti. Ayah saya juga dulu membutuhkan waktu yang lama untuk berhenti dan bersyukur pada akhirnya bisa berhenti.
    “saya sebagai keponakan terus mensupport beliau agar tidak kembali ke jalan “rokok” tersebut.”—> mba Chika ini keponakan yang patut diacungi jempol! hehehe. Semoga mba Chika bisa terus mensupport beliau.

    Terkadang manusia memang seperti itu, setelah mengalami dampak kerugiannya, barulah ia menyadari kesalahannya.

  4. “say no to smoke”

    boleh juga di kampayeein,pertama akan saya racuni(baca:sadarkan)
    tetangga dan temen saya

    ==========================================================================

    Ayo racuni (baca:sadarkan)! hehe
    Kita kampanye Rame-rameeeeeeee😀

  5. Wah belum tentu juga suka siy sampai terkena “sesuatu” baru tobat untuk tidak merokok lagi. coz cowok gue paru2nya udak buram n dia sempet muntah darah dan darahnya itu keluarnya seperti air kran.dia hanya berhenti 3 minggu setelah itu kembali kekebiasaan buruknya. Yah mungkin cowok gue aja yang dablek banget yah???
    Bagusnya siy rokok ga usah diproduksi lagi aja. gimana orang mau berenti ngerokok kalo iklan rokok n produksi rokok masih terus berjalan meski ada peringatan bahayanya?

    ==========================================================================

    *Membayangkan darah keluar seperti air kran* Buset kok serem banget?
    3 Minggu balik lagi? Berarti memang sulit sekali untuk berhenti. Dikhawatirkan dampaknya akan lebih buruk lagi. Rokok itu memang merupakan bisnis yang mempunyai daya jual tinggi makanya perusahaan rokok terus eksis. Tetapi di negara-negara maju mulai timbul kesadaran akan bahaya merokok dan pemerintah mereka sangat gencar melakukannya diataranya seperti melakukan peraturan-peraturan untuk mencegah merokok yang jika dilanggar akan dikenai sanksi. Mudah-mudahan ini bisa menjadi usaha kita dalam menyadari bahaya akan merokok.

  6. sesat ini… sesat.. saya punya banyak alasan untuk merokok dan yang pasti bukan untuk gagah2an.. udah saya posting malah.

    ==========================================================================

    Silahkan bagi yang ingin berkomentar meluncur langsung ke blog brainstrom😉

  7. @ natha

    mau dikemanain buruh yang jumlahnya ribuan di pabrik2 rokok?? masa nambah lagi pengangguran di negara kita?

    ==========================================================================

    @brainstrom

    Mau dikemanain seorang anak yang terlantar akibat orang tuanya meninggal sia-sia akibat merokok?

  8. welgedewelbeh

    Sekali Lagi Bertobatlah wahai orang-orang yang merokok, Apakah engkau tidak tahu, perbuatanmu itu, merugikan dirimu….,kadang juga merugikan orang lain
    Bersyukurlah kepada Tuhanmu dengan tidak merokok !!!! :)p

    btw artikel keren bung, thx sudah beramal kaya gini. Salam kenal ya…

    =========================================================================

    Ya mudah-mudahan setidaknya kita bisa menyadari kerugian yang ditimbulkan akibat merokok.
    Salam kenal juga🙂

  9. gue setuju bgt soal gerakan anti rokok berhubung gue paling anti sama asap rokok. mungkin penilaian gue aja tp menurut gue, the smoker alias perokok adalah seorang yg egois. karna mereka pada saat merokok tidak memperdulikan sekitarnya. mereka tidak perduli apakah pada saat mereka merokok, mereka berada di angkutan umum atau ruangan yang penuh dengan orang-orang dan anak kecil, yang sesak dan sempit.

    duh jadi curhat nih…tp bener…gara2 rokok, gue pernah sesak napas n dada gue sakit gara2 kelamaan nahan nafas biar gue ga ikutan menghirup asap rokok…

    so, buat the smoker yang ada diluar sana or minimal yg baca tulisan ini, plis stop your smoke before your die or the people on your surounds die…

    ========================================================================

    Saya paling sedih ketika ada seseorang yang merokok seenaknya di dekat seorang ibu yang sedang mengandung, betapa teganya dia. Tetapi mungkin dia melakukan itu karena dia belum tahu dampak buruk dari merokok, terutama bagi orang lain (perokok pasif) dan bagi dirinya. Untuk itu kita harus bersama-sama berusaha mengajak seluruh masyarakat untuk menyadari dampak buruk dari rokok. Saya pun jadi curhat juga nih…hehehe😀

    “so, buat the smoker yang ada diluar sana or minimal yg baca tulisan ini, plis stop your smoke before your die or the people on your surounds die…”–> Yes, please…please…please, please brothers and sisters, we care about your health. Lebih baik kita berhenti sebelum rokok merusak tubuh kita, lebih baik kita berhenti sebelum orang lain terkena penyakit karena udara yang kita cemari. Semoga para sahabat bisa mengambil keputusan yang terbaik.

    Terima kasih ya sudah berbagi🙂

  10. sepertinya saya setuju dengan postingan ini.
    Kepada yang belum ingin berrhenti, ndak usah dan jangan merasa dipaksa. Entah esok atau lusa kesadaran itu akan datang……

    =========================================================================

    Ayo kita bersama-sama mengajak semua orang untuk menyadari bahaya yang ditimbulkan oleh rokok🙂

  11. Melihat komen no-1…

    Apakah cara persuasif yg kini banyak dilakukan itu efektif atau tidak ya ???

    ***tapi emang gak ada cara yg lebih baik lagi ya….

    Bagaimanapun rokok telah memberikan kehidupan bagi berjuta petani tambakau dan pegawai pabriknya.

    ==========================================================================

    Banyak cara yang bisa ditempuh, dan cara persuasif adalah salah satu cara yang terbaik.
    “Bagaimanapun rokok telah memberikan kehidupan bagi berjuta petani tambakau dan pegawai pabriknya.” -> Memang rokok telah menjadi dilema di dalam hidup ini. Incomenya yang tinggi membuat ia mampu menghidupi banyak manusia. Menghidupi jutaan petani tembakau dan pegawainya. Perusahaan-perusahaan rokok juga membiayai pergelaran-pergelaran olahraga di tanah air dan bahkan ada perusahaan rokok yang memberikan beasiswa pendidikan kepada para pemuda. Betapa besar sumbangsih mereka. Tetapi di balik semua itu, rokok juga bertanggung jawab terhadap jutaan manusia yang meninggal dan sakit-sakitan akibat rokok.
    Terima kasih mas Purmana atas kunjungannya🙂

  12. Boleh dapet dari Detiknews.com
    Moga-moga bermanfaat.
    Regards.

    —————————————————————-

    Tips berhenti merokok. (moga berhasil)

    Berhenti merokok memang sulit. Walaupun sudah mengerti efek negatif dari merokok, masih banyak saja yang tidak bisa menghentikan kebiasaan itu. Tips-tips ini akan membantu memantapkan niat Anda untuk berhenti merokok. Ini dia!

    1. Langkah awal, temukan dulu motivasi. Apa yang membuat Anda ingin berhenti merokok. Apakah itu keluarga, teman atau kesehatan. Jadikan motivasi itu sebagai pondasi. semakin kuat pondasi, maka akan semakin sulit niat Anda untuk hancur.

    2. Tanamkan secara kuat di pikiran Anda mengenai bahaya dan kerugian merokok. sehingga Anda akan berpikir dua kali ketika akan menghisap rokok.

    3. Jangan berpikir bahwa anda membutuhkan rokok. Lawan semua pikiran tersebut. Sehingga ketergantungan Anda akan rokok akan hilng sedikit demi sedikit.

    4. Gunakan cara apapun untuk melawan keinginan merokok. Mulai dari menggunakan permen karet sampai ikut sesi terapi untuk menghilangkan kebiasaan merokok. Tidak perlu malu mengikuti terapi semacam itu. Selama Anda memang punya tujuan yang baik.

    Selamat mencoba, dan mulailah pola hidup sehat.(yla/dit)

    ===========================================================================

    Yani thank you untuk tipsnya yah. Bagi yang merokok dan ingin berhenti sepertinya harus bekerja keras jika ingin tips-tips diatas manjur🙂

  13. KOMPAS 17 APRIL 2008

    Jakarta – Lebih dari 43 juta anak Indonesia hidup serumah dengan perokok dan terpapar asap tembakau pasif atau asap tembakau lingkungan. Anak-anak yang terpapar asap tembakau dapat mengalami pertumbuhan paru yang lambat, lebih mudah terkena bronkitis serta infeksi saluran pernafasan, telinga dan asma.

    “Kesehatan yang buruk di usia dini memungkinkan menjadi penyebab buruknya kesehatan pada saat dewasa. Karena itu, yang terpenting bagaimana menghindarkan rokok dari jangkauan anak-anak,” kata Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari saat membuka diskusi bertema “Perlindungan Anak terhadap Bahaya Rokok”, di Jakarta, Rabu (16/4).

    Data mengenai jumlah perokok di Indonesia menunjukkan angka yang mengkhawatirkan. Menurut Komisi Perlindungan Anak Indonesia, pada tahun 1970 perokok termuda adalah kelompok umur 15 tahun. Namun, pada tahun 2004, perokok termuda adalah kelompok usia tujuh tahun.

    Data Badan Pusat Statistik menyebutkan, pada tahun 2004 populasi perokok usia anak-anak cukup tinggi, yakni perokok aktif pada usia 13-15 tahun sebanyak 26,8 persen dan pada usia 5-9 tahun sebanyak 2,8 persen.

    Global Youth Tobacco Survey Indonesia tahun 2006 melaporkan, lebih dari 37,3 persen pelajar biasa merokok dan tiga di antara 10 pelajar menyatakan pertama kali merokok pada umur di bawah 10 tahun atau 30,9 persen. Selain itu, sekitar 64,2 persen anak sekolah terpapar asap rokok selama mereka di rumah.

    FAKTOR RESIKO

    Siti Fadilah menyatakan, konsumsi rokok dan tembakau merupakan salah satu faktor resiko utama terjadinya berbagai penyakit tidak menular seperti kardiovaskuler, stroke, penyakit paru obstruktif kronik, kanker paru, kanker mulut, dan kelainan kehamilan. Penyakit-penyakit tidak menular tersebut saat ini merupakan penyebab kematian utama di dunia, termasuk Indonesia.

    Peningkatan jumlah perokok di Indonesia, khususnya pada pemula, merupakan salah satu dampak dari banyaknya iklan di sekitar anak-anak, di jalan, di lingkungan sekolah, di televisi, dan media massa.

    “Ada banyak iklan menarik di sini, pakai kata-kata lucu. Buat anak muda, mereka terpicu untuk merokok karena iklan itu,” kata Menkes.

  14. mas/mbak thanks ya, ada lagi gambar yang seram dalam format pdf, tapi saya lupa dimana nyimpannya, ntar kapan-kapan tak ekspos

    ========================================================================

    Monggo mas, kalo gambarnya bagus dan bermanfaat mungkin bisa dipajang🙂 Tapi jangan terlalu seram, kasian yang melihat😀

  15. Ibu Negara: Jangan Tergoda Imej Rokok Macho

    Sumber: Detik.com (30/05/2008)

    Berbagai iklan rokok menarik generasi muda dengan kesan macho (jantan), gaya hidup dan inspirasi. Ibu Negara Ani Yudhoyono meminta para remaja tidak tergoda hal itu.

    “Rokok macho, gaya hidup, sumber inspirasi, itu bohong belaka,” kata Ibu Ani dalam pidato Peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia di Istana Negara, Jl. Veteran, Jakarta Pusat, Jumat (30/05/2008)

    Di hadapan sekitar 300 anak dan remaja, Ibu Ani meminta mereka berani menolak tawaran untuk merokok. Merokok memiliki dampak buruk yang sudah terbukti. Orang tua juga harus menjadi contoh anak-anak dengan tidak merokok.

    ”Penting bagi orang tua untuk stop merokok karena anak meniru orang tua,” pesan Ibu Ani.

    Dia-pun menguji anak-anak dan remaja dengan sebuah pertanyaan.

    “Kalian merokok tidak?” tanyanya.
    “Nggak, Bu…!” sahut anak-anak.
    “Bagus! Karena Presiden SBY dan Ibu Negara tidak merokok,” puji Ibu Ani.

    Dalam Acara itu, Menneg PP Meutia Hatta menyerahkan Buku Panduan Sekolah Tanpa Rokok kepada wakil dari PGRI, Depdiknas dan Komnas Pengendalian Tembakau. Acara tersebut juga dihadiri isteri Wapres JK, Mufida Kalla.

  16. 65,6 Juta Wanita Terpapar Asap Rokok

    Kompas, Kamis 12 Juni 2008

    Sekitar 65,6 juta wanita dan 43 juta anak-anak di Indonesia terpapar asap rokok atau dikatakan mereka menjadi perokok pasif. Mereka pun rentan terkena berbagai penyakit, seperti bronchitis, paru-paru, kanker usus, kanker hati, stroke, dan berbagai penyakit akibat asap rokok.

    “Angka kematian global akibat rokok pun meningkat setiap tahun,” kata Soewarta Kosen dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Department Kesehatan di Jakarta, Rabu (11/06). Tahun 1998, misalnya angka kematian di dunia akibat tembakau sekitar 4 juta orang. Tahun 2030 diperkirakan meningkat menjadi 10 juta orang.

    Di Indonesia, banyaknya warga yang terpapar asap rokok karena sektiar 91,8 persen perokok merokok di rumah, tidak jauh dari istri dan anak-anak. Perokok di Indonesia sebagian besar dari kalangan ekonomi menengah ke bawah yang mengeluarkan 7,4 hingga 12 persen dari pendapatannya untuk membeli rokok. Sekitar 82 persen rokok yang dikonsumsi merupakan rokok keretek produksi Indonesia.

    Sekitar 73,3 persen buta huruf di Indonesia, lanjut Kosen, menjadi perokok. Adapun yang pendidikannya lulusan sekolah dasar, sekitar 65,9 persen di antaranya menjadi perokok.

    Produksi rokok Indonesia pun sangat besar. Tahun 2006, misalnya, sekitar 230 milliar batang rokok diproduksi oleh sekitar 900.000 pekerja, yang 82 persennya wanita. Cukai yang dihasilkan dari tembakau tahun 2005 sekitar 32 trilliun.

    “Namun, cukai yang dihasilkan ini tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan biaya kesehatan dan kerugian yang harus ditanggung sekitar Rp 127 trilliun,” kata Kosen.

    Widyastuti Soerojo, Kepala Badan Khusus Pengendalian Tembakau-Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia, mengatakan, dampak parah tembakau akan dirasakan perokok sekitar 20 tahun kemudian.

    Peneliti Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Eniversitas Indonesia Abdillah Ahsan menyatakan, pertanian tembakau hanya menyumbang 0,1 persen terhadap produk domestik bruto. “Itu pun hanya ada di Jatim, Jateng, dan Nusa Tenggara Barat,” ujarnya.

  17. Assalamu’alaikum Mas Dimas?

    Apa kabarnya? Semoga senantiasa dalam kasih sayang Allah SWT.
    Oiya, Insya Allah saya ikut berpartisipasi berkampanye tentang ini lewat banner “Hari tanpa tembakau sedunia” milik WHO yang sudah saya pajang di blog…

    Ada saran Mas Dimas?

    Wassalam🙂

    ========================================================================

    Alhamdulillah saya sehat berkat Allah dan doa mas Rozy. Terima kasih untuk doanya. Semoga Allah juga mengabulkannya untuk mas Rozy🙂

    Wah, kampanyenya menarik mas Rozy, saya mendukung! Mari kita sama-sama bahu-membahu mengajak masyarakat Indonesia untuk hidup sehat. Oiya, mas Rozy kalau membutuhkan foto-foto anti-rokok lainnya, saya bisa menunjukkannya kepada mas Rozy. Terima kasih mas Rozy.

  18. Alhamdulillah dan terima kasih atas tanggapannya Mas Dimas.
    Btw, banner WHO-nya karena satu hal saya “istirahatkan”🙂 . Sebagai gantinya, bolehkah saya ambil satu dari beberapa image di artikel ini untuk saya pajang di side bar dan nantinya saya link ke artikel ini?

    Saya nantikan jawabannya..🙂

    =========================================================================

    O silahkan…jangan malu-malu hehehe😀
    Kalau mau gambar yang lebih ekstrem lagi saya bisa cariin di internet😉

  19. “saya setuju untuk kampanye ANTI ROKOK, karena saya gak suka merokok, tetapi saya tidak setuju ada kampanye ANTI ROKOK, karena saya punya pabrik rokok” (ini ungkapan klise yg ada di pikiran saya sekarang…)

    berdasarkan survey saya (dari orang2 terdekata saya), orang yg sudah kecanduan rokok, biar di bungkus rokoknya ada gambar yg serem2 ttg bahaya merokok, harga rokok dinaikin, mereka tetap tidak peduli kok.. asal belum mati, mereka akan tetap enjoy aja…
    so, saran saya pabrik rokok harus ditutup ! itu aja…
    soalnya, kalo kita ingin menyembuhkan orang yang sudah kecanduan… itu butuh waktu yang lama… dan korban berjatuhan semakin banyak lagi …
    so, cara instan (menutup pabrik rokok)… dijamin tidak ada orang ngerokok lagi dan negara memiliki SDM yg sehat…

    terimakasih..

    =========================================================================

    Iya memang dilema juga. Pabrik rokok banyak menyerap tenaga kerja, mereka juga menjadi sponsor kegiatan-kegiatan olah raga. Bagaimanapun, menurut saya rokok tidak baik bagi kesehatan, dan orang yang merokok sangat mencemari udara di sekitar mereka, terutama bagi para perokok pasif yang sangat dirugikan oleh asap perokok. Saya sudah menyaksikan sendiri suami dari teman kantor saya terkena kanker yang diakibatkan oleh kebiasaan merokok. Sungguh miris hati ini mendengarnya.

    Maka dari itu, saya berusaha semampu saya bersama teman-teman lainnya yang peduli akan bahaya merokok mencoba untuk memaparkan semampu saya fakta-fakta tentang rokok yang selama ini belum kita ketahui.

  20. ak galih di pontianak, ak bekerja sebagai aktivis anti rokok pada dinas kesehatan. ak berharap informasi di web ini berguna buat semua perokok untuk mencoba berhenti..
    percaya deh rokok sama halnya bunuh diri secara perlahan

    =========================================================================

    Salam Mas Galih🙂
    Begitu banyak hal negatif dari sebuah rokok. Sudah saatnya kita mengajak kawula muda untuk proaktif menuju hidup sehat.

  21. Teori Louis pasteur (salah tulis ga ya) ttg imunisasi: “Sst yg bersifat toxic / racun yg lemah atau dilemahkan kmd dimasukkan ke dlm tubuh, maka di dalam tubuh akan membentuk zat anti racun, nah spt halnya rokok, kadar / konsentrasinya kan sangat kecil, otomatis tubuhpun akan membentuk zat kekebalan thd racun yg lemah tadi, secara tdk lgs tubuh kita juga akan kebal berbagai macam racun. Lagian tubuh kita mrp system yang cerdas, metabolisme yang pintar, Jadi punya kekuatan menyembuhkan diri sendiri. Jangan anggap tubuh kita adalah perangkat yg pasif dan bodoh. Coba riset lagi berapa orang yg perokok berat terus kena penyakit dalam dibandingkan dgn orang bukan perokok kena penyakit dalam. Buktikan !!

    ====================

  22. saya sekarang lagi ngerjain skripsi tentang ILM rokok, boleh minta tolong gak gambar2 iklan tersebut sumbernya dari mana? thanks before….

    ===================

    Klik aja link gambarnya, nanti akan dihubungkan menuju sumber gambar.
    Good Luck untuk skripsi ILM rokoknya Rara

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s