Pentingnya Mencari Ilmu Pengetahuan

Oleh Dr. Habib Siddiqui, Philadelphia, Amerika Serikat.

Sumber artikel dari www.islamicity.com

Penerjemah artikel: Dimas Tandayu

***

Abu Rayhan al-Biruni adalah seorang ilmuwan besar, fisikawan, astronom, sosiolog, sastrawan, sejarawan dan matematikawan yang nilainya tidak pernah diketahui. Dia dipertimbangkan sebagai bapak dari unified field theory (teori segala sesuatu -pen) oleh peraih penghargaan Nobel Profesor Abdus Salam. Abu Rayhan al-Biruni hidup hampir seribu tahun yang lalu dan sezaman dengan Ibn Sina (Avicenna) dan Sultan Mahmoud Ghazni.

Pada saat menjelang akhir hayatnya, Biruni dikunjungi oleh tetangganya yang merupakan ahli fiqih. Abu Rayhan masih dalam keadaan sadar, dan tatkala melihat sang ahli fiqih, dia bertanya kepadanya tentang hukum waris dan beberapa hal yang berhubungan dengannya. Sang ahli fiqih terkesima melihat seseorang yang sekarat masih tertarik dengan persoalan-persoalan tersebut. Abu Rayhan berkata, “Aku ingin bertanya kepadamu: mana yang lebih baik, meninggal dengan ilmu atau meninggal tanpanya?” Sang ahli fiqih menjawab, “Tentu saja lebih baik mengetahui dan kemudian meninggal.” Abu Rayhan berkata, “Untuk itulah aku menanyakan pertanyaanku yang pertama.” Beberapa saat setelah sang ahli fiqih tiba dirumahnya, tangisan duka mengatakan kepadanya bahwa Abu Rayhan telah meninggal dunia. (Murtaza Mutahhari: Khutbah Keagamaan)

——————————————————————————————————————————————————————-

Sebuah Ilustrasi pergerakan fase bulan dari buku karya Abu Rayhan al-Biruni

[Sumber: Wikipedia]

——————————————————————————————————————————————————————-

Lalu setelah itu, hampir seribu tahun yang lalu, ketika umat muslim adalah pembawa obor pengetahuan pada zaman kegelapan. Mereka menciptakan peradaban Islam, didorong oleh penelitian dan penemuan ilmiah, yang membuat bagian dunia lainnya iri selama berabad-abad.

Dalam kata-kata Carli Fiorina, seorang CEO Hewlett Packard yang visioner dan berbakat tinggi, “Adalah para arsitek yang mendesign bangunan-bangunan yang mampu melawan gravitasi. Adalah para matematikawan yang menciptakan aljabar dan algoritma yang dengannya komputer dan enkripsi data dapat tercipta. Adalah para dokter yang memeriksa tubuh manusia, dan menemukan obat baru untuk penyakit. Adalah para astronom yang melihat ke langit, memberi nama bintang-bintang, dan membuka jalan bagi perjalanan dan eksplorasi antariksa. Adalah para sastrawan yang menciptakan ribuan kisah; kisah-kisah perjuangan, percintaan dan keajaiban. Ketika negeri lain takut akan gagasan-gagasan, peradaban ini berkembang pesat dengannya dan membuat mereka penuh energi. Ketika ilmu pengetahuan terancam dihapus akibat penyensoran oleh peradaban sebelumnya, peradaban ini menjaga ilmu pengetahuan tetap hidup, dan menyebarkannya kepada peradaban lain. Tatkala peradaban barat modern sedang berbagi pengetahuan ini, peradaban yang sedang saya bicarakan ini adalah dunia Islam bermula pada tahun 800 hingga 1600, yang termasuk di dalamnya Dinasti Ottoman dan kota Baghdad, Damaskus dan Kairo, dan penguasa agung seperti Sulaiman yang Bijak. Walaupun kita sering kali tidak menyadari hutang budi kita kepada peradaban ini, sumbangsihnya merupakan bagian dasar dari kebudayaan kita. Teknologi industri tidak akan pernah hadir tanpa kontribusi para matematikawan arab.”

Sebenarnya, sangatlah sulit untuk mencari bidang ilmu pengetahuan yang tidak berhutang budi kepada para pionir ini. Di bawah ini adalah daftar singkat, tanpa bermaksud menyatakannya sebagai yang terlengkap, para ilmuwan muslim dari abad 8 hingga abad 14.

701 (Meninggal) * Khalid Ibn Yazeed * Ilmuwan kimia
721-803 * Jabir Ibn Haiyan * Ilmuwan kimia (Seorang ilmuwan kimia muslim populer)
740 * Al-Asma’i * Ahli ilmu hewan, ahli tumbuh-tumbuhan, ahli pertanian
780 * Al-Khwarizmi (Algorizm) * Matematika (Aljabar, Kalkulus), Astronomi

——————————————————————————————————————————————————————-

Kitab al-Hayawan. Sebuah kitab berisi ensklopedia berbagai jenis binatang karya ahli ilmu hewan muslim al-Jahiz. Pada kitab ini al-Jahiz memaparkan berbagai macam teori, salah satunya mengenai interaksi antara hewan dengan lingkungannya.

——————————————————————————————————————————————————————-
776-868 * Amr Ibn Bahr al-Jahiz * Ahli ilmu hewan
787 * Al Balkhi, Ja’far Ibn Muhammad (Albumasar) * Astronomi
796 (Meninggal) * Al-Fazari, Ibrahim Ibn Habib * Astronomi

——————————————————————————————————————————————————————-

Gambar Al-Kindi pada sebuah perangko terbitan negara Syria

[Sumber: Wikipedia]

——————————————————————————————————————————————————————-
800 * Ibn Ishaq Al-Kindi (Alkindus) * Kedokteran, Filsafat, Fisika, Optik
815 * Al-Dinawari, Abu Hanifa Ahmed Ibn Dawud * Matematika, Sastra
816 * Al Balkhi * Ilmu Bumi (Geography)
836 * Thabit Ibn Qurrah (Thebit) * Astronomi, Mekanik, Geometri, Anatomi
838-870 * Ali Ibn Rabban Al-Tabari * Kedokteran, Matematika
852 * Al Battani Abu Abdillah * Matematika, Astronomi, Insinyur
857 * Ibn Masawaih You’hanna * Kedokteran
858-929 * Abu Abdullah Al Battani (Albategnius) * Astronomi, Matematika
860 * Al-Farghani, Abu al-Abbas (Al-Fraganus) * Astronomy, Tehnik Sipil
864-930 * Al-Razi (Rhazes) * Kedokteran, Ilmu Kedokteran Mata, Ilmu Kimia
973 (Meninggal) * Al-Kindi * Fisika, Optik, Ilmu Logam, Ilmu Kelautan, Filsafat
888 (Meninggal) * Abbas Ibn Firnas * Mekanika, Ilmu Planet, Kristal Semu

——————————————————————————————————————————————————————-

Sebuah Observatorium yang dibangun oleh para ilmuwan muslim

——————————————————————————————————————————————————————-
900 (Meninggal) * Abu Hamed Al-Ustrulabi * Astronomi
903-986 * Al-Sufi (Azophi) * Astronomi
908 * Thabit Ibn Qurrah * Kedokteran, Insinyur
912 (Meninggal) * Al-Tamimi Muhammad Ibn Amyal (Attmimi) * Ilmu Kimia
923 (Meninggal) * Al-Nirizi, AlFadl Ibn Ahmed (Altibrizi) * Matematika, Astronomi
930 * Ibn Miskawayh, Ahmed Abu Ali * Kedokteran, Ilmu Kimia
932 * Ahmed Al-Tabari * Kedokteran
934 * Al-Istakhr II * Ilmu Bumi (Peta Bumi)
936-1013 * Abu Al-Qosim Al-Zahravi (Albucasis) * Ilmu Bedah, Kedokteran
940-997 * Abu Wafa Muhammad Al-Buzjani * Matematika, Astronomi, Geometri
943 * Ibn Hawqal * Ilmu Bumi (Peta Dunia)
950 * Al Majrett’ti Abu al-Qosim * Astronomi, Ilmu Kimia, Matematika
958 (Meninggal) * Abul Hasan Ali al-Mas’udi * Ilmu Bumi, Sejarah
960 (Meninggal) * Ibn Wahshiyh, Abu Bakar * Ilmu Kimia, Ilmu Tumbuh-tumbuhan
965-1040 * Ibn Al-Haitham (Alhazen) * Fisika, Optik, Matematika

——————————————————————————————————————————————————————-

Seorang astronom muslim sedang mengamati bintang di langit.

——————————————————————————————————————————————————————-

973-1048 * Abu Rayhan Al-Biruni * Astronomy, Matematika, Sejarah, Sastra
976 * Ibn Abil Ashath * Kedokteran

——————————————————————————————————————————————————————-

Ibnu Sina (980-1037) Seorang ilmuwan muslim. Di barat dikenal sebagai Avicenna. Beliau juga dikenal sebagai seorang Filosof, Matematikawan, Astronom, Ahli Kimia, Penyair, Psikolog, Hafiz (Penghapal Al-Quran), Negarawan dan seorang Ulama.

[Sumber: Wikipedia]

——————————————————————————————————————————————————————-
980-1037 * Ibn Sina (Avicenna) * Kedokteran, Filsafat, Matematika, Astronomi
983 * Ikhwan A-Safa (Assafa) * (Kelompok Ilmuwan Muslim)
1001 * Ibn Wardi * Ilmu Bumi (Peta Dunia)
1008 (Meninggal) * Ibn Yunus * Astronomy, Matematika.
1019 * Al-Hasib Alkarji * Matematika
1029-1087 * Al-Zarqali (Arzachel) * Matematika, Astronomi, Syair
1044 * Omar Al-Khayyam * Matematika, Astronomi, Penyair
1060 (Meninggal) * Ali Ibn Ridwan Abu Hassan Ali * Kedokteran
1077 * Ibn Abi Sadia Abul Qasim * Kedokteran
1090-1161 – Ibn Zuhr (Avenzoar) * Ilmu Bedah, Kedokteran
1095 – Ibn Bajah, Mohammed Ibn Yahya (Avenpace) * Astronomi, Kedokteran
1097 – Ibn Al-Baitar Diauddin (Bitar) * Ilmu Tumbuh-Tumbuhan, Kedokteran, Ilmu

——————————————————————————————————————————————————————-

Peta Dunia digambar oleh Al-Idrisi pada tahun 1154

[Sumber: Wikipedia]

——————————————————————————————————————————————————————-
1099 – Al-Idrisi (Dreses) * Ilmu Bumi (Geography), Ahli Ilmu Hewan, Peta Dunia (Peta Pertama)
1110-1185 – Ibn Tufayl, Abubacer Al-Qaysi * Filosofi, Kedokteran
1120 (Meninggal) – Al-Tuhra-ee, Al-Husain Ibn Ali *Ahli Kimia, Penyair
1128 – Ibn Rushd (Averroe’s) * Filosofi, Kedokteran, Astronomi
1135 – Ibn Maymun, Musa (Maimonides) * Kedokteran, Filosofi

——————————————————————————————————————————————————————-

Sketsa otomatisasi menggunakan air karya Al-Razaz Al-Jazari

[Sumber: Wikipedia]

——————————————————————————————————————————————————————-

1136 – 1206 – Al-Razaz Al-Jazari * Astronomi, Seni, Insinyur mekanik
1140 – Al-Badee Al-Ustralabi * Astronomi, Matematika
1155 (Meningal) – Abdel-al Rahman al Khazin *Astronomi
1162 – Al Baghdadi, Abdel-Lateef Muwaffaq * Kedokteran, Ahli Bumi (Geography)
1165 – Ibn A-Rumiyyah Abul’Abbas (Annabati) * Ahli Tumbuh-tumbuhan
1173 – Rasheed Al-Deen Al-Suri * Ahli Tumbuh-tumbuhan
1180 – Al-Samawal * Matematika
1184 – Al-Tifashi, Shihabud-Deen (Attifashi) *Ahli Logam, Ahli Batu-batuan
1201-1274 – Nasir Al-Din Al-Tusi * Astronomi, Non-Euclidean Geometri

——————————————————————————————————————————————————————-

Sebuah sketsa anatomi tubuh manusia yang digambar oleh ilmuwan muslim.

——————————————————————————————————————————————————————-
1203 – Ibn Abi-Usaibi’ah, Muwaffaq Al-Din * Kedokteran
1204 (Meninggal) – Al-Bitruji (Alpetragius) * Astronomi
1213-1288 – Ibn Al-Nafis Damishqui * Astronomi
1236 – Kutb Aldeen Al-Shirazi * Astronomi, Ilmu Bumi (Geography)
1248 (Meninggal) * Ibn Al-Baitar * Farmasi, Ahli Tumbuh-tumbuhan (Botany)
1258 – Ibn Al-Banna (Al Murrakishi), Azdi * Kedokteran, Matematika
1262 – Abu al-Fath Abd al-Rahman al-Khazini * Fisika, Astronomi
1273-1331 – Al-Fida (Abdulfeda) * Astronomi, Ilmu Bumi (Geography)
1360 – Ibn Al-Shater Al Dimashqi * Astronomi, Matematika
1320 (Meninggal) – Al Farisi Kamalud-deen Abul-Hassan *Astronomy, Fisika
1341 (Meninggal) – Al Jildaki, Muhammad Ibn Aidamer * Ilmu Kimia
1351 – Ibn Al-Majdi, Abu Abbas Ibn Tanbugha * Matematika, Astronomi
1359 – Ibn Al-Magdi, Shihab Udden Ibn Tanbugha * Matematika, Astronomi

——————————————————————————————————————————————————————-

Sebuah sketsa astronom muslim Ibn al-Shatir (1304-1375) tentang pergerakan planet Merkurius.

[Sumber: Wikipedia]

——————————————————————————————————————————————————————-
1375 (Meninggal) – Ibn al-Shatir * Astronomi
1393-1449 – Ulugh Beg * Astronomi
1424 – Ghiyath al-Din al Kashani * Analisis Numerikal, Perhitungan

Dengan deretan sarjana muslim seperti itu, tidaklah sulit untuk menyetujui apa yang dikatakan George Sarton, ” Tugas utama kemanusian telah dicapai oleh para muslim. Filosof terbaik, Al-Farabi adalah seorang muslim. Matematikawan terbaik Abul Kamil dan Ibn Sina adalah muslim. Ahli geography (Ilmu Bumi) dan ensklopedia terbaik Al-Masudi adalah seorang muslim dan Al-Tabari ahli sejarah terbaik juga seorang muslim.

Sejarah sebelum Islam dipenuhi dengan perkiraan-perkiraan, desas-desus dan mitos-mitos. Adalah seorang ahli sejarah muslim yang pertama kali memperkenalkan metode sanad dan matan yang melacak keaslian dan keutuhan sebuah informasi langsung dari saksi mata. Menurut seorang ahli sejarah Bucla “Metode ini belumlah dipraktekkan oleh Eropa sebelum tahun 1597.” Metode lainnya: adalah penelitian sejarah bersumber dari ahli sejarah terkemuka Ibn Khaldun. Pengarang dari Kashfuz Zunun memberikan daftar 1300 buku-buku sejarah yang ditulis dalam bahasa Arab pada masa beberapa abad sejak munculnya Islam.

Sekarang lihatlah dunia kaum muslim. Kapankah anda terakhir kali mendengar seorang muslim memenangkan hadiah Nobel dalam bidang ilmu pengetahuan dan kedokteran? Bagaimana dengan publikasi ilmiah? Sayangnya, anda tidak akan menemukan banyak nama kaum Muslim dalam bidang ilmu pengetahuan dan makalah-makalah ilmiah. Apa yang kurang? Alasan apa yang kita miliki?

Sebuah publikasi yang baru saja diterbitkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menanggapi pembangunan di wilayah Arab mengemukakan bahwa dunia Arab yang terdiri dari 22 negara menerjemahkan 330 buku per tahun. Angka itu sangat menyedihkan, hanya seperlima dari jumlah buku-buku yang diterjemahkan oleh sebuah negara kecil Yunani dalam setahunnya! (Spanyol menerjemahkan rata-rata 100,000 buku setiap tahunnya). Mengapa ada alergi atau keengganan untuk menerjemahkan ilmu yang asal-muasalnya berasal dari nenek moyang kita sendiri untuk mendapatkan kembali warisan terdahulu dengan menganalisa, mengumpulkan, menyempurnakan dan menyalurkan ilmu-ilmu yang bermanfaat bagi umat manusia?

Mengapa tingkat pendidikan pada kaum Muslim rendah sementara ayat pertama pada Al-Quran adalah ‘Iqra (berarti: Bacalah)? Apakah mereka lupa akan hadis Nabi mereka: “Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim”?

Bagaimana dengan hadis Nabi yang berbunyi:

“Keutamaan orang berilmu atas ahli ibadah adalah seperti keutamaan bulan purnama atas seluruh bintang. Sesungguhnya para ulama adalah pewaris para Nabi, dan sesungguhnya para Nabi tidak mewariskan dinar dan dirham, akan tetapi mewariskan ilmu. Maka barangsiapa yang mengambilnya berarti telah mengambil bagian yang banyak.” [HR Abu Dawud dan Tirmidzi]

Begitu giatnya kaum Muslim pada saat ini mencari kekayaan hingga mereka sendiri tidak tahu bagaimana untuk membelanjakannya. Sikap seperti itu begitu beresiko dan memalukan.

Keutamaan Ilmu dibandingkan harta

Diriwayatkan suatu hari sepuluh orang terpelajar mendatangi Imam Ali ra. Mereka ingin mengetahui mengapa ilmu lebih baik daripada harta dan mereka meminta agar masing-masing dari mereka diberikan jawaban yang berbeda. Imam Ali ra menjawab sebagaimana berikut:

[1] Ilmu adalah warisan Nabi, sebaliknya harta adalah warisan Firaun. Sebagaimana Nabi lebih unggul daripada Firaun, maka ilmu lebih baik daripada harta.

[2] Engkau harus menjaga hartamu, tetapi Ilmu akan menjagamu. Maka dari itu, Ilmu lebih baik daripada harta.

[3] Ketika Ilmu dibagikan ia semakin bertambah. Ketika harta dibagikan ia berkurang. Seperti itulah bahwa ilmu lebih baik daripada harta.

[4] Manusia yang mempunyai banyak harta memiliki banyak musuh, sedangkan manusia berilmu memiliki banyak teman. Untuk itu, ilmu lebih baik daripada harta.

[5] Ilmu menjadikan seseorang bermurah hati karena pandangannya yang luas, sedangkan manusia kaya dikarenakan kecintaannya kepada harta menjadikannya sengsara. Seperti itulah bahwa ilmu lebih baik daripada harta.

[6] Ilmu tidak dapat dicuri, tetapi harta terus-menerus terekspos oleh bahaya akan pencurian. Maka, ilmu lebih baik daripada harta.

[7] Seiring berjalannya waktu, kedalaman dan keluasan ilmu bertambah. Sebaliknya, timbunan dirham menjadi berkarat. Untuk itu, ilmu lebih baik daripada harta.

[8] Engkau dapat menyimpan catatan kekayaanmu karena ia terbatas, tetapi engkau tidak dapat menyimpan catatan ilmumu karena ia tidak terbatas. Untuk itulah mengapa ilmu lebih baik daripada harta.

[9] Ilmu mencerahkan pikiran, sementara harta cenderung menjadikannya gelap. Maka dari itu, ilmu lebih baik daripada harta.

[10] Ilmu lebih baik daripada harta, karena ilmu menyebabkan Nabi berkata kepada Tuhan “Kami menyembah-Nya sebagaimana kami adalah hamba-hamba-Nya”, sementara harta membahayakan, menyebabkan Firaun dan Nimrud bersikap congkak dengan menyatakan diri mereka sebagai Tuhan.

Betapa arifnya! Tapi saat ini masyarakat kita tidak bergairah untuk mencari ilmu. Mengapa? Apakah mereka mengetahui apa yang dikatakan Imam Ibn Hazm (RA) – seorang ulama besar dari Andalusia Spanyol, ahli fiqh dan penyair – yang mengatakan? “Jika ilmu pengetahuan membuat orang bodoh hormat dan segan kepadamu, dan kaum terpelajar menghargai dan mencintaimu, alasan itu sudah cukup untuk menyemangatimu untuk mencari ilmu….Jika kebodohan hanya bisa membuat orang bodoh iri atas orang berilmu dan senang melihat orang yang bodoh seperti mereka, alasan ini cukup untuk mengharuskan kita mencarinya (ilmu)…Jika ilmu pengetahuan dan sikap ketaatan diri dalam meraihnya tidak memiliki tujuan apapun selain membebaskan manusia dari lelahnya kegelisahan dan kecemasan yang membuat pikiran menderita, alasan-alasan itu sangatlah cukup untuk membawa kita untuk mencari ilmu.” Saya hanya berharap perkataannya akan membangunkan masyarakat kita untuk mencari dan menguasai ilmu pengetahuan.

Solusi untuk keadaan sulit yang kita hadapi saat ini:

Ketika banyak solusi yang bisa saya tunjukkan untuk membawa kita dari kesulitan ini, saya memutuskan untuk membahas tiga hal utama di bawah, yang dua diantaranya berhubungan dengan tanggungjawab sosial dan masyarakat.

1. Mencari Ilmu Pengetahuan:

Alasan utama dibalik kegemilangan kaum Muslim awal terletak pada pencarian mereka akan ilmu pengetahuan walaupun ilmu itu harus diperoleh ditempat yang sulit dan tersembunyi. Sebagai anak-anak Islam sejati, mereka mengerti akan hadis Nabi:

“Barangsiapa yang menempuh perjalanan untuk mencari ilmu maka ia berada di jalan Allah (fisabilillah) hingga ia kembali (ke rumahnya)” (HR.Tirmidzi)

Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR.Muslim)

Kaum Muslim seharusnya merenungkan apa yang dikatakan Mu’adh ibn Jabal (RA): “Meraih ilmu pengetahuan demi ridho Allah, karena pengetahuan melahirkan kesalehan, mengagungkan Ilahi dan takut akan dosa. Mencari ilmu demi ridho Allah adalah ibadah, belajar adalah sikap mengingat kebesaran Allah (Zikir), mencarinya adalah perjuangan yang ganjarannya adalah pahala (Jihad), mengajarkannya kepada seseorang yang menganggapnya berharga adalah sedekah, dan mengamalkannya pada rumah seseorang memperkuat tali silahturahmi diantara keluarga. Ilmu adalah sahabat penyejuk ketika dalam kesendirian. Ilmu adalah sahabat terbaik bagi para pengelana. Ilmu adalah sahabat terdekatmu yang menyampaikan rahasianya kepadamu. Ilmu adalah pedangmu yang paling ampuh untuk lawanmu, dan terakhir, ilmu adalah pakaian yang akan menaikkan derajatmu dalam jamaah persaudaraanmu.” [Hilyat'ul Awliya Wa Tabaqat'ul Asfiya]

Dengan hal yang sama, Sharafuddin Maneri (RA) berkata, “Ilmu pengetahuan adalah puncak segala kebahagiaan, sebagaimana kebodohan adalah titik awal dari segala keburukan. Keselamatan datang dari ilmu, kehancuran datang dari kebodohan.” [Maktubat-i Sadi]

2. Kualitas kepemimpinan dan dukungan pemerintah.

Pada zaman awal keislaman, penguasa kaum Muslim tidak hanya menjadi pendukung edukasi, mereka sendiri merupakan para sarjana yang hebat. Mereka juga dikelilingi oleh kaum terpelajar seperti para ahli filosofi, ahli fiqh, ahli hadis, ulama, analis, penyair, matematikawan, ilmuwan, insinyur, arsitek dan dokter. Para kaum terpelajar memiliki nilai yang tinggi di pemerintahan. Mereka membangun perpustakan, universitas, pusat penelitian, dan observatorium. Mereka mengundang kaum terpelajar dari seluruh bangsa dan agama untuk datang ke wilayah mereka. Sehingga kota yang mereka bangun menjadi metropolitan ilmu pengetahuan di segala bidang. Sebagaimana universitas saat ini seperti MIT, Standford, Yale dan Princeton, universitas-universitas kaum Muslim dahulu adalah universitas terunggul.

Dan apa yang kita miliki saat ini? Kebanyakan pemimpin di negeri kaum Muslim adalah setengah terpelajar, yang dikelilingi (dengan tingkat pengecualian yang rendah) oleh kroni-kroni mereka yang kualifikasi terpenting bagi mereka bukanlah kompetensi atau pendidikan tetapi hubungan dengan penguasa atau keluarganya.

Penguasa-penguasa kita (dengan tingkat pengecualian yang rendah) korup dan mementingkan diri sendiri. Tidak heran, mereka dikelilingi oleh orang-orang korup yang diberikan posisi untuk menggemukkan simpanan kerabat-kerabat mereka. Lebih lanjut, ketika jumlah istana dan rumah-rumah megah terus meningkat, tidak satupun universitas yang dibangun oleh penguasa-penguasa ini. Hanya beberapa persen dari budget negara yang dibelanjakan untuk pendidikan dan penelitian. Jadi, adalah wajar ketika menyaksikan begitu suramnya catatan penemuan ilmiah dari negara-negara Muslim. Tidak ada satupun universitas dari negeri kaum Muslim yang berada pada peringkat 100 universitas terbaik di dunia. Mereka yang memiliki pemikiran cemerlang pelan-pelan terkuras jumlahnya dari negeri mereka karena memilih untuk menetap (dengan tingkat pengecualian yang rendah) di negara-negara barat yang lebih menjanjikan, dimana mereka bisa mengaplikasikan kepintaran dan keahlian mereka.

Komunitas masyarakat kita begitu terikat dalam sebuah sistem hubungan kerabat dimana proyek-proyek pemerintahan hampir semuanya disokong oleh pertimbangan hubungan bisnis dan personal daripada apa yang baik bagi masyarakat kita. Sehingga muncullah kaum-kaum jutawan setengah terpelajar yang sama sekali tidak menghargai pendidikan atau pelayanan.

Mengapa sikap seperti ini, ketika Islam mengajarkan bahwa setiap orang yang mencari kebajikan selayaknya bersama mereka yang bajik dan bersahabat dengan mereka yang berbudi pekerti luhur – mereka yang terpelajar, simpatik, dermawan, jujur, ramah, sabar, terpercaya, murah hati, tahu diri dan sahabat sejati?

Jadi jika negara-negara Muslim ingin mengambil kembali khazanah pengetahuan mereka yang hilang, mereka harus meneliti kembali jejak mereka terdahulu yang membuat mereka sukses dan menyingkirkan cara-cara yang dipakai pada saat ini yang mengantarkan kepada kegelapan dan kehancuran.

Izinkan kembali saya memaparkan perkataan Carli Fiorina, yang mengatakan, “Pemimpin-pemimpin seperti Sulaiman berkontribusi terhadap gagasan-gagasan toleransi dan kepemimpinan sipil kita. Dan mungkin kita bisa belajar dari contoh yang ia terapkan: Sebuah kepemimpinan berdasarkan keahlian dan kemampuan, bukan berdasarkan keturunan. Sebuah kepemimpinan yang memanfaatkan kemampuan penuh dari keberagaman populasi masyarakatnya yang termasuk di dalamnya kaum Kristiani, kaum Muslim, dan kaum Yahudi. Kepemimpinan gemilang seperti inilah yang menumbuhkan kebudayaan, stabilitas, keberagaman dan teguhnya harapan yang membawa mereka menuju 800 tahun era penemuan dan kemakmuran.”

Apakah pemimpin-pemimpin kita akan memperhatikan dan mempertanggungjawabkan perbuatan-perbuatan mereka?

3. Melangkah melampaui apa yang diharapkan:

Sebagaimana saya kemukakan diatas, kaum Muslim sangat jauh tertinggal pada setiap bidang pengetahuan. Adalah tidak mungkin menutupi jurang yang semakin lebar ini hanya dengan mengikuti arus atau hanya melakukan apa-apa seadanya. Strategi kita seharusnya adalah berusaha melangkah melampaui kemampuan rata-rata kita, melakukan hal-hal yang lebih besar. Untuk menjelaskan poin ini, izinkan saya menutupnya dengan sebuah kisah pada zaman Rasulullah SAW.

Diriwayatkan dari Thalhah bin ‘Ubaidillah r.a.: Seorang lelaki dengan rambut tergerai dari Najd menemui Rasulullah Saw. dan kami mendengar suaranya yang keras meskipun tidak bisa menangkap apa maksudnya, kemudian lelaki itu mendekat (hingga akhirnya kami tahu bahwa ia datang untuk) bertanya tentang Islam. Rasulullah Saw. bersabda, “Kau harus mengerjakan shalat lima kali dalam sehari semalam.” Laki-laki itu bertanya, “Adakah shalat lain yang harus kukerjakan?” Rasulullah Saw. menjawab, “Tidak ada. Tetapi jika mau, kau dapat mengerjakan shalat nawafil.” Lebih jauh Rasulullah Saw. bersabda kepadanya, “Kau harus mengerjakan puasa selama bulan Ramadhan.” Orang itu bertanya, “Adakah puasa lainnya yang harus kukerjakan?” Rasulullah Saw. menjawab, “Tidak ada. Tetapi jika mau, kau dapat mengerjakan puasa sunnah.” Kemudian Rasulullah Saw. bersabda kepadanya, “Kau harus membayar zakat.” Orang itu bertanya, “Apakah masih ada yang lainnya yang harus kubayar selain zakat?” Rasulullah Saw. menjawab, “Tidak ada. Kecuali jika kau ingin mendermakan sebagian milikmu.” Kemudian laki-laki itu pamit seraya berkata, “Demi Allah! Aku tidak akan mengerjakan yang lain selain ini. Rasulullah Saw. bersabda, “Jika yang dia katakan benar, dia akan masuk surga.”

Di dalam hadis ini tersimpan formula untuk meremajakan semangat negara-negara kaum Muslim. Semoga kita dibimbing untuk mendapatkan kembali khazanah kita yang hilang!

***

Referensi:

Hamed Abdel-Reheem Ead, Professor of Chemistry at Faculty of Science
Universitas of Cairo Giza-Mesir dan Director of Science Heritage Center, http://www.frcu.eun.eg
Lihat juga buku: 100 Muslim Scientists by Abdur Rahman Sharif, Al-Khoui Pub., N.Y; Muslim Contribution to Science by Muhammad R. Mirza and Muhammad Iqbal Siddiqi, Chicago: Kazi Publications, 1986.

About these ads

~ oleh Dimas pada 18 April, 2008.

33 Tanggapan to “Pentingnya Mencari Ilmu Pengetahuan”

  1. Alhamdulillah, terima kasih atas artikelnya Mas Dimas :D

  2. Subhanallah , ijin copas ya :)

    ========================================================================

    Mangga, silahkeuun diantos :-D

  3. Alhamdulilah yg dinanti akhirnya keluar jg :), thx for share smg dpt memotivasi bg yg membacanya Amiin

  4. Insya Allah , dari rasa malu itu akan timbul lagi semangat untuk belajar dan menjadi muslim yang cendekia , akhlaktul karimah dan memiliki kecerdasan
    amin

  5. Assalamualaikum…kpd mereka yang membuat blog ni ana ucapkan jazakallahu khair…ana harapp kita dapat sama2 dpt membngunkan
    semula kegemilangan Islam…Ameen..,

  6. Malu sebahagian dripada iman..

  7. Assalamu’alaikum

    Seringkali kami sendiri lupa bahwa saudara kita itu telah berbuat. Perang pemikiran, memang telah meninabobokan hampir semua kami. Akhi Dimas telah menyuguhkan bahan pemikiran mendalam ini kapada kami. Ana haturkan terima kasih atas penghargaan antum kepada saudara-saudara kami itu; tak terhingga sepertinya kata itu harus ana haturkan.

    Wassalamu’alaikum.

    NB: Apakah antum punya buku atau ebook GURU SEJATI DAN MURIDNYA?
    Ana sangat tertarik dengan buku itu…. Ya, guru mursyid

    ========================================================================

    As salamu’alaikum
    Ana juga turut berterima kasih atas sumbangsih mereka. Semoga karya-karya mereka menjadi amal soleh. amin

    NB: Dulu ana punya bukunya, tapi sekarang sudah dipinjem orang lain :-)

  8. asalamualaikum.w.w salam kenal…maahf penilis..yg jadi perhatian anda hanya ilmu dunia saja, sedangkan ilmu dalam beragama tidak adan bahas???? kalo anda pintar dalam ilmu agama, maka ilmu dunia akan mengikuti,karna kalo tidak dapat hidayah dari ALLOH apakah semua ilmu dunia itu bisa ada?????,,,, seperti dalam ulasan anda yg di petik dari R Muslim; Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah mudahkan baginya jalan menuju surga.” : ilmu mencari tuhan itu yg pertama harus di cari mereka dapat hidayah da ALLOH ,mangkanya mereka bisa seperti itu. kini.anda bilang malu menjadi muslim yg bodoh…!!!!!!???di hadapan manusia anda malu. di hadapan ALLOH anda tidak malu masaalloh saudaraku, anda harusnya merasa malu kalo tidak tau ilmunya mencari TUHAN.yakinlah saudaraku kalo anda tau ilmunya mencari TUHAN.maka segala ilmu dunia akan anda dapatkan…. seperti judul web anda ini judulnya keren sandaraku, isinya anda tidak bangga menjadi seorang muslim…….vari ilmunya maka anda akan tau segala ilmu dunia salam

    ========================================================================

    Wa alaikum salam.
    Wah mas Kafhi sepertinya orang yang memiliki semangat yang tinggi, terbukti dari komentar yang diberikan :-)

    Maaf mas Kafhi saya tidak membahas ilmu agama karena tujuan blog ini bukanlah untuk membahas perihal agama.

    “kalo anda pintar dalam ilmu agama, maka ilmu dunia akan mengikuti,karna kalo tidak dapat hidayah dari ALLOH apakah semua ilmu dunia itu bisa ada?????”—-> Sekali lagi maaf mas Kafhi, saya memandangnya dari sisi yang berbeda. Kalo memang benar bahwa kepintaran seseorang dalam ilmu agama membuat ia menjadi pintar dalam ilmu dunia, maka para Ustad, Ulama dan Kiai akan menguasai ilmu-ilmu dunia seperti Kedokteran, Engineering, Ekonomi, dll. Tetapi yang terjadi tidak seperti itu. Orang yang ingin belajar ilmu agama, maka belajarlah dari yang ahli agama. Orang yang ingin belajar ilmu dunia, maka belajarlah dari ahlinya. Seseorang yang ingin menjadi dokter sudah tentu ia harus masuk universitas kedokteran, karena disitulah ia bisa mendapatkan ilmunya. Tidak mungkin seseorang yang ingin menjadi dokter belajar dari seorang ustad. Jadi orang yang mengerti ilmu agama tidak serta merta ia akan mengerti ilmu dunia.

    Kalo Hidayah saya tidak tahu. Namun, Hidayah sendiri bagi saya adalah petunjuk hidup sehingga kita mengenal diri, mengenal Allah. Dari pengenalan inilah kita bisa mengerti lebih jauh mengenai siapa diri ini, untuk apa saya diciptakan dan kemana saya akan pergi.

    Simpelnya bagi saya, ilmu agama adalah ilmu yang membimbing ilmu dunia, agar ilmu dunia ini bisa menjadi amal soleh, baik untuk di dunia ini maupun di akhirat nanti. Insha Allah.

  9. Saya pikir artikel ini adalah sebagai ajang introspeksi diri dan bukan untuk pengakuan secara subjektif tentang kebodohan atau mengaku-aku bodoh. Justru yang patut kita ajungi jempol adalah para pemikir muslim tidak pernah menyia-nyiakan waktunya untuk meng-ekplorasi ilmu Allah baik secara teoritis maupun praktis sehingga mereka bisa dijadikan cerminan ulil-albab (Ali Imron 190-191).
    Semoga kita bisa memetik hikmah dari mereka.

    salam…

    ========================================================================

    Wa alaikum’salam :-)

    Subhanallah, terima kasih mas Akmal atas komentarnya :-)

    Niat saya sama seperti mas Akmal, artikel ini saya pajang sebagai pembakar semangat saya untuk terus berusaha dalam mengapai ilmu.
    By the way busway, saya benar-benar salut dengan para ilmuwan diatas, mereka sangat bersungguh-sungguh dalam mencari ilmu. Contohnya Ibn Sina yang ilmunya dibawa ke eropa dan menjadi salah satu rujukan bagi perkembangan peradaban eropa di masa lampau.

    Ayo bangsa Indonesia! Semangat!!! :-)

  10. @ Akmal
    Satuju …. Ana malah berharap, bahwa setiap gerakan tubuh dan anggotanya dinilai sebagai ibadah oleh Allah. Dan kalau semua-mua itu dinilai ibadah oleh Allah, apakah masih dapat dibedakan sebagai hal duniawi atau ukhrowi?

    …. Walau ana merasa, masih terlampau jauh dari semua-mua itu. Semoga, masih ada masa bagi al faqir untuk bisa seperti itu. Amin

    Wassalam

    ========================================================================

    Amin :-)

  11. Alhamdulillah akhirnya ak bisa jg baca artikel ini :D
    Sungguh memberikan motivasi diri untuk smangat belajar.. wah malu rasanya stelah membaca artikel ini, makasih dim dah diingetin.

    subhanallah ilmuwan muslim terdahulu,
    tapi sebenarnya banyak juga muslim yang cerdas dan pintar termasuk di Indonesia ini yang bekecimpung dalam penemuan ilmiah atau penelitian tapi sayang mereka terbentur oleh masalah dana, pemerintahan yang tidak mau tau dan kurang menghargai mereka :(, walaupun jumlah mereka sangat sedikit skali (mungkin hanya skitar nol koma sekian persen dr penduduk indonesia), tp mereka tetap berusaha dengan alat yang seadanya untuk belajar dan berkarya, dan mereka sama skali tidak tergiur pergi ke negara2 barat walau sebenernya mereka jg lulusan universitas2 luar negeri :)

    semoga kita bisa smangat untuk belajar sperti mereka dan ilmuwan terdahulu…

    Makasih dim buat artikelnya, ditunggu tulisan berikutnya :)

    ========================================================================

    Iya, bersyukur masih banyak orang-orang cerdas di Indonesia yang memiliki semangat kebangsaan yang tinggi sehingga mereka mengabdikan diri mereka bagi negara. Seperti apapun tantangan yang mereka hadapi, mereka terus berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi bangsa. Saya jadi ingat perkataan John F Kennedy “Jangan tanya apa yang negara bisa berikan kepadamu, tetapi tanya apa yang bisa kau berikan untuk negaramu!”

    Thank you Nanik telah menyediakan waktunya untuk berbagi :-)

  12. *tercengang melihat sejarah & kontribusi muslim jaman dulu*
    *berpikir..mencari2 kontribusi diri pada lingkungan slama ini*
    *kecewa krn belum menemukan titik terang* :cry:

    Iya ustadz, nurma akan belajar dg giat deh..
    *pulang, membawa rasa “malu” & hati tertusuk-tusuk*

    ========================================================================

    Nurma…kamu kaya sinetron saja, terlalu mendramatisir keadaan…hahaha :-D

  13. Sengaja sih bro! biar lebih “menyentuh” yg baca gtu :mrgreen:
    *serius mode: ON*
    tapi bener deh, slama ini kita lupa kalo dulu kita (kaum muslimin) juga pernah jaya. Bahwa seharusnya, kita gak kalah dg “pihak2″ yg kini jd “penguasa” dunia science & technology itu. :) Semangaaat!!!
    *serius mode: OFF*
    pulang ah, nyuci..nyuci..

  14. assalamua’laikum
    aku malu, mas.
    aku rindu suasana islam, aku sangat rindu.
    makasi artikelnya.

    =========================================================================

    Wa alaikum salam :-)

    aku pun malu, takjub melihat karya-karya para ilmuwan muslim terdahulu. Yuk kita sama-sama berusaha untuk terus memperbaiki diri dan belajar untuk memberikan yang terbaik bagi alam semesta ini.

    Wahai Penjaga Alam Semesta, bimbing kami agar kami bisa melakukan yang terbaik dalam hidup ini. amin

  15. Benar mas, malu mengaku muslim tapi tidak tahu apa-apa. Aq pun begitu, tapi karena tidak tahu apa-apa itulah aq belajar t3ruz.

    Saluditos.

    http://www.risalahcahaya.blogspot.com

    ========================================================================

    Semoga Sang Sumber Kekuatan selalu menganugerahi kekuatan kepada kita semua dalam belajar menuju pribadi yang lebih baik. amin

  16. bagus sekali
    jadi tahu betapa bodohnya saya selama ini :)
    Salam kenal

    ========================================================================

    Wa alaikum salam :-)
    Saya pun sama seperti mas secondprice, malu setelah membaca artikel ini. Mereka benar-benar menunjukkan semangat juang yang tinggi dalam mencari ilmu.

    Semoga Sang Kebenaran meneguhkan langkah kita semua dalam mencari ilmu. amin

  17. Assalamulaikum wr wb …

    Dari sekian banyak yang saya tahu cuman Ibnu sina, aljabar eh … gak taunya ternyata ilmuan islam itu banyak yach …

    Trus kenapa yang sekarang orang taunya orang barat yach yang nemuin ilmu ilmu itu …. ? hehehehehe

    bahkan konon kabarnya ‘sistem search’ dan ‘teori antrian’ juga asal nya dari ilmuan muslim yah …. ?

    Salam kenal …
    Wassalamualaikum wr wb

    =========================================================================

    Wa’ alaikum salam wr wb :-)

    Sepertinya masih banyak ilmuwan yang belum terdokumentasikan karena karya-karya yang mereka tulis rusak akibat peperangan yang melanda negeri mereka.

    “‘sistem search’ dan ‘teori antrian’” dari ilmuwan muslim? Kalau ini saya tidak tahu :-)

  18. Hatur Nuhun Kang berguna banget

    ========================================================================

    Alhamdulillah

  19. Selamu Alejkum I from In KOSOVA, Europa
    mashalla GJezek Allahu Hajrun

    =======================================================================

    Wa alaikum salam ;-)

    My brother from KOSOVA! How are you? :-)

  20. Assalamu’alaykum..
    Minta izin CoPas, Pak… Berguna banget. mudah2an berguna juga buat temen2 saya. moga jadi amal jariah bagi Bapak… Jazakumullah khairan

    ========================================================================

    Wa alaikum salam
    Silahkan. Semoga bermanfaat ya

  21. Makasih buat nasihatnya ke saya pagi ini.
    (Jadi pengen belajar2 lagi)

  22. Saudara, izin tuk menyebarnya ya :)

    ========================================================================

    Silahkan, semoga bermanfaat ya :-)

  23. keren -keren

  24. [...] don’t care how much you know until they know how much you [...]

  25. thank’s bgt infona

  26. Subhanallah..
    hati ini akhirnya bisa terbalaskan dahaganya..
    terima kasih sudah posting blog ini..
    permisi, kalau saya menyisipkan link blog ini ke dalam facebook saya. semata-mata agar saya bisa dengan mudah sewaktu-waktu berkunjung lagi, menikmati keindahan ilmu dalam blog ini..
    saya tersentuh sudut pandang kelebihan ilmu dibandingkan harta.. luar biasa.. Subhanallah.. ^^

    ===========

    Posting itu bercerita tentang Imam Ali Ra. Jawaban beliau bijak sekali.
    Alhamdulillah bisa belajar dari orang-orang seperti mereka.

    Terima kasih ya Esti sudah berbagi ke saya :-)

  27. Minta izin ngopy ya,mz….
    semoga ilmu yang antum sampaikan bermanfaat dan barokah.. :)

    ===============

    Mangga dicopy. Semoga membawa manfaat bagi kita semua. amin :-)

  28. Minta izin ngopy ya,mz….
    semoga ilmu yang antum sampaikan bermanfaat dan barokah, ini suatu pelajaran berharga untuk saya

    =================

    Silahkan mas Syaifudin.
    Terima kasih atas silahturahminya.

  29. Subhanallah..
    Ini dia yang ana cari,, ilmuwan2 muslim!
    Syukron sudah berbagi ilmu,,
    Jazakallah khairan katsir.. ^_^

  30. Assalmualaikum. ww
    Ilmuan muslim …..
    ilmuan muslim…..
    kenapa cuma enstain dll..
    org tahu kebanykan….

  31. Woooooooooww, baru kali ini baca postingan bagus n detil. Ini yang aku dan teman2ku cari-cari. Mohon ijin posting ulang di Blog ku buat teman2 yang lain ya mas. Thanks lo…

  32. suka banget.

  33. […] Source […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 56 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: