Untuk Ibunda Di Seluruh Dunia

Pada suatu hari, ketika Hasan al-Bashri thawaf di Ka’bah, Makkah, beliau bertemu dengan seorang pemuda yang memanggul keranjang di punggungnya. Beliau bertanya padanya apa isi keranjangnya. “Aku menggendong ibuku di dalamnya,” jawab pemuda itu. “Kami orang miskin. Selama bertahun-tahun, ibuku ingin beribadah haji ke Ka’bah, tetapi kami tak dapat membayar ongkos perjalanannya. Aku tahu persis keinginan ibuku itu amat kuat. Ia sudah terlalu tua untuk berjalan, tetapi ia selalu membicarakan Ka’bah, dan kapan saja ia memikirkannya, air matanya bergelinang. Aku tak sampai hati melihatnya seperti itu, maka aku membawanya di dalam keranjang ini sepanjang perjalanan dari Suriah ke Baitullah. Sekarang, kami sedang thawaf di Ka’bah! Orang-orang mengatakan bahwa hak orangtua sangat besar. Pemuda itu bertanya, “Ya Imam, apakah aku dapat membayar jasa ibuku dengan berbuat seperti ini untuknya?” Hasan al-Bashri menjawab, “Sekalipun engkau berbuat seperti ini lebih dari tujuh puluh kali, engkau takkan pernah dapat membayar sebuah tendanganmu ketika engkau berada di dalam perut ibumu!”

******

tangan-bayi

“Kasih ibu kepada beta

Tak terhingga sepanjang masa

Hanya memberi

Tak harap kembali

Bagai sang surya menyinari dunia”

***

Robbighfir lii wa li waalidayya warhamhumaa kamaa robbayaanii shoghiiroo

“Ya Tuhanku! Ampunilah aku, ibu bapakku dan kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.”

*********

:: Kisah diambil dari buku Pencerah Mata Hati Karya Sheikh Muzaffer Ozak

~ oleh Dimas di/pada 8 Maret, 2009.

15 Tanggapan to “Untuk Ibunda Di Seluruh Dunia”

  1. Amin ya Robb !

  2. merinding bacanya..
    thanks Dimas, postingannya sungguh menggugah.

    ==================

    Sikap para Sufi sering membuat hati ini hanyut.

    Trims mba Novi untuk silaturahminya :-)

  3. ..dimas, thanks utk postingan yg sgt berharga ini ..

    ===========

    Sama-sama Ovie, semoga membawa manfaat yah.

  4. ya Allah smoga aku dapat berbakti pada bapak dan ibu…
    walaupun hidupku teramat pendek untuk dilalui…

    ======================

    Semoga Tuhan selalu membimbing kita. amin

  5. The mother’s heart is the child’s schoolroom. -Henry Ward Beecher

  6. Thanks buat postingan yang luar biasa ini…
    Even we couldn’t love anything, mother still be loved…

    ========================

    Terima kasih kembali Munggaran :-)

  7. tak terasa mata saya berair membaca posting singkat ini,,terima kasih,,

  8. Bunda alangkah besar dan agungnya jiwamu, begitu….dahsyatnya kasih bunda, bagaimana aku harus membalasnya…doaku bersamamu…

  9. thanks mas dimas postingan yang ini menyentuh banget..jadi kangen sama mamaku yg lagi ikutan suluk di malaysia sana..miss u mum..semoga ketemu dgn apa yang dicari..trus bagi-bagi ke aku ya..

    =================================

    Terima kasih juga Nia telah berkunjung ke sini :-) Bagi saya cerita di atas juga begitu menyentuh sanubariku. Orang bijak selalu mengajari kita hal-hal yang sederhana namun penuh makna. Ibu kamu sedang di Malaysia ya, semoga Tuhan selalu menjaganya. amin
    Mudah-mudahan kita bisa saling berbagi ya. Terima kasih

  10. …hanya memberi, tak harap kembali,
    bagai sang surya menyinari dunia…

    nice posting, kak dimas,
    ini hari ultah mama-ku.
    then, sore ini diingatkan lewat tulisan syekh ozak ini.
    pengen ketemu beliau…
    Alhamdulillah…

  11. lama banget aQ g maen ke sini..soalnya br punya waktu jg…kangen sm tulisannya…
    dan sprti biasa sll bkn aQ terkagum2….

    IbuQ adalah ibu terbaik…aQ yakin semua Ibu pun demikian….

  12. Aku smakin mencintaiMu ya Allah..

  13. “………”

    Terima Kasih Mas Dimas :)

  14. Subhanallah – Terima kasih Dimas…

    ===========================

    Terima kasih juga atas silahturahminya Bu Erni.

  15. trimakasih Dimas…
    Lebih dari layak ternyata kalau sekarang si kecil menendang sesering ini. Sudah pasti karena kekhilafan aku kepada Ibu selama berpuluh tahun lamanya. Subhanallah…

Tinggalkan Balasan