My Beloved Brothers & Sisters…Please Stop Smoking

•23 November, 2007 • & Komentar

Melihat beberapa sahabat (Suhu Dana Lingga, Ibu Evy, Chika) menulis posting mengenai rokok, akhirnya saya memutuskan untuk ikut serta bersama mereka bergabung untuk bersama-sama mengajak seluruh manusia untuk berhenti merokok!

Masih segar di dalam ingatan ketika dulu tatkala saya duduk di bangku SMA beranggapan bahwa dengan merokok saya akan bertransformasi menjadi pria gagah dan macho, akhirnya rokok pun selalu terselip di bibir ketika nongkrong bersama teman. Cukup lama juga proses penyedotan (baca: merokok) berlansung (seingat saya satu bulan) hingga pada akhirnya saya memutuskan untuk tidak lagi melakukan proses penyedotan. Memang pada awal-awal mencoba, harga diri terangkat! menjadi lebih macho dan gagah bagaikan koboi-koboi yang sedang menunggangi kuda atau juga kepercayaan diri meningkat layaknya seorang pembalap yang kekar nan jantan. Apalagi ditambah usia saya yang pada saat itu masih ABG, sedang mencari jati diri ke-lelakian, jadilah rokok menjadi salah satu alat utama untuk mendongkrak kejantanan diri agar tampil meyakinkan di hadapan para cewek-cewek….hahaha. Setelah proses penyedotan memasuki minggu ke-empat, tiba-tiba ketika merokok perenunganpun terjadi. Perenungan mencari jawaban apakah ada manfaat dari merokok. Untuk mendongkrak diri, terlebih bagi seorang ABG pada saat itu, rokok memang sangat berpengaruh, tetapi beruntunglah saya segara menyadari bahwa adalah kebodohan jika saya menyerahkan harga diri saya kepada rokok. Lagipula selama proses penyedotan saya tidak merasakan kenikmatan apapun (mungkin karena efek nikotin belum cukup kuat untuk mempengaruhi otak saya) akhirnya saya menyudahi perbuatan penyedotan ini. Inilah tahap awal yang kebanyakan terjadi pada remaja. Merokok untuk meningkatkan citra diri.

Tahap selanjutnya adalah tahap dimana seseorang sudah kecanduan terhadap rokok. Efek nikotin telah mencekram kuat otaknya sehingga kecanduan. Bagi remaja, tahap kecanduan bukanlah suatu masalah, karena efek dari merokok belum terlihat pada tubuhnya. Walaupun telah kecanduan para remaja tidak merasa dirugikan karena bagi mereka yang masih menganggap rokok dapat meningkatkan citra diri, rokok adalah suatu hal yang wajib. Pelan-pelan seiring usia bertambah, rokok sebagai pendongkrak citra diri sudah terlupakan dan digantikan dengan rokok sebagai kebutuhan karena sudah kecanduan. Pada tahap kecanduan umumnya para penyedot sudah mulai merasakan efek negatif dari merokok yang pelan-pelan menggangu kesehatan mereka. Karena kesehatan terganggu maka niat untuk berhenti pun muncul. Pada saat inilah dibutuhkan usaha yang gigih untuk berhenti dari cengkraman rokok. Beberapa ada yang berhasil dan mulai menjalani hidup baru tanpa merokok, tetapi ada juga yang tetap bersahabat dengan rokok walaupun jelas-jelas tubuhnya telah mengatakan kepada dirinya “Hei! rokok telah merusak fungsiku! Mengapa engkau begitu tega merusakku? Berpuluh-puluh tahun aku selalu melakukan tugasku demi engkau, lupakah engkau kepada tubuhmu ini?” Bersyukur bagi mereka yang mendengar suara jeritan tubuh dan kemudian berusaha untuk berhenti, tetapi bagi yang tetap tidak perduli, pelan-pelan rokok akan merongrong kesehatannya hingga tiba suatu saat dimana tubuh tidak mampu lagi menahan racun dari rokok dan akhirnya tubuh jatuh sakit. Jika sudah sakit, maka biaya yang dikeluarkan tidaklah kecil.

Setelah rokok menipu ketika dengan menjanjikan naiknya citra diri, kemudian menjadi kecanduan, rokok juga mempunyai wajah lain yaitu bisnis. Rokok dalam kalkulasi bisnis begitu menggiurkan karena seseorang yang telah kecanduan rokok tanpa diperintah tetap akan segigih mungkin mendapatkan rokok untuk meredakan kecanduannya. Jadi Cash Flow tetap mengalir kepada pembuat rokok. Saya melihat perusahaan rokok begitu gencar melakukan promosi kepada kawula muda kita saat ini. Perusahaan rokok menciptakan iklan-iklan yang menjanjikan peningkatan citra diri, dan “citra diri” inilah yang dicari para kawula muda. Jika kawula muda telah candu terhadap rokok, perusahaan rokok tidak perlu lagi mengeluarkan biaya besar untuk menjual rokok ketika pemuda-pemuda ini telah berubah menjadi pria tua, karena tatkala tua, rokok sudah menjadi kebutuhan akibat kecanduan sehingga mereka akan tetap menyisihkan sebagian uangnya untuk proses sedot-menyedot ini.

Sahabatku, bagi yang belum mencoba, please don’t try! It useless! You will not get any benefit from it! Bagi yang sedang berusaha untuk berhenti, doa saya selalu menyertaimu agar teguh dalam pendirian. Dan bagi pecandu berat, ayo pelan-pelan kita kurangi, luruskan niat, mantapkan langkah dan kuatkan tekad menuju hidup yang sehat. Sebagaimana sebuah sungai, jika kita menjaga kebersihannya, airnya menjadi penyejuk bagi dahaga kita. Sebaliknya jika kita mengotorinya, tidak saja aromanya yang bau, airnya yang kotor akan memicu timbulnya berbagai penyakit. Begitu juga rokok, tatkala seseorang merokok maka ia mencemari udara di sekitarnya dan mau tida mau perokok pasif terkena imbasnya. Lihat sekeliling kita, lihat istri kita, lihat anak kita, lihat ibu-ibu yang sedang mengandung pujaan hatinya. Tidakkah kita bahagia melihat mereka menghirup udara yang segar? Jika ya, lalu mengapa kita begitu tega mengotori udara yang mereka hirup?

Sahabatku, mari sejenak kita melihat gambar-gambar di bawah ini.

anti-smoking.jpg

Jangan sampai paru-paru kita menjadi asbak.

Upload gambar dari sini

Lanjutkan membaca ‘My Beloved Brothers & Sisters…Please Stop Smoking’

Bercengkerama Dengan Lukisan-Nya

•9 Oktober, 2007 • & Komentar

Entah mengapa sejak kecil saya sangat menyukai memandang langit pada malam hari. Cakrawala langit yang luas menenangkan hati saya dan semakin lama saya memandang ke langit semakin tenteram hati ini. Langit seakan-akan berkata, “Anakku, lihat betapa indahnya Tuhan menciptakanku. Lihat warna-warni yang Ia bubuhkan pada diriku. Lihat bagaimana Ia membentuk diriku dengan keindahan yang begitu menyejukkan. Lihat bagaimana Sang Pelukis Agung membentangkan karya-Nya. Anakku, pandanglah diriku. Semoga engkau bisa mengambil hikmah dariku anakku.”

Mari sahabatku kita arungi Lukisan Agung-Nya.

******

“Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam” (QS 1:2)

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal” (QS 3:190)

polarlicht_2_small.jpg

Sahabatku, kali ini kita akan jalan-jalan melihat sebuah cahaya indah yang bernama Aurora. Aurora adalah pancaran cahaya alami, yang biasanya timbul pada malam hari khususnya di daerah kutub. Ilmuwan menyebutnya sebagai Aurora Kutub.

Pada garis lintang utara, fenomena ini disebut sebagai Aurora Borealis yang sering muncul sebagai cahaya menyala berwarna kemerah-merahan. Aurora Borealis biasanya juga disebut sebagai Northern Lights sebagaimana cahaya ini hanya terlihat pada langit utara di bagian bujur utara bumi atau lebih tepatnya di daerah sekitar kutub utara. Aurora Borealis sering muncul pada bulan September hingga Oktober dan pada bulan Maret hingga April. (Wikipedia) Lanjutkan membaca ‘Bercengkerama Dengan Lukisan-Nya’

Lima Jenis Kegilaan

•9 Oktober, 2007 • & Komentar

sufi-bawa-muhaiyaddeen.jpgOleh: Muhammad Raheem Bawa Muhaiyaddeen

Terdapat berbagai jenis kegilaan di dunia ini. Kita akan membahas lima jenis kegilaan yang paling umum.

* Gila yang berasal dari akal pikiran
* Gila akan wanita,
* Gila akan uang,
* Gila akan mabuk-mabukan,
* Gila akan kebijaksanaan.

Pada sebuah persimpangan jalan di dekat taman, berdiri sebuah pohon yang teduh. Lima orang dengan lima jenis kegilaan duduk bersama di bawah pohon tersebut. Mereka berbicara dengan diri mereka sendiri. Bagi orang yang berlalu-lalang, lima orang ini terlihat sama, tetapi terdapat alasan yang berbeda atas kegilaan mereka.

Manusia yang sakit jiwa mengambil semua serpihan kertas dan lembaran daun kering yang ada di tanah dan meletakkannya di sekitar tangannya sembari mengoceh, “Kau pergi ke sini, kau pergi ke sana.” Lanjutkan membaca ‘Lima Jenis Kegilaan’

Keutamaan Ilmu Dibandingkan Harta

•9 Oktober, 2007 • & Komentar

imam_ali_2_blog.jpg

Diriwayatkan suatu hari sepuluh orang terpelajar mendatangi Imam Ali ra. Mereka ingin mengetahui mengapa ilmu lebih baik daripada harta dan mereka meminta agar masing-masing dari mereka diberikan jawaban yang berbeda. Imam Ali ra menjawab sebagaimana berikut:

[1] Ilmu adalah warisan Nabi, sebaliknya harta adalah warisan Firaun. Sebagaimana Nabi lebih unggul daripada Firaun, maka ilmu lebih baik daripada harta.

[2] Engkau harus menjaga hartamu, tetapi Ilmu akan menjagamu. Maka dari itu, Ilmu lebih baik daripada harta. Lanjutkan membaca ‘Keutamaan Ilmu Dibandingkan Harta’

Seberapa Besarkah Diri Kita?

•20 September, 2007 • & Komentar

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal” (QS 3:190)

***

Sungguh menarik melihat gambar di bawah ini. Kita bisa mengetahui perbandingan diri kita dengan alam raya ini. Seberapa besarkah diri kita jika dibandingkan dengan alam raya ini? Mari kita lihat!

earth_1.jpg

Lanjutkan membaca ‘Seberapa Besarkah Diri Kita?’

Berdiri Di Bawah Keteduhan Kebenaran Tuhan

•3 September, 2007 • & Komentar

c5df3146-5f6f-4801-9282-e95b9ced9301.jpgCintaku, cucu-cucuku, permata bercahaya yang menyinari mataku. Kemarilah, mari kita beristirahat di bawah keteduhan pohon ini dan mencari perlindungan dari teriknya matahari. Jika kita duduk di bawah cabangnya, kita akan terlindungi dari matahari dan hujan. Tetapi jika kita tetap berada di kejauhan, kita tidak akan menemukan kenyamanan. Sebaliknya kita akan mengeluh “Oh mataharinya begitu terik!” atau “Hujannya membasahiku!” aku tidak mampu menghadapinya! Pohon yang tidak berguna ini tidak memberiku perlindungan apapun!” Kenapa menyalahkan pohonnya sedangkan kita sendiri tidak berdiri pada sisi yang memberikan keteduhan?

Manusia juga menyalahkan Tuhan seperti ini. Dia tidak mencari tempat berteduh dimana Tuhan berada. Dia tidak mencari tempat berteduh pada tindakan-tindakan Tuhan, sifat-sifat-Nya, atau keindahan-Nya. Sebaliknya, manusia berdiri ter-ekspos langsung kepada penderitaan, pada panas dan dingin, dan kepada badai dan penyakit dunia. Dia berdiri pada kegelapan dari ilusi dan menyalahkan Tuhan dan kebenaran karena tidak melindungi dirinya. “Apa itu Tuhan?” katanya. “Dimana Dia sekarang, ketika aku berhadapan dengan begitu banyak bahaya dan penderitaan dari kesulitan-kesulitan yang begitu banyak? Angin badai dan panas yang sangat terik menyiksaku,” katanya sembari menangis. “Kenapa Tuhan tidak menolongku?”

Cucu-cucuku, adalah suatu kebodohan jika menyalahkan Tuhan. Itulah yang dilakukan dunia. Adalah salah kita sendiri jika kita berdiri di tengah-tengah ilusi, neraka, dan kegelapan. Hanya jika berdiri di bawah keteduhan kebenaran Tuhan dan bertindak atas dasar kebijaksanaan dan sifat-sifat-Nya, barulah kita akan ternaungi oleh keteduhan. Engkau harus memikirkan hal ini.

Cintaku, permata yang menyinari mataku. Berdirilah di dalam keteduhan-Nya dan sambutlah kenyamanan-Nya. Amin

M. R. Bawa Muhaiyaddeen

Come to the Secret Garden: Sufi Tales of Wisdom

Sebuah Pelajaran Dari Burung Pelatuk

•3 September, 2007 • & Komentar

bird_blog.jpgCintaku, cucu-cucuku. Lihat pohon itu di sana. Apakah engkau melihat burung dengan dada putihnya yang indah, dihiasi dengan leher berwarna merah dan bulunya yang indah? Amati keindahan pada kepalanya, pada lehernya, dan pada kakinya. Betapa indahnya burung itu, bukankah begitu? Aku rasa burung itu adalah burung pelatuk. Benar, lihat bagaimana burung itu menggunakan paruhnya yang unik untuk mematuk kulit pohon. Tahukah engkau kenapa ia melakukan hal itu? Burung itu mencari serangga yang ada dalam kayunya.

Tidak seperti burung lainnya, burung pelatuk dapat berjalan lurus menaiki sebuah pohon. Ia juga bisa berjalan naik atau turun, berjalan ke setiap sisi, berputar mengelilingi batang pohonnya, mematuk-matuk untuk mencari makanan. Ketika seseorang ingin memanjat sebuah pohon, mereka harus meletakkan kedua tangan mereka di batang pohon dan memeluknya erat-erat. Tetapi burung pelatuk dapat berjalan naik-turun dengan mencengkram kuat batang pohonnya. Jika burung pelatuk harus memeluk batang pohonnya sebagaimana yang dilakukan manusia, ia tidak akan dapat mematuk dan mengeluarkan makanan dari dalam kayunya. Tidak ada burung lain yang bisa melakukan apa yang dilakukan burung pelatuk. Kebiasaan ini aneh untuk dilihat. Engkau tidak akan menemukannya pada burung lain. Lanjutkan membaca ‘Sebuah Pelajaran Dari Burung Pelatuk’

Terbang Mengelilingi Jagat Raya [Episode Two]

•3 September, 2007 • & Komentar

“Bintang kecil, di langit yang biru

Amat banyak, menghias angkasa

Aku ingin, terbang dan menari

Jauh tinggi ke tempat kau berada”

.

Mari Sahabatku, kita terbang mengelilingi cakrawala semesta-Nya

.

Gambar-gambar dibawah ini diambil oleh Teleskop Hubble

———————————————————-

Symphony of colours in the Tarantula Nebula

heic0416a.jpg

Twinkle, twinkle, little star,
How I wonder what you are!
Up above the world so high,
Like a diamond in the sky!
Twinkle, twinkle, little star,
How I wonder what you are!

——————————————————————————————–

Lanjutkan membaca ‘Terbang Mengelilingi Jagat Raya [Episode Two]‘

Angin Api

•3 September, 2007 • & Komentar

bawa_close.jpgSebuah chapter dari buku Come to the Secret Garden: Sufi Tales of Wisdom

Oleh M. R. Bawa Muhaiyaddeen

***

Dulu, sebelum mesin pemutar baling-baling yang menggerakkan roda kapal ditemukan, perjalanan mengarungi luasnya lautan atau menyusuri panjangnya sungai cuma bisa dilakukan dengan bantuan tiupan angin kencang. Tenaga sejumlah manusia yang disatukan memang mampu juga mengayuh perahu mengarungi lautan, tapi perlu waktu berpekan-pekan untuk tiba di tujuan. Itu pun belum tentu sampai, sebab bisa saja keburu dihantam badai di tengah jalan.

Kalau sedang tak ada tiupan angin, maka kapal pun terombang-ambing di tengah lautan atau perahu terpaksa dilabuhkan. Tanpa angin, kapal atau perahu tak akan pernah sampai ke tujuan. Maka kepergian orang pun terhenti di tengah jalan, dan barang kebutuhan hidup tak pernah tiba di tangan orang-orang yang membutuhkan. Maka, bahaya kelaparan pun datang mengancam.

Tanpa adanya tiupan angin, tentu tak akan pernah terjadi penyatuan serbuk bunga. Akibatnya tumbuhan tak akan mengeluarkan buah. Maka, sekali lagi bahaya kelaparan mengancam kehidupan manusia. Sebab, di mana pun di dunia ini, makanan pokok orang pada dasarnya adalah buah. Buah padi, buah gandum, buah pisang, atau buah kurma. Lanjutkan membaca ‘Angin Api’

Hanya Cinta-Mu Yang Abadi

•10 Agustus, 2007 • & Komentar

flower_pink.jpg

“Cinta ini unik. Sebagaimana bunga dan keharuman jadi satu, maka begitu pula cinta kita dan cinta Tuhan mestilah jadi satu.”

- Muhammad Raheem Bawa Muhaiyaddeen

*********

:: Quotes diambil dari buku Shalat di Mata Sufi: Anugerah Terbesar dari Allah (Edisi Indonesia). Edisi Inggris: The Illuminated Prayer: The Five-Times Prayer of the Sufis as Revealed by Jalaluddin Rumi & Bawa Muhaiyaddeen, karya bersama Coleman Barks & Michael Green.

:: Foto Bunga Mawar

:: Kepada para sahabat mungkin sejenak bisa membaca ceramah mengenai Cinta Sejati (True Love) dari Bawa Muhaiyaddeen.