hand.jpg

“Ketika Tuhan berkehendak menjadi sahabat bagi salah seorang hamba-Nya, Dia membukakan baginya gerbang zikir kepada-Nya. Ketika telah mengalami manisnya zikir, Dia membukakan baginya gerbang ‘qarib’ (kedekatan). Kemudian Dia angkat hamba-Nya ke dalam kumpulan hamba-hamba yang didekatkan kepada-Nya (‘muqarrabuun’). Kemudian Dia tempatkan hamba-Nya pada singgasana (‘arasy’) penyatuan. Lalu Dia angkat hijab darinya lalu menuntunnya kepada ‘maqam’ keesaan dan disingkapkan kepadanya kemegahan dan keagungan Ilahiyyah. Ketika ia menyaksikan kemegahan dan keagungan-Nya, maka tiada yang tersisa dari dirinya. Ketika itu, hamba-Nya sepenuhnya tenggelam dalam ‘fana-fillah’. Setelah ini dia ada di bawah naungan perlindungan Tuhan Yang Maha Mulia, terbebas dari segala keinginan.”

– Abu Said Abil Khair

*********

fana-fillah: fana ‘ke dalam’ Allah, lenyap eksistensinya karena kehadiran Allah.

::Terima kasih kepada Herry Mardian yang telah menyempurnakan posting ini hingga perkataan Sheikh Abu Said Abil Khair terasa begitu manis dan menghujam di lubuk hati.

::Foto

Iklan